Perubahan Pos Utama Rapid Tes Covid-19 di Lanny Jaya bukan menjadi Jaminan Keselamatan bagi Masyarakat Lanny Jaya. Ini Alasannya..!!

0
161
Foto: Girmin Wenda, SE.M,.Si, (Ketua Fraksi Gabungan Ninawi Abua Kab. Lanny Jaya). (Doc)

MAJALAHWEKO, WAMENA – Girmin Wenda, SE.M.Si, (Ketua Fraksi G. Ninawi Abua Kab. Lanny Jaya), menegaskan Perubahan Pos Utama Rapid Tes Covid-19 Lanny Jaya Beam pindah di Wamena, Gereja Duta Injil dan penambahan di Batalyon dan Muai, merupakan bukan menjadi jaminan Keselamatan bagi Masyarakat Lanny Jaya.

Apabila 60 Orang Masyarakat Reaktif ini Belum penanganan Darurat untuk pemeriksaan Swap sampai hari ini.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Lanny Jaya, segera menanggapi serius yaitu 60 Orang Reaktif. Pembiaran yang di lakukan oleh Tim Relawan dan Tim Kesehatan Covid-19 Lanny Jaya, hasil Rapid Tes di Gelok Beam. Karena Ketika adanya Pembiaran yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas covid-19 di Gelok Beam Pintu Gerbang Utama ini, Dampaknya lebih dari 60 orang yang Reaktif. Ini tersebar seluruh Masyarakat Lanny Jaya sangat berbaya sekali. Karena saat ini orang yang Reaktif bahkan juga Non-Reaktif makan Bersama, Minum bersama, Duduk Bersama, Tidur bersama 1 Bulan ini, kami melihat persebarannya masih aktif sekali sampai hari ini.

Hal ini dikatakan oleh Girmin Wenda, SE.M.Si, (Ketua Fraksi G. Ninawi Abua Kab. Lanny Jaya). Melalui pesan WhatsApp kepada majalahwekonews.com. Minggu, 26/07/20.

 

Lanjut Wenda. Oleh sebab itu,Kekuatiran Publik hari ini bahwa pembiaran Masyarakat yang Reaktif ini, apakah masih tetap Reaktif atau ada yang sudah menjadi Positif? Karena Masyarakat 60 orang yang Reaktif ini ada yang belum pemeriksaan Swab selanjutnya.!

Wenda, juga mengatakan, Tim Gugus Tugas covid-19 Lanny Jaya, harus ada Keterbukaan, Karena Seluruh Publik menjadi pertanyaan bagi Tim Relawan bahkan juga Tim Kesehatan Covid-19 Lanny Jaya.

Pemeriksaan Rapid Tes hasilnya begitu Reaktif, Kenapa ada pembiaran!. Apakah ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh petugas atau tenaga Penjagaan masih Kurang sehingga terjadi Pembiaran? Persoalanl ini harus ada transparan dan terbuka kepada Publik. Ucap Girmin Wenda.

Karena hari ini, menjadi pertanyaan bagi lembaga, Esekutif Legislatif dan Publik yang tidak keterlibatan dalam Tim Covid-19 adalah sebagai berikut:

Pertama: Ketika kami dari Fraksi Gabungan Ninawi Abua Wawancara langsung dengan Beberapa orang Reaktif tersebut, mereka sendiri katakan, ketika Pemeriksaan berlangsung di Gelok Beam Pos Utama Covid-19 Lanny Jaya tidak ada yang mengarahkan kita kembali ke Wamena untuk mengkarantinakan tempat yang sudah di sediakan oleh Protokoler Kesehatan.

Kedua: Tim Gugus Tugas covid-19 Lanny Jaya kalau mau melibatkan TNI/POLRI untuk pelayanan penjagaan Pos utama covid-19 Lanny Jaya. Pertanyaannya adalah kenapa tidak melibatkan dari awal pembentukan Pos Covid-19 sedangkan ketika ada Positif dan juga begitu Reaktif meningkat baru di libatkan?

Ketiga: Tim Relawan dan Pertokoler Kesehatan Covid-19 Lanny Jaya begitu hasil Pemeriksaan Reaktif kenapa tidak mengarahkan mereka tempat Karantina sedangkan ada Pembiaran! Apakah hal ini ada unsur kesengajaan atau memang petugas penjagaan masih terbatas sehingga terjadi pembiaran jelas;

 

Oleh sebab itu. Wenda; mengatakan langkah yang harus dilakukan oleh Tim Gugus Tugas covid-19 Lanny Jaya adalah sebagai berikut;

Pertama: Penambahan Ruang Karantina/Tempat Karantina untuk Masyarakat yang Reaktif dan Positif karena penampungan saat ini full.

Kedua: Sebelum penangkapan 60 Orang Reaktif ini, Masyarakat dari Lanny Jaya turun ke Wamena Lockdown Kecuali ; Wamena ke Lanny Jaya.

Ketiga : Penjagaan utama Pos Covid-19 Wamena-Lanny Jaya harus ada keterlibatan TNI/POLRI, Dinas Perhubungan, Satpol PP karena Pelayanan Covid-19 adalah dengan Dinas terkait.

Oleh sebab itu. Lanjut Wenda; Saudara Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom SE.M.Si, sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Lanny Jaya, sebagaimana yang sudah di percayakan seluruh 39 Kepala Distrik untuk penangkapan Masyarakat yang Reaktif itu, bekerja keras secara konsisten dan loyalitas pada kepercayaan agar mereka bisa pemeriksaan Swap selanjutnya.

Terakhir Seluruh Masyarakat Lanny Jaya, hasil Rapid tes yang sudah Reaktif perlu ada kesadaran. Jikalau mau selamatkan diri dari Pandemi covid-19 ini. Seluruh Masyarakat Lanny Jaya, kalau mempunyai satu pengharapan dan kerinduan bebas dari Pandemi covid-19 ini.

Girmin Wenda mengatakan, Reaktif baru mengobati lebih baik dari pada Positif baru mengobati. Oleh sebab itu, kami dari Fraksi G. Ninawi Abua berharap seluruh masyarakat Lanny Jaya harus mematuhi dan Mentaati petunjuk Protokoler Kesehatan. Tegas.

___________________

Nuken/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here