Otsus itu “Rasis”

0
263
Ket Foto: Saat Aksi Tolak Rasisme di kantor Gubernur Papua

Oleh: Gamoye Makiimee

Rasis itu nyata di Papua. Slogan ini tidak salah. Rasis tumbuh subur dalam kehidupan rakyat Papua. Menjadi orang Papua, menjadi monyet bagi Indonesia. Orang Papua adalah manusia nomor terakhir Indonesia. Orang Papua bukan manusia di mata Indonesia. Seperti kata bung Arie Kriting, “ Nyawa dan darah Papua diganti dengan Aspal dan bangunan” oleh negara Indonesia. Otsus tahun 2001 atau Otsus Jilid II yang berindikasi pembangunan, sebenarnya sebuah rasis. Otsus adalah satu pembodohan terhadap orang Papua. Otsus itu rasis. Mengapa dan bagaimana dikatakan demikian?

Alasan Otsus Rasis

Otsus dikatakan rasis karena:

a. Niat orang Papua untuk Merdeka dibunuh. Otsus merupakan “bargaining” dari Papua Merdeka. Otsus membunuh Papua Merdeka. Semua manusia menginginkan Merdeka, namun tidak diberikan kemerdekaan, melainkan Otsus. Orang Papua tidak dianggap manusia yang berhak merdeka.

b. Negara telah menipu Rakyat Papua. Rasis terhadap rakyat Papua. Di mana ditawarkan Otsus untuk Merdeka, namun merasis rakyat Papua. Sebab, rakyat Papua termiskin di Indonesia.

c. Otsus sudah Gagal. Otsus gagal artinya negara merasis rakyat Papua. Atas nama “otsus: pembangunan”, rakyat Papua dikorbankan. Alasan otsus gagal karena otsus hanya isu rasis untuk meniadakan kemerdekaan Papua. Otsus diberlakukan bukan dengan hati, melainkan hanya sebatas meredam isu merdeka. Otsus gagal adalah bukti nyata.

d. Negara memaksa kehendak rakyat. Rakyat Papua mau merdeka, bukan Otsus. Hanya karena Paksaan atas nama “kekuasaan, hegemoni”, rakyat dipaksakan untuk menerima Otsus. Rakyat distigma binatang (tanpa kehendak). Rakyat menginginkan merdeka, namun negara memaksa rakyat Papua memilih Otsus. Akhirnya, Otsus gagal karena bukan keinginan rakyat Papua.

Cara Rasis terhadap rakyat Papua

Ada beberapa cara yang menunjukkan bahwa negara secara terstruktur merasis rakyat Papua: Pemaksaan kehendak, Penipuan publik, Politik gula-gula, Sistem yang tidak adil, Pengadilan sepihak, Pembangunan tidak merata daan Pemojokan terhadap rakyat Papua.

Era Otsus, namun yang pegang kendali adalah orang (negara) Indonesia. Indonesia menipu rakyat Papua. Penipuan paling tertinggi adalah Otsus. Otsus adalah sebuah rasis. Indonesia menganggap orang Papua adalah binatang yang dipaksakan sebagaimana mereka mau. Indonesia membodohi orang Papua secara sewenang- wenang dan seenaknya. Tak lain dan tak bukan, Otsus ( apa pun bentuknya) adalah stigma Indonesia, bahwa Papua adalah monyet.

Semua ini menunjukkan bahwa negara telah merasis rakyat Papua. Puncak rasis adalah Otsus. Otsus adalah bagian dari “stigma”. Negara berlagak baik, adil, benar terhadap rakyat Papua, hanya mencari sensasi dan merebut nama baik dimata dunia atas pembantaian, pembodohan dan rasis kepada rakyat Papua.

Rakyat Papua muak dan tidak mau tinggal bersama Indonesia. Orang Papua memikirkan sebuah masa depan bagi Negaranya. Saatnya orang Papua sembuh dari penyakit “Papua phobia” dan secara genlement menata sebuah embrio “negara baru” untuk menjadi diri, di tanah sendiri.

*] Penulis adalah pemerhati situasi sosial politik di Papua. (Nuken/MW)

________________

Sumber: WAGADEI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here