TAHUN 2021 ADALAH WAKTU BAGI RAKYAT PAPUA MENENTUKAN NASIP SENDIRI

1
700
Foto: Ev. Jefry Wiro Lokbere S.th

Jangan kita menghulangi kesalahan fatal di dalam sejarah PEPERA 1969. Keputusan itu telah menjadi pintu bagi Iblis untuk masuk merajalelah penjabut nyawa manusia untuk membunuh orang-orang tidak berdosa di seluruh papua.

Tuhan sudah memberikan kita peluang demi peluang, tetapi orang papua selalu lewat peluang-peluang emas itu. Jangan lagi kita lewatkan kesempatan emas ini. Mari semua orang papua punya hak penuh Terima Otonomi Khusus atau Tolak.

Sejak UU Otonomi Khusus 21/2001 berlaku sampai sekarang, kita bisa melihat bagaimana keadaan kita selama ini. Papua menjadi wilayah pelangaran Ham berat. Wilayah Operasi milliter. Wilayah Rasisme. Wilayah marjinalisasi Dll. Kita telah melenjeng dari kondisi dimana kita seharusnya berada sesuai maksud Tuhan.

Seluruh elemen mulai dari para pemimpin Pemerintah Provinsi, Kabupaten, kota. Pemimpin Gereja, LSM, dll. Harus bersatu dan bersuara demi manusia papua secara jujur adil terhadap Pemerintah pusat.

Pada tanggal 12 Juli 2020 TNPB OPM telah mengeluarkan Surat kepada Presiden Republik Indonesia, untuk tidak lagi memaksa membahas Otonomi Khusus, Dan membalikan hak penuh kepada orang Papua untuk menentuhkan nasip sendiri. TPNPB OPM juga mengancam keras kepada para elit papua yang bicara Otonomi Khusus akan diincar.

Papua sudah lama sakit, dan menyanyikan lagu-lagu duka, Otonomi Khusus membuat seluruh Tanah Papua bunyi Mobil Ambulance Setiap jam bunyi. Saatnya kami mau menyanyi lagu baru, harapan baru, mematikan bunyi Mobil ambulance dan bunyi tembakan di seluruh Tanah Papua, kami mau aktif sibuk membangun Bangsa kami, bukan sibuk urus mayat, sibuk urus Pelangaran Ham, sibuk urus pengungsi yang disebabkan oleh Otonomi Khusus itu.

2021 adalah tahun emas, untuk kita mengubah arah kapal dari pembantaian ke keselamatan. Tuhan tidak akan mengutus malaikat datang dari sorga untuk selamatkan Tanah Papua. Tuhan akan pakai orang papua untuk selamatkan Tanah Papua dan manusia papua, Jadi kunci dan kuasa Tuhan taru di tangan pemimpin-pemimpin kita Dan rakyat.

Jefri Lokbere
14/07/2020

1 KOMENTAR

  1. Jadi, entah dana Otsus berakhir tahun 2021 atau dilanjutkan tidak memiliki dampak bagi perbaikan hidup manusia dan tanah Papua. Sebab trada indikator keberhasilan dari kucuran 67 triliun lebih dana Otsus sejak 2002 hingga 2018. Artinya, uang tidak berhasil membangun Papua. Uang juga tidak berhasil membunuh keinginan orang Papua untuk menentukan nasib sendiri. Membuktikan fakta bahwa Indonesia tidak dapat membeli nasionalisme dan ideologi orang Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here