POSKO EXODUS NDUGA: “MENERIMA KEHADIRAN ‘ARINA ELOPERE WENEBITA GWIJANGGE’ DI POSKO EXODUS NDUGA-JAYAPURA

0
479
Foto: Ketika acara bakar batu sebagai symbol budaya kami orang Papua untuk menerima kehadiran Arina Elopere di Posko Exodus Nduga, Jayapura.

JAYAPURA, MAJALAHWEKO-Arina Elopere Wenebita Gwijangge adalah salah satu dari enam aktivis lain yang didakwa makar karena protes anti-rasialisme dan membawa atribut Bintang Kejora di depan Istana Merdeka pada Agustus 2019. Mereka divonis 8 – 9 bulan penjara pada 24 April 2020.

Arina Elopere, merupahkan salah satu tahanan politik Papua di Indonesia yang sangat berani untuk mengungkapkan kebenaran atas tuduan makar dan kriminalisasi yang dilakukan oleh Negara Indonesia pada orang Papua ketika melakukan aksi anti protes atas watak Rasialis Aparatus Negara dengan sebutan Monyet (Rasis) di Asrama Papua Surabaya, pada 15 -17 Agustus 2019.

Perlu kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya Ariana Elopere tidak bersalah sesuai dakwaan yang diterpah kepadanya, dia hanyalah salah satu korban kriminalisasi Aparat Keamanan Negara Indonesia, yang dengan sengaja menangkapnya sebagai bentuk pengendalian situasi RASIS yang terjadi pada Orang Papua sehingga pengendalian politik Negara tidak tercium watak kejahatan Rasis Aparatusnya di mata dunia.

Arina yang ditahan bersama keenam TAPOL PAPUA lainnya di Jakarta kini sudah dibebaskan pada Selasa 27 Mei 2020. Dan saat ini sedang berada bersama-sama dengan kami di Posko EXODUS PELAJAR DAN MAHASISWA NDUGA SE – INDONESIA di Kota Jayapura.

Melalui kehadiran Arina Elopere bersama dengan kami Exodus Nduga, yang pada kesempatan ini telah melakukan acara bakar batu sebagai symbol budaya kami orang Papua untuk menerima kehadiran Arina Elopere di Posko Exodus Nduga, Jayapura.

Foto: Saat acara bakar batu sebagai symbol budaya kami orang Papua untuk menerima kehadiran Arina Elopere di Posko Exodus Nduga, Jayapura.

Secara langsung, kami Posko Exodus Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia mengucapkan selamat datang dan selamat bebas kawan ARINA ELOPERE WENEBITA GWIJANGGE dari penjara kolonialisme Indonesia di Jakarta ke Tanah West Papua. Dan selamat bergabung dengan rakyatmu yang sedang mengalami penderitaan dari penindasan Kapitalisme, Imperialisme, Kolonialisme dan Kekejaman Militerisme di seluruh Tanah West Papua.

Bagi kami, Arina adalah putri Melanesian yang hebat begitu melawan penjajahan yang menindas rakyatmu, di tanah West Papua, khususnya perlawanan terhadap perlakuan RASISME oleh Negara Indonesia lewat apparatus Negara itu sendiri.

Banner Arina Elopere yang sebelumnya tapol bersama 6 tapol lainnya. 

Harapan kami bersama, kiranya Tuhan Pencipta Langit dan Bumi, serta Alam West Papua selalu menyertai dalam proses perjuangan Revolusi Bangsa West Papua yang merdeka, dan berdaulat sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dan mari kita sama-sama jangan menyerah dalam perjuangan sebelum memuskan mata rantai kolonialisme, kapitalisme dan imperialisme di atas Tanah West Papua.

Dan pada kesempatan ini juga, kami Posko Exodus Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se – Indonesia bersama kawan kami ARINA ELOPERE WENEBITA GWIJANGGE dengan tegas menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia bahwa:

1). Kami Exodus Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se – Indonesia bersama seluruh Exodus Pelajar dan Mahasiswa Papua lainnya belum kembali ke kota study di luar Papua, kami masih berada dan bertahan di seluruh Tanah Papua sebagai bentuk PERLAWANAN terhadap perlakuan RASISME 2019 yang dilakukan oleh Aparat TNI – POLRI, POL PP, dan Ormas Reaksioner kedapa kami Orang Papua, khususnya teman-teman kami Mahasiswa Papua di Surabaya.

2). Kapolri Negara Indonesia dan jajarannya segera bebaskan seluruh Tahanan Politik Papua dan Tahanan Rasisme lainnya di seluruh Tanah Papua, karena mereka adalah korban kriminalisasi pasal makar dan korban kejadian rasisme 2019.

3). Kapolri Negara Indonesia dan jajarannya Stop Kriminalisasi Mahasiswa Papua dan seluruh masyarakat Papua, serta buka seluas-luasnya akses demokrasi bagi aktivitas Mahasiswa Papua dan masyarakat papua ketika melakukan penyampaian pendapat di muka umum .Hal ini demi menghormati UU Negara Indonesia Nomor 9 Tahun 1998.

4). HUKUM INDONESIA JANGAN RASIS KEPADA ORANG ASLI PAPUA

Demikian pernyataan ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan banyak terima kasih.

Jayapura, 25 Juni 2020

Hormat Kami,
POSKO UMUM EXODUS PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA SE-INDONESIA

YERRI T.
(Ketua Posko Exodus Pelajar dan Mahasiswa Papua Se – Indonesia).(Pianus/MW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here