Video Viral: Klarifikasi Mahasiswa Kupang NTT yang dipaksa polisi Mataram Ngaku Sebagai Orang Papua

0
585
Video kedua, mahasiswa asal Kupang di NTT mengklarifikasi video pertama dan mengaku dirinya dipaksa polisi untuk mengaku sebagai orang Papua. (Screenshot video)-sumber berita: Suryayogya.com

MATARAM, MAJALAHWEKO –Beredar luas video di grup WhatsApp bahwa kepolisian di Mataram, memaksa mahasiswa asal NTT mengaku sebagai orang Papua.

Memanfaatkan karakter fisik yang mirip, petugas dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyuruh mahasiswa asal Kupang, NTT untuk berbicara sebagai orang Papua.

Ada dua video yang beredar di dunia maya.

Video pertama berisi ajakan mahasiswa asal Kupang berbicara sebagai orang Papua yang mengajak orang-orang Papua untuk mencintai Indonesia.

Dalam video pertama yang berdurasi 20 detik, terdapat dua logo di sisi kiri dan kanan atas video. Di kiri adalah logo Polri dan kanan logo Bid Humas Polri.

Dalam video tersebut, mahasiswa asal Kupang mengenakan kaus pink bermotif bintang, berbicara sebagai berikut:

Saya Bertus dari Wamena dan saat ini saya berada di Kota Mataram dalam rangka kuliah dan saya mengajak saudara-saudari yang dari Papua di mana pun berada untuk tetap mencintai Indonesia karena Indonesia adalah Papua dan Papua adalah Indonesia. Salam NKRI.”

Di akhir video muncul tulisan Bidhumas 2020. Ini videonya:

 

 

Berikut klarifikasinya:

Video klarifikasi mahasiswa asal Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengaku dipaksa polisi di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengaku sebagai orang Papua.

Pada video kedua ini, yang durasi 29 detik, berisi pengakuan pemuda yang sebelumnya mengakui berasal dari Papua bahwa dirinya dipaksa oleh polisi untuk berbicara sebagai mahasiswa Papua.

Pada cover video kedua, mahasiswa asal Kupang itu diapit oleh dua pemuda, masing-masing di sebelah kiri bernama Pelipus Lukas Klaping mewakili Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Astamar Mataram.

Sedangkan di sebelah kanan adalah Soly Yesnath sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Mataram.

Di video kedua berjudul “Klarifikasi” dimana mahasiswa asal Kupang itu mengenakan kaus berwarna biru.

Dalam video itu, pemuda yang kemudian menyebut dirinya bernama Rian Faot, membuat klarifikasi sebagai berikut:

 

Ya baik… Pertama-tama saya meminta maaf. Saya atas nama Rian Faot, dari Sekolah Tinggi Theologi Astamar Mataram, asal dari Kupang.”

“Saya ingin mengklarifikasi apa yang sudah saya ungkapkan tiga hari yang lalu, mengenai pemalsuan nama, atas nama Bertus dari Wamena.”

“Sebenarnya pada waktu itu saya dipaksa sama petugas dari Kapolda…”

Pada video yang kedua ini juga menyertakan screenshot dari video pertama dan diberi tulisan “HOAX” berwarna merah dengan posisi diagonal. Sebagaimana terlansir dari SURYAYOGYA.COM

Sumber: SURYAYOGYA.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here