Unjuk Rasa Protes Layanan Internet, Warga Datangi kantor Telkomsel dan DPRD di Wamena

0
210
Foto: massa aksi unjuk rasa protes jaringan telekomunikasi di Wamena, Papua. Kedua tempat yakni: Kantor Telkomsel dan DPRD Jayawijaya pada Selasa, 23/06/2020

WAMENA, MAJALAHWEKO- Kantor Telkomsel di Wamena didatangi masyarakat Jayawijaya yang menuntut perusahaan telekomunikasi itu segera memperbaiki layanan jaringan internet yang dinilai masyarakat sangat lambat.

Apalagi saat pandemi corona, pemerintah menganjurkan warganya untuk bekerja dari rumah, serta melakukan apapun di rumah. Namun anjuran ini tak didukung layanan internet dengan koneksi yang baik, sehingga menghambat seluruh pekerjaan yang terhubung dengan akses internet.

Aksi gabungan sejumlah elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pelajar, komunitas, pelaku usaha, UMKM, penyedia jasa penjualan telepon genggam, pelaku usaha berbasis daring, gamers, perwakilan KNPI, hingga tokoh pemuda dan masyarakat, melakukan aksi unjuk rasa pada 2 lokasi, yakni kantor Telkomsel Wamena dan di Kantor DPRD Jayawijaya.

Bonny Lanny, kordinator aksi yang mendatangi Telkomsel Wamena mengatakan sudah puluhan tahun konsumen Telkomsel di wilayah Wamena dan pegunungan tengah Papua lainnya dirugikan akibat buruknya akses jaringan internet.

“Atas masalah ini, Telkomsel tidak pernah melakukan perubahan perbaikan layanan internet seperti di daerah lain yang akses jaringan internet sangat cepat,” katanya, Selasa 23 Juni 2020.

Terlebih saat pandemi corona, sistem pembelajaran dialihkan dari tatap muka ke sistem pembelajaran daring dengan layanan internet. Sayangnya, sistem pembelajaran ini tidak efektif dilaksanakan di Wamena atau daerah lain di kabupaten pegunungan tengah Papua, akibat akses internet yang sangat buruk.

“Termasuk saat pendaftaran siswa atau mahasiswa baru diberlakukan secara daring, maka sistem tersebut tak dapat dilakukan di Wamena dan daerah lain di pegunungan tengah Papua. Karena buruknya layanan internet, sehingga sampai hari ini masih ada yang belum melakukan pendaftaran sekolah,” jelasnya.

Pelanggan Telkomsel juga terus merugi dengan pulsa data yang sudah dibeli, namun tidak diimbangi dengan jaringan yang baik, sehingga pulsa data yang sudah terbeli terbuang sia-sia.

“Telkomsel harus merubah layanan ini, jangan hanya janji namun tak bisa direalisasikan. Seperti janji sebelumnya, jika palapa ring difungsikan, maka akan ada perubahan layanan akses jaringan internet di Wamena dan sekitarnya, namun buktinya palapa ring sudah difungsikan, tapi jaringan Telkomsel  tetap buruk,” ujarnya.

Massa aksi memberikan batas waktu 14 hari kepada Telkomsel untuk memperbaiki jaringan internet di Wamena. Jika tidak, maka pendemo akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak.

“Jika Telkomsel tak mampu merubah layanan ini, lebih baik mundur saja dan memberikan kesempatan provider lain untuk masuk di daerah ini,” katanya.

Massa aksi juga mendatangi DPRD Jayawijaya, meminta anggota dewan itu memperhatikan aspirasi masyarakat, khususnya layanan internet yang sangat lambat. “Kami minta DPRD membentuk tims pansus, sehingga bisa memanggil pihak terkait untuk mengetahui kendala utama minimnya jaringan internet di Wamena dan sekitarnya,” jelasnya. Sebagaimana terlansir di kabarpapua.co

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here