Jangan Takut dan Gentar Melawan Hukuman Rasisme, Khotbah Minggu, 7 Juni 2020

0
361
Foto: Gembala Dr. Socratez S. Yoman (Dok/MW)

Khotbah Minggu, 7 Juni 2020

TEMA: JANGAN TAKUT DAN GENTAR MELAWAN HUKUMAN RASISME

Kejadian 1:26 berbunyi: Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita….”

Saudara-saudara, orang-orang kudus yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Pada minggu, 7 Juni 2020, saya datang menyapa Anda dengan Firman Tuhan Kejadian 1:26 dengan tema: “JANGAN TAKUT DAN GENTAR MELAWAN HUKUMAN RASISME.”

Saya sebagai seorang gembala, sahabat umat tertindas dan umat terabaikan serta tak bersuara, mau menguatkan dan meneguhkan serta memberikan harapan kepada Anda semua. Karena, saya lihat, saya dengar, saya ikuti serta saya alami bahwa Anda semua merasa gelisah, tertekan dan mungkin juga sedang marah.

Saudara-saudara, orang-orang yang mulia dan imamat rajani. Kegelisahan yang dialami umat Tuhan itu sangat wajar karena ketidakadilan sedang ada di depan mata kita dan diskriminasi rasial yang dilakukan penguasa Indonesia berjalan telanjang di siang bolong.

Dari mimbar minggu ini, saya mengajukan dua pertanyaan kunci. Supaya kita gumuli dan menjawabnya bersama-sama.

1. Apakah penguasa Indonesia sudah menangkap, mengadili dan memenjarakan TUHAN Allah-nya Penduduk Orang Asli Papua?

2. Apakah TNI-POLRI & Para Hakim Indonesia sudah berhasil menangkap dan mengadili serta penjarakan TUHAN Allah-nya Buchtar Tabuni, Agus Kossay, Steven Itlay, Alex Gobay, Fery Gombo, Irwanus Uropmabin, dan Hengky Hilapok, Basoka Logo?

Jabawannya: Penguasa Indonesia Tidak Mampu dan Tidak Layak Menangkap, Mengadili dan Memenjarakan TUHAN.

Saudara-saudara sebagai orang-orang benar yang Tuhan Yesus kasihi dimana saja Anda berada. Kalau jawaban kita dari dua pertanyaan ini, bahwa penguasa Indonesia, TNI-Polri dan para Hakim tidak layak, tidak berkuasa menangkap, mengadili dan menghukum TUHAN Allah-nya Penduduk Asli Papua yang hidup dan berkuasa itu, maka tepatlah dan sempurnalah tema Firman Tuhan ini. “JANGAN TAKUT DAN GENTAR MELAWAN HUKUMAN RASISME.”

Mari berdirilah teguh dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan martabat manusia serta hak politik umat Tuhan. Karena penguasa Indonesia yang rasis belum meruntuhkan langit. Langit tetap kokoh ditempatnya. Penguasa Indonesia yang rasis belum mengubah matahari menjadi bulan. Matahari tetap bersinar abadi. Artinya, kebohongan, kejahatan, kekejaman yang berlatar berlakang rasisme penguasa Indonesia semakin terbuka dan telanjang, serta tidak ada yang tersembunyi di hadapan semua umat manusia.

Saudara-saudara sebagai gambar dan rupa Tuhan. Percayalah dan berimanlah bahwa mata TUHAN sedang tertuju kepada Anda semua dalam keadaan apapun. Anda tidak sendirian dalam memperjuang kebenaran, keadilan dan kasih serta kedamaian. TUHAN ada bersama Anda setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun dan selama-lamanya. Karena TUHAN memelihara dan menyertai kita semua sesuai dengan janji-Nya. ” …ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20b).

Para pahlawan hati nurani, keadilan, penegak kebenaran, pejuang martabat manusia, kesamaan derajat dan kemanusiaan serta pejuang hak politik bangsa West Papua, yakinlah, bahwa langit ini belum runtuh. Percayalah matahari tetap matahari. Berimanlah bahwa TUHAN-mu dan Allah-mu tidak meninggalkan saudara-saudara. Saya yakin dan beriman, Anda memiliki Yesus yang hidup kekal dan berkuasa dan tidak pernah tertidur lelap. Karena, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

Orang-orang kudus yang Tuhan Yesus kasihi. Kita saksikan bersama para pejuang sejati dan berbudi luhur yang melawan rasisme Bucthar Tabuni (Deklarator dan Wakil Ketua II ULMWP) dituntut 17 Tahun. Tetapi, pelaku rasisme dihukum hanya 8 bulan penjara.

Agus Kossay (Ketua Umum KNPB) yang melawan rasisme dituntut 15 Tahun penjara. Tetapi, pelaku rasisme dituntut hanya 8 bulan penjara.

Steven Itlay (Ketua KNPB Timika) yang melawan rasisme dituntut 15 Tahun penjara. Tetapi, pelaku rasisme hanya dituntut 8 bulan penjara.

Alex Gobay (Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa USTJ) yang melawan rasisme dituntut 10 Tahun penjara. Tetapi, pelaku rasisme hanya dituntut 8 bulan penjara.

Fery Gombo (Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UNCEN) yang melawan rasisme dituntut 10 tahun penjara. Tetapi, pelaku rasisme hanya dihukum 8 bulan penjara.

Irwanus uropmabin (Mahasiswa) yang melawan rasisme dituntut 5 Tahun penjara. Tetapi, pelaku rasisme dihukum hanya 8 bulan penjara.

Hengky Hilapok (Mahasiswa) uang melawan rasisme dihukum 5 tahun. Tetapi, pelaku rasisme dihukum hanya 8 bulan.

Basoka Logo dengan jujur menyatakan bertanggungjawab atas demo damai pada 15 Agustus 2019 di Jayapura. Tetapi, aparat keamanan tetapkan Basoka sebagai tersangka dengan pasar makar dan ditahan dalam penjara.

Saudara-saudara, kita semua gambar dan rupa Allah, tetapi penguasa Indonesia sedang merendahkan martabat kita dengan tindakan rasisme. Perilaku ini jahat dan tidak manusiawi dan juga tidak dibenarkan. Karena rasisme itu kekejian dan musuh Allah. Rasisme itu musuh kemanusiaan secara global. Rasisme sangat dibenci dan ditolak oleh seluruh umat manusia. Karena rasisme merendahkan martabat manusia.

Para pejuang tegaknya martabat umat TUHAN. Anda semua telah menjadi mata-Nya Tuhan. Wajah-Nya Tuhan. Tangan-Nya. Telinganya Tuhan. Anda telah, sedang dan akan mengalahkan penguasa rasis. Anda sedang mendidik penguasa Indonesia yang rasis tentang nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kasih. Anda telah dan sedang berbicara penderitaan bangsamu kepada seluruh umat manusia di planet ini. Anda telah dan sedang telanjangi kebohongan penguasa yang rasis. Karena itu, peganglah dan lakukanlah nasihat Tuhan Yesus. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak” (Matius 5:37)..

Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Seluruh umat Tuhan di West Papua dari Sorong-Merauke dan dimana saja Anda berada. Saat ini kita saksikan bersama bahwa Buchtar Tabuni dan kawan-kawannya sedang melawan RASISME yang sudah MENJADI HUKUM DI INDONESIA. Sedang peringatkan kita semua bahwa di negara Republik Indonesia sudah tidak ada hukum. Di Indonesia sudah tidak ada moral pemimpin bangsa. Para pemimpin bangsa rasis sudah kehilangan hati nurani.
Undang-undang Negara dipermainkan dan diinjak-injak oleh para pemimpin paranoid dan hipokresi. Pancasila sudah tidak ada nilai bagi rakyat Indonesia, terutama orang Asli Papua. Diskriminadi rasial bertumbuh subur di Indonesia. RASISME menjadi Panglima di Indonesia. Korban rasisme dihukum 17 tahun sementara pelaku rasisme hanya dihukum 8 bulan.
Penguasa Indonesia sedang mempermainkan rakyat Indonesia. Para penguasa Indonesia sedang menghancurkan wibawa negara Repulik Indonesia dengan memelihara RASISME.

Penguasa rasis berlindung dibalik sombar politik dengan mitos makar, berlindung dibalik separatisme, berlindung dibalik NKRI harga mati, berlindung dibalik keamanan nasional, berlindung dibalik kedaulatan negara, dan berlindung dibalik mitos Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ini semua kebohongan yang dilakukan penguasa Indonesia yang berwatak rasis selama bertahun-tahun.

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus berkati dan kasihi. Penguasa Indonesia yang berwatak rasisme terus-menerus menipu umat Tuhan selama bertahun-tahun. Dalam siasat merampas, merampok dan menjarah serta menguasai sumber daya alam yang ada di perut bumi Papua, politik mitos makar, separatisme, NKRI harga mati, kepentingan keamanan nasional dan kedaulatan negara dapat dimanipulasi dengan rapi oleh penguasa Indonesia yang rasis. Sesungguhnya dan sebenarnya ialah penguasa rasis ini mempertahankan kedaulatan dan kepentingan bisnis dan ekonomi para penguasa dan keluarga mereka, para jenderal dan keluarga, para pengusaha sebagai pemilik modal dan keluarga.

Orang-orang kudus dimana saja Anda berada. Melalui Firman Tuhan yang berkuasa ini, saya mengajak saudara-saudara, lebih khusus rakyat dan bangsa West Papua. Kita sudah mengalami penderitaan terpanjang dan terlama di Asia Pasifik dengan perilaku penguasa Indonesia yang rasis selama lima dekade lebih. Kita sudah kenal dan tahu siapa sebenarnya Indonesia. Karena itu, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan” ( 1 Tesalonika 5:21-22).

Kepada Buchtar Tabuni dan kawan-kawan di Negeri pengasingan di Kalimatan.
Ingatlah peristiwa penangkapan dan penyaliban Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat dan Penyelamat umat manusia. Para serdadu Romawi menangkat Yesus dengan kekuatan pasukan yang besar. Raja Pilatus bersandiwara terhadap Yesus. Mahkamah Agama mencari-cari kesaksian palsu tentang Yesus. Imam Besar menghina Yesus. Imam-Imam Kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olok Yesus sampai Yesus Kristus memikul kayu salib yang sungguh berat dan Ia disalib di bukit Golgota. Kaki-Nya dipaku. Tangan-Nya kiri dan kanan di paku. Kepala-Nya dimahkotai duri. Lambung-Nya ditikam dengan tombak para serdadu romawi.

Tetapi, kuasa para serdadu, kuasa Pilatus, kuasa Mahkamah Agama, kuasa Imam-Imam Kepala, kuasa ahli-ahli Taurat, kuasa satu paku di kaki Yesus dan dua paku ditangan Yesus bagian kiri dan kanan, kuasa mahkota duri di kepala Yesus dan kuasa tombak para serdadu Romawi TIDAK dapat mengalahkan KUASA TUHAN Allah. TiDAK dapat menghilangkan kemuliaan TUHAN.

Malaikat sorgawi mengatakan kepada Buchtar Tabuni dan kawan-kawan serta kita semua. “JANGAN KAMU TAKUT, sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit…” (Matius 28:5).

TUHAN Yesus Kristus sendiri juga mengatakan kepada Buchtar Tabuni dan kawan-kawannya dan kita semua. “SALAM BAGIMU. JANGAN TAKUT. Aku telah bangkit. Aku hidup. Aku adalah Aku. Aku Allah yang berkuasa. Aku Allah yang berdaulat. Aku bersama-samamu. Aku menggembalakan dan menjaga engkau siang dan malam.

Atas kuasa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, para Imam Kepala ketakutan besar dan menebarkan dusta kepada para serdadu Romawi.

“Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu tidur. Dan apabila hal ini kedengaran wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa. …mereka (serdadu Romawi) menerima uang dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka.” (Matius 28:11-15).

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus berkati. Yakinlah bahwa semua kuasa rasisme akan runtuh dan lenyap. Karena kebohongan dan kejahatan tidak pernah berumur panjang. Maka pada tiba waktunya, para penguasa rasis Indonesia akan mengakui atas kesalahan, kejahatan dan kekejaman serta tindakan rasisme mereka. Seperti Kepala serdadu Romawi mengatakan dan mengakui.

“…Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: “Sungguh, orang ini adalah orang benar” (Lukas 23:46-47).

Buchtar Tabuni dan kawan-kawan. Ingatlah dan peganglah serta berdirlah teguh di hadapan Salib Yesus Kristus. Karena dalam Yesus Kristus ada jalan keluar yang pasti dan ada kemenangan sempurna. Maka, pada tiba saatnya, para penguasa Indonesia yang rasis ini, serdadu Indonesia, kepolisian Indonesia, para hakim Indonesia akan menyadari kesalahannya dan mengakui: “Sungguh, Buchtar Tabuni dan kawan-kawan serta rakyat West Papua adalah benar, bahwa TANAH West Papua milik mereka bukan milik Indonesia yang rasis.”

Akhir dari khotbah pagi ini, saya mau ingatkan:

1. Mari, kita lawan RASISME dengan jalan DAMAI. Karena melalui jalan damai pasti kita memenangkan pikiran dan hati baik kawan maupun para penguasa rasisme Indonesia. ” Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).

2. Mari, kita lawan RASISME dengan jalan mengutamakan TUHAN. Kita singkirkan keangkuhan dan kesombongan kemanusiaan kita. Kita melibatkan TUHAN dalam perjuangan melawan RASISME. “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

3. Mari, kita melawan RASISME dengan kuasa DOA. Yesus Kristus sudah memberikan jaminan sempurna kepada kita. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan” (Matius 7:7).

4. Mari, kita melawan RASISME dengan kekuatan KEBENARAN yang kita miliki. “…kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32).

5. Mari, kita melawan RASISME dengan MELANGKAH menggunakan semua kekuatan, talenta, karunia yang TUHAN berikan kepada kita. Ada tongkat “Musa” di tangan Anda. Ada lima roti dan dua ikan di tangan Anda. Ada jala ikan di tangan Anda. Mari, kita berdiri teguh untuk melawan RASISME yang merendahkan martabat kemanusiaan kita. Posisi kita, ilmu pengetahuan kita, skill kita gunakan untuk melawan RASISME dan untuk kebesaran dan kemulian nama Allah, Tuhan Yesus Kristus.

Karena, “Pencuri (penguasa Indonesia yang rasis) datang hanya untuk mencuri (kekayaan alam di Papua) dan membunuh dan membinasakan (orang asli Papua); Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” ( Yohanes 10:10).

Doa dan harapan saya, melalui Firman Tuhan pada pagi ini, Buchtar Tabuni dan kawan-kawan di Kalimantan, Basoka Logo di Jayapura dan Anda bersama keluarga serta saya bersama istri dan kedua putra kami mendapat berkat kekuatan, pencerahan serta motivasi baru.

Tuhan memberkati. Amin

 

Ita Wakhu Purom, Minggu, 7 Juni 2020

Pengkhotbah:
Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua;
Anggota DEWAN GEREJA PAPUA (DGP).
==========

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here