Surat terbuka: Perihal, Penolakan Pembangunan Kodim Baru di Lokasi PUMBANAK di Kab. Lanny Jaya

0
708
Foto Gembala Dr. Socratez S. Yoman Presiden baptis Papua (Dok/MW)

JAYAPURA, MAJALAHWEKO- Presiden baptis West Papua Gembala, Dr. Socratez S. Yoman mengeluarkan;

Surat terbuka:

Perihal: Penolakan Pembangunan Kodim Baru di Lokasi PUMBANAK di Kab. Lanny Jaya

Kepada Yang Terkasih,
1. Dandim 1702 Jayawijaya di Wamena;
2. Bupati Kabupaten Lanny Jaya; dan 2.Ketua DPR Kabupaten Lanny Jaya

Di TIOM.

Shalom!

Surat terbuka ini merupakan sikap resmi saya sebagai pemimpin Gereja Baptis untuk MELINDUNGI tanah rakyat di Lanny Jaya pada umumnya dan khususnya di kampung Pumbanak, Tiom, Lanny Jaya.

Dasar surar pelonakan saya untuk diketahui Dandim 1702 Jayawijaya, Bupati Lanny Jaya dan Ketua DPR Lannya Jaya sebagai berikut.

1. Dasar Teologis

TUHAN Allah berkata: ” Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku” (Imamat 25:23).

“Jangan engkau memidahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek moyangmu.” ( Amsal 22:28).

“Janganlah engkau memindahkan batas tanah yang lama, dan memasuki ladang anak-anak yatim. Karena penebus mereka kuat, Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.” (Amsal 23:10-11).

2. Filososi Orang Lani

Pak Dandim 1702 Jayawijaya, Bupati Lanny Jaya dan Ketua DPR Lanny Jaya jangan tabrak filosofi hidup orang Lani

FILOSOFI HIDUP ORANG LANI Tanah sebagai kekayaan dan warisan sangat berharga dalam hidup orang Lani. Tanah sebagai sumber hidup orang Lani. Tanah sebagai Mama orang Lani. Tanah sebagai roh orang Lani. Tanah sebagai investasi dan modal hidup anak dan cucu Orang Lani. Karena itu, tidak ada alasan untuk jual tanah atau serahkan tanah kepada siapapun, alasan apapun dan kepentingan apapun.

Menjual tanah berarti kita menyerahkan dan mengantungkan hidup kita di tangan orang-orang pendatang. Menjual tanah betarti kita menanam kemiskinan dan kemelaratan seumur hidup. Menjual tanah berarti kita menghancurkan masa depan anak dan cucu kami. Menjual tanah berarti kita membunuh masa depan anak dan cucu kami.

3. Dasar kepemilikan Tanah di Lanny Jaya adalah komunal, tetapi bukan milik satu keluarga atau satu marga.

Contoh saat ini, tanah yang rencana mau dibangun Kodim baru, Pumbanak bukan hanya milik marga Kogoya. Tetapi, Tanah itu tentu milik bersama:
3.1. Yigibalom dan Kogoya;
3.2. Wenda dan Kogoya; dan
3.3. Wakerkwa dan Kogoya.

Saudara Dandim 1702 Jayawijaya, bupati Lanny Jaya dan Ketua DPR Lanny Jaya HARUS dengar suara marga Yigibalom, marga Wenda dan marga Wakerkwa, JANGAN hanya dengar marga Kogoya. Karena Itu bukan tanah milik satu keluarga.

4. Saya mendapat laporan, bahwa membicarakan nasib TANAH Pumbanak yang ada di Kabupaten Lanny Jaya, dibicarakan di Tolikara, di Wamena dan di Jayapura.

Saudara Dandim 1702 Jayawijaya, bupati Lanny Jaya dan Ketua DPR Lanny Jaya, kalau mau berbicara tentang nasibTANAH di Lanny Jaya, harus berbicara di tempatnya, bukan di luar-luar.

5. Saudara Wemban Kogoya, Yawiluk Karno Kogoya, Lemban Kogoya yang mengaku diri pemilik TANAH di Pumbanak secara tunggal, itu perlu ditinjau kembali. Karena, leluhur, nenek moyang dan orang tua, mereka tidak pernah atau belum pernah buat kebun, buat pagar, buat honai secara tunggal HANYA marga Kogoya. Tetapi yang benar ialah mereka selalu hidup bersama sebagai milik bersama, yaitu Yigibalom-Kogoya, Wenda-Kogoya dan Wakerkwa-Kogoya.

6. Saya mendapat laporan dari lapangan bahwa saudara Wemban Kogoya mengaku di depan Dandim 1702, pemda Kab. Lanny Jaya dan orang-orang Lanny Jaya bahwa:

” TANAH ini milik saya. Orang tua saya terima Injil dari atas TANAH ini. Jadi, saya persembahkan untuk membangun Kodim baru di atas TANAH saya.”

Saudara Wemban Kogoya, Anda orang yang sangat keliru. Mungkin Anda sudah menjadi sinting atau gila. Mengapa?

Kalau orang tua terima Injil dari atas TANAH itu, yang HARUS dan WAJIB Anda lakukan ialah jaga dan lindungi TANAH itu sebagai warisan yang sangat berharga.

TUHAN Allah sampaikan kepada Adam di Taman Eden dan kepada suku Lani dan juga leluhur, Nenek moyang , orang tua Wemban Kogoya bahwa Anda HARUS memelihara dan mengusahakan TANAH Pumbanak BUKAN jual kepada orang lain atau serahkan kepada TNI.

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” ( Kejadian 2:15).

Jadi, Saudara Wemban Kogoya dan Yawiluk Karno Kogoya, kamu sudah menyakal Injil dan menonak salib. Kamu sudah membuang berkat TUHAN. Kamu sudah membuang berkat orang tua.

Kamu sudah menjual tulang-belulang leluhur, nenek moyang dan orang tua. Kamu sudah mengutuk diri sendiri karena kamu tidak memelihara dan melindungi tulang-belulang orang tua.

Saudara Wemban Kogoya dan Karno Yawiluk Kogoya kamu sudah menjual hak kesulungan dengan kacang merah. Kamu sudah menjadi sama seperti Esau yang menjual hak kesulungan dan berkatnya kepada Yakub.

7. Yang terhormat Dandim 1702 Jayawijaya dan bupati dan Ketua DPR bersama anggota, Anda perlu tahu, bahwa biasanya terjadi perang besar-besaran diantara orang Lani karena tiga substansi masalah, yaitu: TANAH, PEREMPUAN dan BABI.

8. Bahaya dan Ancaman Serius yang HARUS diselesaikan oleh Dandim 1702 dan bupati dan Ketua DPR Lanny Jaya.

8.1. Segera mencarikan lokasi baru lebih aman dan membangunkan perumahan yang layak huni untuk warga gereja Baptis di Ndukom (Dukom). Karena ada bahaya-bahaya limbah (AMDAL) dari ketinggian lokasi Pumbanak, maka akan merusak sumber air mereka dan juga sumber pendapatan sehari-hari mereka.

Kerusakan dan pencemaran sumber air dan tanah ini akan selama-lamanya. Kalau sumber air mereka sudah tercemar dan tanah sumber pendapatan mereka juga tercemar, maka sakit penyakit akan menyerang penduduk di Ndukom (Dukom), dan mereka akan mengalami kesakitan dan juga kematian.

Jadi, saya berkesimpulan bahwa kehadiran Kodim baru ini dipaksakan di gunung Pumbanak berarti ada tujuan untuk membinasakan Penduduk Asli di Gereja Baptis Ndukom.

8.2. Segera mencarikan lokasi baru untuk kekuarga Wemban Kogoya bersama keluarga sebagai ganti-rugi Tanah yang sedang diproses. Karena, saya yakin 100% keluarga Wemban Kogoya bersama saudara-saudaranya akan ditolak di seluruh Kabupaten Jaya.

Pak Dandim 1702 Jayawijaya, apakah Saudara percaya atau tidak, penolakan terhadap Saudara Wemban Kogoya, Karno Yawiluk Kogoya dan keluarga selamanya tidak akan dihargai dan tidak diterima oleh seluruh Orang Lani. Karena mereka ini dinilai sudah “muludah” dan sudah menjual hak kesulungan mereka.

Selain pak Dandim 1702 carikan lokasi baru, uang yang disiapkan untuk proses pembayaran pelepasan Tanah itu belikan rumah kost, hotel di luar kabupaten Lanny Jaya. Karena Anda sudah ambil tanah mereka.

Pak Dandim 1702 Jayawijaya, kalau tidak ada solusi, jangan cabut akar kehidupan kami dan juga jangan pisahkan kami dengan ibu/mama kami. Karena leluhur dan nenek moyang kami dapat wariskan kepada kami dan ana cucu sebagai kekayaan SANGAT berharga. Silahkan cari tempat lain. Di sini bukan tanah kosong. Di sini ada pemilik dan penghuni. Ini tanah komunal bukan tanah perorangan. JANGAN pisahkan kami dari MAMA/IBU kami.”

Pak Dandim 1702 Jayawijaya Ingat! Jangan lupa! Jangan mata buta. Jangan tuli. Dua mata untuk melihat keadaan rakyat. Dua telinga untuk mendegar suara rakyat. Jangan seperti tidak punya akal sehat, mata buta dan telinga tuli.

9. Dalam perintah TUHAN sangat jelas, yaitu taman Eden Papua ini bukan untuk dijual, bukan untuk Transmigrasi, bukan untuk bangun basis TNI/Polri dan bangunan lain-lain. Taman Eden di Papua diberikan TUHAN kepada Orang Asli Papua untuk USAHAKAN dan MEMELIHARA.

Karena bagi orang yang menjual Tanah adalah orang yang tidak berhikmat dan tidak berakal budi. Orang yang menjual Tanah adalah orang tidak berilmu dan bodoh. Orang yang menjual Tanah adalah yang menciptakan kemiskinan pemanen untuk anak dan cucunya.

Orang menjual Tanah adalah orang yang menjadikan anak dan cucunya menjadi budak-budak dan pengemis abadi di atas tanah leluhur mereka. Orang yang menjual Tanah adalah orang yang tidak menghormati TUHAN dan leluhur/nenek moyangnya.

Orang yang menjual tanah mengantungkan hidup dan harapan semu/sia-sia kepada orang-orang pendatang. Orang yang menjual tanah adalah orang-orang yang menjual tulang belulang leluhur dan nenek moyangnya. Terkutuklah mereka yang menjual tanah.

Tanah adalah mama/ibu kita. Tanah adalah hidup kita. Tanah adalah kekayaan sangat berharga bagi anak dan cucu kita. Tanah adalah investasi dan tabungan dan kekayaan masa depan anak dan cucu kita.

Pesan saya kepada semua orang Lani yang sudah punya pendidikan. Kamu semua dan masing menjadi pagar untuk melindungi dan menjaga rakyat dan tanah adat dan milik mereka masing-masing.

“Rakyat Papua dan orang Lani bisa hidup tanpa uang, tapi mereka tidak bisa hidup tanpa tanah.”

“TIDAK ADA TANAH KOSONG DI LANNY JAYA.”

10. Sumber dana. Saya mau tanyakan kepada Saudara Dandim 1702 Jayawijaya, darimana sumber dana untuk membangun Kodim baru di Lanny Jaya? Apakah APBD dari kabupaten Lanny Jaya?

Kalau sumber dana dari APBD Kab. Lanny Jaya, berarti saudara Dandim 1702 Jayawijaya sudah merampas hak milik rakyat Lanny Jaya. Mereka butuh pendidikan yang layak, kesehatan yang layak bukan Kodim baru.

Bagi saya dan rakyat Lanny Jaya, Kodim 1702 Jayawijaya sudah cukup untuk semua kabupaten pemekaran dari Kabupaten Induk.

11. Terakhir ini saya mau ingatkan saudara Dandim 1702 Jayawijaya, Anda tidak melihat bahaya-bahaya Covid-19 dan langsung mengadakan pertemuan dengan masyaramat yang mengaku diri pemilik Tanah Pumbanak. Saudara jangan paksakan kami dan rampas tanah kami.

12. Saudara Dandim 1702 Jayawijaya saya akan menunggu jawaban Anda untuk point No.8.1. dan No. 8.2. Pak Dandim 1702 segera utamakan ini.

Doa dan harapan saya melalui surat singkat ini mendapat pencerahan bagi yang membacanya, terutama Dandim 1702 Jayawijaya.

Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.

Ita Wakhu Purom, Selasa, 21 April 2020

Badan Pelayan Pusat
Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua,

Presiden,

Dr. Socratez S.Yoman, MA

Tembusan Yang Terhormat:

1. Seluruh rakyat Papua dari Sorong-Merauke;.

2. Seluruh Anggota Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua;

3. Seluruh Anggota Baptis di Kabupaten Lanny Jaya.

4. Seluruh pejabat kabupaten Lanny Jaya;

5. Saudara Wemban Kogoya, Karno Yawiluk Kogaya yang sudah di UDARA/AWAN-AWAN. (Anda sudah ada di UDARA/AWAN-AWAN karena Anda sudah jual tanah leluhur dan jual tulang-belulang).

Editor: Pianus/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here