Antara Lockdown dan Kompromi dua Provinsi di Papua

0
900
Foto bersama Gubernur Papua dan gubernur Papua barat ketika berbincang-bincang ( Dok/MW)

JAYAPURA, MAJALAHWEKO- Oleh: Dr. Ibrahim Peyon

Dua putra pegunungan Papua menjadi gubernur untuk dua Provinsi Papua. *Lukas Enembe* dari Pegunungan Tengah New Guinea, dan *Dominggus Mandacan* dari pegunungan Arfak New Guinea.

Dua gubernur anak pegunungan ini memiliki kebijakan yang berbeda tentang Papua. Enembe lebih berani dan pro rakyat Papua, sedang Mandacan masih ragu-ragu dan pro keinginan penguasa Jakarta.

Enembe lebih berani dan tidak hitung kehilangan jabatan, sedang Mandacan tidak berani dan takut kehilangan jabatan. Enembe lebih sayang pada bangsanya, sedang Mandacan ragu-ragu, tidak tegas dan tidak sayang pada bangsanya.

Sikap dua anak pegunungan ini telihat dalam beberapa kebijakan atas Papua. Contoh pertama, kasus rasisme tahun 2019 lalu, sikap Gubernur Enembe tegas dan jelas atas rasisme Indonesia, dan bawa aspirasi rakyat Papua kepada Jokowi secara murni. Sedang Gubernur Mandacan, hari pertama bicara berani di televisi tetapi hari-hari selanjutnya sikap itu telah berubah, ragu-ragu, pasra, dan tunduk pada Jakarta.

Contoh kedua, sikap dua Gubernur ini atasi virus Korona. Gubernur Enembe tegas lockdown, sedang sikap Mandacan tidak tegas, ragu-ragu, takut dan tunduk pada tekanan Jakarta.

Dua gubernur, dua anak pegunungan ini menunjukkan dua sikap yang berbeda. Sikap tunduk, takut, ragu-ragu adalah sikap Inlender pada masa kekuasaan Benda dulu dalam sejarah Indonesia. Sikap macam itu adalah sikap para tertindas yang tunduk pada kekuasaan, karena sikap berani yang asli telah didokrin dalam ideologi kolonial terutama pada penduduk asli yang dikolonisasi atau diduduki itu.

Bila orang memiliki sikap macam ini mereka tidak akan menyelematkan bangsa mereka pada kebebasan sejati, melainkan mereka selalu hidup pada kebebasan semu yang tidak jelas.

Reporter: Nuken/MW

Editor: Pianus/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here