Surat Terbuka Kedua: Tutup Akses ke Papua dan Papua Barat sebagai Solusi perventif yang tepat

0
395
Foto: Gembala Dr. Socratez S. Yoman (Dok/MW)

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Dr. Socratez S.Yoman, MA menulis surat terbuka kedua, yang ditunjukan kepada Bapak gubernur Papua dan Papua Barat, demi selamatkan rakyat dan bangsa West papua. Berikut suratnya:

Surat Terbuka Kedua:
Perihal: PLEASE LOCKDOWN PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT

Kepada Yang Terkasih,
Bapak gubernur Papua dan Papua Barat
Di Tanah Papua

Shalom!

Terimalah salam hangat, doa dan seruan saya dari Ita Wakhu Purom, Jayapura- Papua.

Bapak gubernur Papua dan Papua Barat yang saya kasihi. Kita sebagai orang beriman percaya bahwa ada kuasa pada kita untuk mengusir dan mengalahkan kuasa dan kekuatan dunia.

Tuhan Yesus berkata kepada kita semua: “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kamu.” (Lukas 10:19).

Selain ada kuasa dari Tuhan Yesus Kristus kepada kita, ada nasihat bijak kepada kita sebagai berikut:

“Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka” (Amsal 22:3).

Tuhan buat manusia dengan dua mata supaya melihat masalah dengan jelas dan terang tentang kebaikan Tuhan dan juga tentang bahaya-bahaya yang mengancam kita.

Tuhan membuat kita dengan dua telinga supaya mendengar dengan baik dan sempurna suara Tuhan dan juga kita mendengar tentang berita-berita yang mengancam dan membahayakan kita.

Karena itu, dalam konteks West Papua dari Sorong-Merauke, rakyat meninggal karena sakit normal dan kelaparan bisa kita atasi karena sakit normal dan kelaparan bukan penyakit menular dan itupun dalam jumlah relatif kecil.

Tetapi, rakyat Papua akan mati karena virus corona/covid-19 tidak bisa kita atasi karena itu penyakit sangat berbahaya yang menular dengan cepat dan sangat mematikan. Virus corona-covid 19 harus dilawan.

Cara kita lawan ialah lockdown sebagai solusi perventif yang tepat. Pemda provinsi Papua dan Papua Barat jangan hitung-hitung jumlah penderita virus vorona-covid-19 dan doyan siaran perss. Jangan mengandalkan kekuatan uang.

PLEASE Lockdown…. lockdown .. lockdown… lockdown… sebagai langkah preventif dan proteksi rakyat Papua dan Papua Barat untuk mengurangi resiko-resiko besar dan juga biaya yang tidak sedikit.

VIRUS CORONA/COVID-19 MERUPAKAN BAHAYA ANCAMAN KEMANUSIAAN. KARENA ITU, SAYA BERSERU UNTUK TUTUP AKSES. KARENA INI BUKAN HANYA TANGGUNGJAWAB PEMERINTAH, TETAPI UNTUK MELAWAN VIRUS CORONA TANGGUNGJAWAB SEMUA UMAT MANUSIA DI TANAH PAPUA.

TUTUP AKSES KE PAPUA. TUTUP AKSES KE PAPUA. TUTUP AKSES KE PAPUA. SELAMATKAN UMAT TUHAN DARI SORONG-MERAUKE ADALAH SOLUSI PREVENTIF DAN MEMINIMALISIR PENYEBARAN DAN KORBAN VIRUS CORONA/COVID-19.

Tuhan memberkati orang-orang yang mendengar seruan singkat ini. Terima kasih.

Ita Wakhu Purom, Minggu, 22 Maret 2020.
Dr. Socratez S.Yoman, MA, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Tembusan kepada:
1. Ketua DPRP Papua dan Papua Barat.
2. Ketua MRP Papua dan Papua Barat.

Reporter: Nuken/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here