Surat Terbuka Kepada Pemerintah Daerah Papua, Menghadapi Bahaya Virus Corona

0
401
Foto Benyamin gurik Aktivis pemuda Papua (Dok/MW)

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Menanggapi Bertambahnya Penderita Virus Corona Indonesia, Benyamin Gurik Selaku Aktivis Pemuda Papua Membuat Surat Terbuka Kepada Pemerintah Daerah Papua.

Surat Terbuka Menghadapi Bahaya Virus Corona (COVID 19) DI TANAH PAPUA

KEPADA YTH
BAPAK GUBERNUR TANAH PAPUA
KETUA MRP TANAH PAPUA
KETUA DPR TANAH PAPUA
PANGLIMA DAN KAPOLDA TANAH PAPUA
FORKOPIMDA PROVINSI HINGGA KABUPATEN SE-TANAH PAPUA
KEPALA DISTRIK SETANAH PAPUA
KEPALA KAMPUNG DAN LURAH SETANAH PAPUA
Tokoh Adat, Agama, perempuan, pemuda dan para kepala suku SETANAH Papua.

Saya Benyamin Gurik, Aktivis pemuda di Jayapura meminta perhatian bapak/ibu tersebut diatas untuk mempertimbangkan segera cara strategis, komprehensif dengan memperhatikan karakteristik budaya yang bisa memicu penyebaran virus corona, juga dengan memperhatikan ketersediaan fasilitas pencegahan dan penanganan di Papua yang jelas jauh dari angka memenuhi standar minimum. saya usulkan bahan pertimbangan berikut ini untuk segera di perhatikan.

PENANGANAN VIRUS CORONA DI INDONESIA SEJAK TERKONFIRMASI DARI SATU ORANG SAMPAI HARI INI SUDAH MELEWATI ANGKA 30an. Artinya bahwa virus ini di indonesia setiap hari bukan berkurang tapi selalu bertambah. begitu pula angka kematian karena virus ini tidak ada yg bisa menjamin, termasuk presiden sekalipun bahwa akan berkurang atau kasus kemarin di bali itu yang terakhir.

lihat saja negara² maju sekelas Italy, Iran, bahkan negara² dengan fasilitas kesehatan terbaik di dunia saja kewalahan menghadapi bahaya virus satu ini. sementara kita masih eforia dengan menggampangkan perkuat imunitas tubuh? cuci tangan disini dan disana? kira² pemerintah tahu ketahanan tubuh OAP saat ini kah? kira² ada fasilitas cici tangan diseluruh sudut kota kah? Kita papua ini daerah tropis. jalan 5 meter su mandi keringat. lalu kalo su keringat, karena tangan tidak boleh mengusap wajah terus mo pake kaki seka keringat di mata dan wajah kah?

Tolong…. berfikir wajar, sadar dan kontekstual bapa/ibu sekalian. ini Papua.

saya dengan sangat rendah hati meminta pemerintah Papua agar segera menyurat presiden untuk menunda PON tahun ini di Papua. PON 20/2020 harus di Undur sampai Virus corona betul² habis atau ada antivirus yg dapat mengobati virus satu ini di Papua.

Jangan anggap remeh atau menggampangkan penanganan virus ini bapak/ibu sekalian yg mulia…!!!

Saya minta kita realistis saja. Bahwa 1 orang Papua terinfeksi hari ini, tingkat kerawanan penularan terlalu tinggi. Budaya org Papua harus salaman dari satu orang ke orang lain ini bisa menyebabkan sehari saja kita bisa tularkan 50-100 orang.

contoh saja, kalo 1 orang pegang tangan dengan 100 orang berikut, atau jalan batuk sembarang kemudian menularkan ke yang lain lagi, nanti rumah sakit mana di Papua yang bisa tampung seluruh pasien yang disebabkan oleh ulah 1 orang yang jalan bagi virus ke 100 orang lain ini. belum lagi 100 orang ini pergi salaman orang baru lain lagi.

Siapa yang jamin orang Papua punya daya tahan tubuh kuat. jangan berasumsi tanpa data medis soal daya tahan tubuh orang Papua bisa menghadapi bahaya virus satu ini. saya tidak yakin itu!

Untuk itu, Tanpa mengurangi rasa hormat saya minta kepada bapak/ibu pembuat kebijakan di Papua yang saya sebutkan diatas agar;
Kesatu; Segera buat rancangan peraturan atau apapun namanya untuk persiapan melockdown Papua sewaktu² jika wabah ini semakin meluas di luar.

Kedua; Minta Presiden keluarkan surat penundaan PON sampai indonesia benar² bersih dari virus satu ini..

Ketiga; Kerahkan seluruh kekuatan dan fasilitas keuangan daerah dan tenaga ahli untuk membangun fasilitas dengan daya tampung memadai dengan kualifikasi sesuai standar WHO untuk menjaga 3 juta manusia Papua yg hidup di Papua.

Keempat; siapkan rancangan peraturan pembatasan jam belajar, ibadah di gereja, Masjid, tempat hiburan malam, juga hentikan ivent² yg menghimpun orang dalam jumlah banyak di suatu ruang atau tempat.

Kelima; Sa minta pertimbangkan himbauan presiden dan perangkat kementerian di pusat yang berbicara menggampangkan pencegahan virus ini. menurut saya kita di Papua berbeda dengan jakarta. jumlah ketersediaan alat dan tenaga medis serta fasilitas kesehatan di Papua ini sangat² terbatas untuk mengisolasi pasien, atau untuk mengobati pasien. beda dengan Jakarta atau jawa yang jumlah rumah rumah sakit lebih banyak dari pasien. wajar presiden atau pejabat kementrian berbicara seolah mudah mengatasi masalah ini karena dasar pernyataannya jelas dengan melihat jumlah fasilitas dan tenaga kesehatan disana yg cukup memadai.

Keenam; angka penderita TB paru di Papua cukup tinggi. virus ini sampe di honai satu di gunung, satu kampung, bahkan kabupaten bisa punah. jangan main². tidak ada rumah sakit di gunung² dan daerah terisolir di pedalaman Papua.

Ketujuh; Papua ini daerah termiskin dengan data BPS beberapa tahun terkahir menunjukan angka kematian ibu dan anak masih yang tertinggi di Indonesia. jangan karena virus satu ini dan karena cara kita menggampangkan penanganan virus ini kita musnahkan 3 juta manusia pemilik tanah ini dengan Cepat.**

____________________
Penulis adalah Benyamin Gurik Aktivis Pemuda Papua
Editor: Nuken/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here