KABESMA UNCEN melakukan aksi demo damai untuk 7 tapol di Kalimantan, ini Pernyataan sikapnya

0
583
Foto massa  aksi demo mahasiswa UNCEN Untuk 7 tapol di Kalimantan dan semua tapol di seluruh Nusantara. Senin, 2/03/2020-MW/Pianus

JAYAPURA, MAJALAHWEKO- Demo damai ini dihadiri keluarga  besar mahasiswa  (KABESMA) UNCEN dari 9 Fakultas. Yang di pimpin langsung pimpinan-pimpinan mahasiswa dari 9 BEM DPMF Dengan tuntutan “SEGERA BEBASKAN 7 TAPOL DI KALIMANTAN DAN DI SELURUH NUSANTARA ”

Salah satu orator menyampaikan, “Mereka bukan  Aktor dari Rasisme ,tapi mereka adalah ujung tombak dari Rasisme , herangnya Negara ini di lindungni oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis, terutama Pasal 16,

“Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pasal 4 UU No 40 tahun 2008 sendiri berbunyi
Tindakan diskriminatif ras dan etnis

Pertanyaan nya :
Ko aktor pelaku dari Rasisme di beri ponis 5-7 bulan ,bagimana dengan korban Rasiame 7 tapol di Kalimantan ..?

Harapan kami.
Semua birokerat di provinsi papua ,
GUBERNUR, MRP, KAPOLDA, PANGDAM & KEPALA KEJATI, semua org papua yang termasuk korban RASISME kenapa membiarkan begitu saja , Hukum yang di pakai Kalimantan sama dengan hukum yang pakai di Papua baru kenapa melepaskan tangan dari Bapak-bapak Tokoh-tokoh dan Intelektual Membiarkan mereka sidang di kalimantan .
Segera melepaskan mereka kurang dari pelaku Karena mereka adalah korban bukanya pelaku.

Foto mahasiswi Uncen saat aksi demo damai di Jayapura, Papua, 02/03/2020-MW/Pianus

KELUARGA BESAR MAHASISWA
==== KABESMA===
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DAN DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA
UNIVERSITAS CENDERAWASIH JAYAPURA
__________________________________________

MENYATAKAN SIKAP

Setelah Sri Susanti bersama rekan-rekan yang mengatas namakan ORMAS yang kemudian membuat pernyataan rasis terhadap mahasiswa papua di surabaya pada tanggal 16 dan 17 agustus 2019, selalu. Membuat Rakyat Papua Marah. Hal tersebut ditandai dengan demonstrasi di seluruh kota Papua dan Papua Barat. Demonstrasi tersebut di monitori oleh mahasiswa dan OKP yang ada di tanah papua maupun papua barat namun demonstrasi tersebut berakhir ricuh. Sehingga para pemimpin organisasi mahasiswa maupun OKP yang turut mengambil bagian dalam demonstrasi tersebut semua dijalankan tersangka dan dituntut tidak sesuai dengan perbuatan mereka.

Sedangkan aktor rasis di surabaya dijatuhkan hukuman 5 bulan dan 7 bulan tidak sesuai perbuatan, namun rakyat papua terutama 4 orang pimpinan Mahasiswa dan 3 orang pemimpin organisasi pergerakan yang merupakan korban daripada isu rasisme tersebut dituntut 12 tahun hingga seumur hidup, maka dengan tegas kami, BEM dan DPMF 9 Fakultas Universitas Cendrawasih  meminta.

1. Presiden republik indonesia joko widodo, segera bebaskan tanpa syarat dan menindaklanjuti data korban tahanan politik maupun tahanan korban prasasti yang berjumlah 57 orang di seluruh indonesia yang telah diserahkan oleh, Veronica koman di Australia dan BEM Universitas Indonesia melalui menko polhukam di jakarta.
2. Gubernur, DPR dan MRP segera mengambil langkah untuk mendapatkan mahasiswa papua dan tapol papua di seluruh Indonesia, yang ditahan karena isu Rasisme.
3. Segera bebaskan tanpa syarat 7 tahanan rasisme di balikpapan yang saat ini sedang menjalani proses hukum, mereka merupakan korban dari pada Rasisme.
4. Segera dapatkan suriah Anta dengan kawan-kawan yang sedang menjalani sidang di jakarta.
5. Para penegak hukum maupun JPU harus memegang teguh pada prinsip-prinsip hukum yang ada terutama asas Equality Before The Law atau persamaan hak dihukum sebagai warga negara yang sama.
6. Apabila point 1_5  di atas tidak ditindaklanjuti, maka kami mahasiswa dan pemuda bersama rakyat akan siap melakukan gerakan pembatalan PON XX 2020 di tanah papua.

Dan segera tanpa syarat di dibebaskan tahanan politik Isu Rasisme.
Di seluruh Nusantara.

 

SUARA KORBAN RASISME

Editor: MW/Pianus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here