Terdakwa Aktor Rasisme di Surabaya Lima Bulan Vonis dan Tahanan Rasisme Papua Dengan Pasal Makar

0
207

Keterangan Foto: Tujuh Tahanan Rasisme beserta Pengacara Papua dan Anggota MRP.

JAYAPURA, MAJALAHWEKO – Terdakwa Aktor Rasisme di Surabaya Lima Bulan Vonis dan Tahanan Rasisme Papua Dengan Pasal Makar

Oleh : Horodes

Setelah melihat di media Nasional CNN Indonesia edisi Kamis,  30 Januari 2020, Terdakwa Syamsul Arifin, oknum aparatur sipil negara (ASN) yang meneriakkan ujaran Rasisme saat insiden Asrama Mahasiswa Papua  di Surabaya, divonis 5 bulan penjara.

Putusan Syamsul, dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Yohanes Hehamony di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya.

Keprihatinan terhadap Negara dengan putusan yang diberikan tidak sebanding dengan hukumam yang diberikan. Sementara,  Mahasiswa dan Rakyat Papuayang memprotes  sebutan Rasis terhadar Rakyat Papua  ditahan dan dituntut lebih dari terdakwa aktor Rasis di surabaya.

Negara tidak adil mengambil kebijakan terhadap persoalan.  Penahanan Mahasiswa dan Rakyat Papua akibat persoalan Rasisme adalah getah dari aktor Rasis. Negara harus jelih melihat persoalan ini dengan serius.

Penangkapan hingga penahanan mahasiswa dan rakyat Papua oleh Kepolisian Papua, tanpa melihat akar masalah dan menerbitkan dengan  pasal Makar dan penghasutan dan pasal alternatif lainnya.

Perlu diketahui oleh semua pihak bahwa, Sebutan Rasisme oleh terdakwa itu, justru memberikan dampak buruk atau angin tidak segar bagi orang Papua.  Sehingga, Mahasiswa dan rakyat Papua melakukan protes kepada Negara melalui Pemerintah Papua untuk diteruskan kepada Presiden RI, bahwa Stop melakukan Intimidasi, Persekusi,  Diskriminas dan Rasisme teehadap Mahasiswa dan Rakyat Papua dan segera menangkap aktor atau pelaku yang menyebutkan Monyet kepada mahasiswa dan rakyat Papua.

Sikap jelas yang dilakukan oleh mahasiswa dan rakyat Papua.  Hampir berkali-berkali di dalam dunia apa saja,  Non Papua menyebutkan orang Papua Monyet, Mendiskriminasi, Persekusi dan lain sebaginya.  Sehingga melalui aksi protes ingin menyampaikan kepada Negara bahwa orang Papua adalah orang suci dan perlu dihargai dan dijunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Bagaimana dengan penahanan Rasisme?

Melihat dengan berita hari ini di CNN Indonesia,  bahwa terdakwa aktor Rasisme di surabaya divonis lima bulan penjara. Maka,  Penahanan Rasiame di Indonesia harus dibebaskan tanpa syarat.

Tahanan Rasisme  baik di Jakarta bahkan Papua dan Kalimantan adalah korban Rasisme. Mereka bukan aktor Rasisme, mereka menyikapi dan menyampaikan aksi protes atas sebutan monyet. Mereka harus dibebaskan tanpa syarat.

Dengan demikian,  ada beberapa rekomendasi untuk instansi terkait di Papua sebagai berikut: “Segera Bebaskan Tahanan Rasisme di Indonesia tanpa syarat, baik di Jakarta,  Kalimantan dan Papua.  Mereka adalah Korban Rasisme”.

Sumber: Kabarmapegaa.com

Editor: Pianus/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here