Pemkab Lanny Jaya Melelang Jabatan Sekda untuk Putra Daerah terbaik

0
72

Foto ilustrasi, pimpinan OPD baru saat menerima DPA tahun 2020. – MW/Pianus

MAJALAHWEKO, SENTANI – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya akan melelang jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya kepada putra daerah terbaiknya. Lelang jabatan itu dilakukan setelah jabatan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kosong. Pejabat lamanya, Christian Sohilait, telah ditunjuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua.

Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom menyatakan akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Lanny Jaya. Setelah itu, ia akan melelang jabatan Sekretaris Daerah itu, untuk bisa mendapatkan putra terbaik Lanny Jaya menduduki jabatan tersebut.

“Pertama itu saya tunjuk dulu Pelaksana Tugas dulu. Baru nanti dilelang. Jabatan Sekretaris Daerah tidak bisa penunjukan, harus dilelang,”kata Yigibalom kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).

Yigibalom berharap siapapun putra yang nantinya terpilih menjadi Sekretaris Daerah Lanny Jaya dapat bekerja dengan sama dengan dirinya. “Kalau biasanya [memiliki] hati negatif untuk bupati, ya dia tidak bisa jadi Sekretaris Daerah. Jadi, jangan bermimpi untuk menjadi Sekretaris Daerah dengan sembarang,” tegas Yigibalom.

Ia juga berharap Sekretaris Daerah Lanny Jaya yang baru akan dapat menyamai pencapaian kinerja Christian Sohilait, atau bahkan melampauinya. “Sekretaris Daerah yang baru dia harus seimbang atau harus lebih [bagus dibandingkan pejabat lama. Jangan [sampai kinerjanya] di bawah [pejbat lama]. Kalau kurang, pasti masyarakat akan bilang ‘kalau Sekda yang dulu boleh, kita harapkan yang itu saja’.”

Christian Sohilait sendiri telah dilantik oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua pada 23 Januari 2020 lalu. Usai melantik 28 pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) itu, Tinal meminta para pimpinan OPD untuk menjalankan kewenangan Otonomi Khusus Papua secara baik.

Tinal menyatakan kewenangan yang diberikan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak hanya untuk dihafalkan. “Kalau otonomi secara umum sudah hal yang biasa, tinggal ke toko buku atau klik online sudah tahu Undang-undang [Otsus Papua]. Kalau sudah hafal undang-undang diluar kepala, itu tidak hebat, hal itu anak SD juga bisa lakukan.  Tapi, kalau anda bisa mengambil kebijakan, itu baru anda hebat,” ujarnya.

Tinal menekankan seorang pimpinan harus bisa bekerja untuk meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat di Papua, baik dalam masalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan hal lainnya. “Papua ini anomali. Jumlah penduduknya plus-minus 3 juta jiwa, masa susah sekali dibuat maju dan sejahtera,” katanya.(JUBI)

Editor: Pianus/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here