Mahasiswa Korban Rasisme Diinstruksi Posko Pembatalan PON 2020 di Jayapura

0
312
Diinstruksi Posko Pembatalan PON 2020 di Jayapura-(Boas/MW)
Diinstruksi Posko Pembatalan PON 2020 di Jayapura-(Boas/MW)

MAJALAHWEKO, PANIAI – Peduli Mahasiswa dan Masyarakat Papua (PMMP) telah buat Posko umum untuk persiapan PON 2020 yang akan laksanakan di ibukota provinsi Papua di Jayapura. Pengurus PMMP Jerry Wenda mengatakan tujuan posko ini untuk di batalkan PON 2020 nanti.

“Ia menuturkan, sebelum masalah Rasisme usut tuntaskan kami akan jalankan sesuai kebijakan dan kami siap untuk batalkan PON pada 2020 nanti, tapi jika masalah Rasisme usut tuntas maka kami tinggal akan tutup tangan,” Kata Jerry Wenda kepada Media Majalahwekonews.com melalui telpon, pada Selasa, (21/01/2020) kemarin.

Tujuan mereka supaya perjuangan korban rasisme tersebut, Pejabat Papua maupun Papua Barat bisa melihat jeritan mahasiswa bahkan masyarakat Papua. Sebab sampai saat ini masalah tersebut, Pejabat Papua dan Papua Barat melihat masalahnya seperti sepeleh mata ditengah publik.

“Namun itu, posko umum bagi mahasiswa korban rasisme tersebut merupakan instruksi perspektif, karena hasil masalah ialah sejak dari awal korban rasisme di Surabaya terhadap mahasiswa dan masyarakat Papua,” katanya.

Sementara itu dilansir Jelatanp.com. Sejak awal kata Rasis kepada mahasiswa yang telah korban Rasisme di Surabaya sampai saat ini mereka sama-sama menangis. Ini hanya karena mereka derita, bahkan mereka menangis justru karena semua pejabat Papua dan Papua Barat sampai saat ini korban Rasisme disepelehkan.

“Dikataka Jerry Wenda, mereka Ada penentu masa depan Papua, perlu usut tuntas masalah rasisme yang telah terjadi terhadap Masyarakat dan Mahasiswa Papua, dan lebih khususnya untuk kulit Hitam rambut keriting di seluruh dunia, tapi yang dirasakan hanya kami di Papua saja,” pintanya.

Yang sangat disayangkan ialah bagi mereka yang telah korban akibat Rasisme yang telah terjadi. Pemerintah Provinsi bahkan Pemerintah daerah coba lihat jeritan anak-anak Pribumi Papua yang sedang mengadu, dan sedang larah akibat dinamakan Rasisme kepada martabat Ras suku dan bangsa Papua.

“Jika orang tua adalah Wakil Allah dirumah, maka pemprov dan pemda setempat adalah orang tua dari mahasiswa-mahasiswi ini, dan pada umumnya masyarakat Papua. Jika itu, semua jeripaya kalian pasti akan dihitung,” jelas Wenda. (*)

Pewarta    :  Boas Yoni M. Yogi/MW
Editor        :  –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here