Operasi Militer Di Tanah Papua Bukan Solusi Yang Tepat

0
929
Sepi Wanimbo, M. Kp Ketua pemuda baptis Papua (Dok-MW)

Ketua Departemen pemuda baptis Papua, Sepi Wanimbo, S. IP

MAJALAHWEKO, TIOM- (OPINI) – Operasi militer di tanah Papua bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik di tanah Papua tetapi justrus membuat masalah atau konflik terus menerus dengan gaya kebijakannya membuat rakyat Papua hampir setiap hari korbang jiwa.

Seperti pendekatan keamanan TNI – Polri, Brimob dan Kopasus di tanah Papua ini telah dilakukan ketika masa Orde baru untuk menyelesaikan masalah separatisme di tanah Papua kita lihat kasus. Biak berdarah ( 1998 ), Wasior berdarah ( 2001 ), Wamena berdarah ( 2003 ), Paniai ( 2014 ), Ndugama ( 2018 – 2020 ), dan Wamena 2019. Menjadi bukti bahwa pendekatan Militer ternyata menciptaka siklus kekerasan tanpa akhir.

Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia sebab menyelesaikan konflik di Timor – Timur dan konflik di Ace melalui Dialog duduk satu meja dengan Gerakan Ace Merdeka ( GAM ) pada 2005.

Dengan adanya pengalaman yang sangat baik sekali ini tentu pemerintah pusat harus selesaikan masalah konflik di tanah Papua sejak tahun 1969 – 2020 ini dengan cara yang terhormat.

Kita lihat dalam Kontitusi RI, tidak ada lagi, mengenal istilah referendum tetapi, dalam pembukaan mukadiman UUD 1945 dengan tegas dan jelas menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segalah bangsa oleh karena itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikeadilan dan perikemanusiaan.

Jadi, disini ada ruang yang sangat memadai bagi rakyat dan bangsa Papua Barat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri ( referendum ) UUD 1945 telah memberikan tempat bagi rakyat dan bangsa Papua Barat maka pendudukan dan penjajahan Indonesia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikeadilan dan perikemanusiaan.

Maka, solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah Papua Barat yang paling efektif, ialah Dialog status politik yang jujur dan damai antara indonesia dan bangsa Papua tanpa syarat. Yang dimediasi oleh pihak ketiga karena sejarah PEPERA 1969 dalam mata orang asli Papua adalah catat hukum, catat moral, dan belum final maka harus diluruskan itu berarti sejarah PEPERA 1969 adalah akar masalah Papua Barat yang harus diselesaikan dengan jujur.

Semoga artikel ini menjadi bermanfaat dan membuka mata hati rohani para anggota keamanan TNI – Polri yang sedang beroperasih di tanah Papua.

Syalom Tuhan Yesus kristus memberkati kita semua. Waaa waaa

Tiom : 17 Januari 2020
Oleh : Sepi Wanimbo
Ketua pemuda Baptis Papua

Editor: Pianus/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here