Pemekaran Provinsi di Papua, Alumni STT Water Post Nabire: Kami Sudah Menolak

0
377

Photo Mahasiswa Alumni STT Water Post Nabire: Menurutnya, Apa dampak bila pemekaran ini berijin-(Boas/MW)

MAJALAHWEKO, PANIAI – Pemimpin daerah yang telah setuju 7 wilayah adat menjadi pemekaran provinsi baru di tanah west papua. Ev Ofni Yogi mengatakan, kami menolak karena ini untuk kepentingan kolonialisme, dan kami sudah tolak sejak awal pemekaran.

Pemimpin Papua yang sedang membawa rakyat pada pembinasaan bukan kesejahteraan hanya karena jabatan untuk mengolah uang demi kepentingan kaya, para memimpin hidup ini hanya sementara, janganlah memerkosa tanah ini. Katanya.

“Karena pasalnya menurut Ofni Yogi bahwa, tanah west Papua ini telah di berkati Tuhan dalam Nama Tritunggal Allah sebagai tanah dan Manusia adalah anugerah Tuhan yang diciptakan-Nya,” pintanya mengatakan kepada Wartawan hari Selssa, (12/11/2019) kemarin.

Orang Papua sebagai Manusia yang serupa atau segambar dengan Allah dalam arti bahwa yang terdiri dari berkualitas rasionali, moralitas, sosial dan spritual, sehingga perlu kita prediksi tentang Papua apa yang akan terjadi kedepan yaitu, manusia dan alam lingkungan yang ada.

Namun itu, Pemimpin sebagai seorang intelektual dan profesional Papua. “Yogi berharap, harus tauh situasi dan kondisi masyarakat Papua yang sedang berjalan ini, masyarakat Papua yang tersisa yang ada pun tidak dilindungi dengan baik,” pitanya.

Karena jika terjadi pemekaran provinsi 7 wilayah adat ini, Papua akan terjadi transmigrasi besar besaran. Namun sayangnya apa yang akan terjadi nantinya, kami orang Papua sebagai rumpung malanesia, kami sudah sepakat dan menolak keras pemekaran yang sedang dirancang oleh menteri dalam Negeri Tito kavian.

Dia mengatakan, “menteri dalam negeri Tito Kavian, Kami orang Papua sudah menolak atas pemekaran ini, sehingga jangan sampai nantinya rakyat papua sama dengan historis orang asli australia yaitu aborigin yang mengerti dan memahami tentang sejara dan kehidupan bangsa Papua,” Kata Yogi.

Hanya pemimpin saja setuju atas pemekaran ini, kami sudah tolak, dan kami minta jangan menjadi alat sebagai penghancur di daerah ini.

‘Karena menurut Yogi, Kata Nabi yang telah dinubuat dalam injil perlu Pejabat memahami walaupun katanya tidak berprofesional tetapi itu tetap akan genapi jika Roh yang berbicara,” Jelas Ev Ofni Yogi. (Boas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here