Jokowi, Berhentilah Menggunakan Papua sebagai Tempat Liburan di Tengah Genosida

1
2063
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan sejumlah pejabat tinggi negara saat berada di Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019). – Jubi/Alex di atas jembatan Youtefa – Jubi/Alex

MAJALAHWEKO, JAKARTA – Pemimpin Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda mempermasalahkan kunjungan Presiden Jokowi ke Papua pekan lalu.

Benny Wenda menyebut kunjungan Jokowi ke Papua hanya sebatas liburan, bukan untuk menyelesaikan masalah.

Bahkan, Benny menegaskan, Jokowi berlibur di Papua sementara militer Indonesia terus melakukan operasi.

Baca Juga: Pemekaran Papua Ditolak, Ini Tanggapan Mendagri

“Presiden Jokowi kembali mengunjungi West Papua, seperti perjalanan liburan, sementara militer Indonesia membunuh dan menyiksa kami,” kata Benny Wenda seperti melansir suara.com.

Ia mengatakan hal tersebut berdasarkan foto-foto Jokowi dan istrinya, Iriana, menikmati senja di Kaimana, Papua.

Benny menuturkan, pada tahun 2014, ketika Jokowi kali pertama menjadi presiden, sudah menerka tak bakal banyak membawa perubahan signifikan terhadap masalah Papua.

“Kini, perilaku pemerintahan Presiden Jokowi telah menunjukkan kebenaran hal itu,” tuturnya.

Baca Juga: George Saa: Pemekaran DOB di Tanah Papua Memperpanjang Konflik di Tanah Papua

Ia juga menyayangkan terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB, tidak dibarengi iktikad Presiden Jokowi untuk memerangi pelanggaran hak asasi manusia.

Benny Wenda, (Foto: Dok)

“Presiden tidak menyebutkan hak asasi manusia, tidak menyebutkan Papua Barat,” kata Benny, menyinggung pidato pelantikan Presiden Jokowi.

Menurutnya, dunia internasional dapat menilai elite politik Indonesia tidak berkomitmen terhadap penegakan HAM atau untuk mengatasi akar masalah di Papua.

“Tidak ada kemanusiaan dalam sistem pemerintahan Indonesia: itu benar-benar busuk,” ujar Benny.

Baca Juga: George saa: Akar Rumput Orang Papua tidak Minta Pemekaran lalu Kenapa Negara atau Elit Papua mau Paksakan?

Ia mengatakan, Indonesia justru menggunakan posisi di Dewan HAM PBB untuk meredam persoalan Papua agar tak dibahas kalangan internasional.

Tak hanya itu, Benny menuturkan, berdasarkan pemberitaan-pemberitaan jurnalis, Indonesia menghabiskan ratusan ribu dolar untuk membiayai buzzer di Facebook guna mengonter beragam isu tentang rakyat Papua.

Sementara pada pekan ini, kata dia, Indonesia mengumumkan dana USD 200 juta untuk diplomasi di kawasan Pasifik, guna menghentikan kemajuan kampanye referendum Papua Barat di wilayah tersebut.

“Indonesia sekarang melakukan propaganda, represi, dan suap,” klaimnya.

Padahal, ia mengatakan, polisi dan militer Indonesia tetap pergi ke setiap desa di Papua, memaksa setiap orang bersumpah setia pada bendera Indonesia.

Baca Juga: Wacana Pemekaran Papua Dikhawatirkan Perpanjang Masalah

“Pemerintah Indonesia juga memaksa orang Papua untuk menerima program `pembangunan` palsu Indonesia. Polisi bahkan pergi ke desa tempat saya dibesarkan, membawa para kepala distrik dan memaksa mereka dengan todongan senjata untuk menerima proyek `pembangunan` kolonial baru,” kata dia.

Kalau Indonesia membantah hal itu, Benny menantang agar pemerintah pusat di Jakarta mau mengizinkan Komisaris Tinggi HAM PBB untuk berkunjung ke Papua.

Karenanya, Benny yang kekinian diburu polisi Indonesia, kembali mengulang tuntutan kepada Presiden Jokowi agar Papua diberikan hak penentuan nasib sendiri melalui referendum kemerdekaan.

Benny juga meminta Indonesia menarik seluruh pasukan dari Papua, dan membebaskan jurnalis-jurnalis mengakses informasi.

Ia juga mendesak Indonesia membebaskan semua tahanan politik Papua, termasuk mengembalikan 7 tahanan polik Papua yang kekinian dibawa ke Kalimantan Timur.

Baca Juga: Surat Protes Terbuka Kedua Kepada Pemerintah Republik Indonesia tentang Pemekaran Provinsi-Provinsi Boneka Indonesia di Tanahnya Orang Melanesia di West Papua

“Jokowi, berhentilah menggunakan Papua sebagai tempat liburan di tengah genosida. Kami menginginkan kebebasan kami, dan referendum kemerdekaan. Sejarah akan menghakimi Anda, sebagaimana para pendahulu Anda yang melakukan genosida di Timor Timur,” tuturnya.

 

_______________________________________
Artikel diatas sudah di muat di Law Justice dengan judul: Benny Wenda: Jokowi ke Papua Bak Liburan Saat Rakyat Kami Disiksa.
Editor: | MW

1 KOMENTAR

  1. Yg bilang ada Genosida …buktikan mana ! Itu liat berapa orang tak berdosa yg sedang bangun jalan dan jembatan jadi korban ! Jika perlu kirim sejuta pemuda pemudi bangun pertanian di Papua !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here