George saa: Akar Rumput Orang Papua tidak Minta Pemekaran lalu Kenapa Negara atau Elit Papua mau Paksakan?

0
2686
Septinus George Saa (Penulis)

Septinus George Saa (Penulis esai pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik)

Dengan tidak bermaksud memperpanjang tujuan dari sepotong tulisan saya ini, mungkin saja dengan judul yang tertera diatas secara tidak langsung sudah dapat memberikan iktisar apa maksud dari tulisan saya ini. Singkatnya esai ini bertujuan untuk mengkritik pemerintah republik Indonesia dalam upayanya akhir-akhir ini yang mendorong lahirnya daerah pemekaran baru di tanah Papua Barat(West Papua). Berikut beberapa poin yang ingin saya sampaikan lewat esai ini.

Pertama, saya ingin tegaskan, pemekaran provinsi baru di tanah Papua, seperti yang sedang viral di media-media Indonesia itu bukan keinginan rakyat akar rumput cacing tanah semesta orang Papua. Saya pribadi melihat ini kehendak negara. Ini pemakasaan negara.

Ini bentuk solusi “baku tipu” diatas tanah Papua yang Tuhan berkati/meteraikan sejak injil masuk di pulau mansinam. Hemat saya, itu hanya keinginan negara yang secara langsung di siasati lewat cara-caranya sehingga terkesan pemekaran ini adalah niat dan permintaan orang Papua. Artinya, kita semua orang Papua saat ini harus segera tahan diri, lihat dan cermati baik-baik apa maksud negara terhadap masa depan orang Papua. Dua pilihan yang harus kita analisa: apa itu[baca: pemekaran] bikin orang Papua makin mapan/maju di tanah inikah atau ini ada niat tidak baik yang sedang di rancang untuk memperpuruk masa depan orang Papua.

Baca Juga: Surat Protes Terbuka Kedua Kepada Pemerintah Republik Indonesia tentang Pemekaran Provinsi-Provinsi Boneka Indonesia di Tanahnya Orang Melanesia di West Papua

Kita semua orang Papua saat ini harus segera tahan diri, lihat dan cermati baik-baik apa maksud negara terhadap masa depan orang Papua. Dua pilihan yang harus kita analisa: apa itu[baca: pemekaran] bikin orang Papua makin mapan/maju di tanah inikah atau ini ada niat tidak baik yang sedang di rancang untuk memperpuruk masa depan orang Papua.

Pendapat pribadi saya, pemekaran ini upaya makin “mempercepat” marginalisasi dan kematian pelan-pelan orang Papua yang saat ini di hadang habis-habis ketika mereka maju menyuarakan apa kehendak dan keinginan luhur mereka. Saya usul dan ajak kita orang Papua mari jangan jadi “biang keladi” kehancuran orang Papua di masa depan.

Kedua, memaksakan lahirnya daerah otonomi baru itu sudah di bahas, di telahi, dan di ‘deemed’ sebagai bukan solusi persoalan Papua hari ini. Saya paham alasan dasar pemekaran itu adalah upaya mensejahterakan orang Papua, namun yang menjadi pertanyaan besar: kenapa yang dimekarkan adalah provinsi? Ini kan sebuah lelucon! Apakah sudah banyak elit Papua ini yang sudah gelisah dan tidak tahan ingin menjadi gubernur karena karir 10 tahun mereka menjadi walikota/bupati sudah masuk purna waktu? Ataukah ketegasan kepemimpinan seorang Lukas Enembe ini telah membuat ‘gerah’ elit-elit politik Papua lain yang sedang mencari kesempatan bahkan celah agar keluar dari bayang-bayang kepemimpinan beliau?

Baca Juga: Banyak Kunjungan tetapi tidak Menyentuh dan Menyelesaikan akar Persoalan Papua

Ini kan miris sekali kalau mau di cermati. Untuk saya, marilah bapak/ibu elit politik orang Papua yang keluar dari rahim perempuan Papua untuk tidak lagi maju tampil di publik dengan kepercayaan tingkat “dewa” mendorong kesejahteraan orang Papua lewat pemekaran DOB(Provinsi/Kabupaten/Kota) karena ujungnya akan jadi bahan tertawaan/lelucon yang kalau disadari malah mempercepat kepunahaan orang asli Papua.

Untuk saya, marilah bapak/ibu elit politik orang Papua yang keluar dari rahim perempuan Papua untuk tidak lagi maju tampil di publik dengan kepercayaan tingkat “dewa” mendorong kesejahteraan orang Papua lewat pemekaran DOB(Provinsi/Kabupaten/Kota) karena ujungnya akan jadi bahan tertawaan/lelucon yang kalau disadari malah mempercepat kepunahaan orang asli Papua.

Saya inign tegaskan lagi dan mengingatkan Bapak/Ibu elit politik Papua: mengapa harus tutup mata, pura-pura buta-tuli hati untuk secara sadar, tidak sadar, paham, setengah-paham, tidak-paham sama sekali, dengan penuh iman kepercayaan, berdiri dengan lantang sebagai umat Tuhan Allah di bumi Papua ini, mengatakan bahwa pemekaran wilayah, kabupaten, kota dan provinsi di tanah Papua ini adalah SOLUSI? Nonsense.

Baca Juga: Ketua DPR Papua: Hanya Resmikan Proyek Infrastruktur, Jokowi Tak Selesaikan Masalah

Ketiga dan terakhir, kita semua sudah paham bahwa akar masalah dan persoalan tanah Papua itu ada 4 ranah/kategori menurut pemetaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sekarang kita coba cermati, ini adalah LIPI loh! Kenapa pemimpin negara ini dan orang Papua elit lagi, mau berdiri angkat dada katakan kemajuan kesejahteraan orang Papua adalah pemekaran daerah otonomi baru? Ini sangat memalukan kalau menurut hemat saya.

Mari kita sesama orang Papua, dengan rasa sadar tinggi, mengakui dan menolak apapun upaya negara dan elit orang Papua yang coba-coba mau memekarkan tanah Papua karena memekarkan tanah Papua itu sama saja menggali kuburan kita seluruh orang asli Papua untuk mati/dipanggil Tuhan lebih cepat dari waktu yang mungkin Tuhan kehendaki.

Untuk itu, mari kita sesama orang Papua, dengan rasa sadar tinggi, mengakui dan menolak apapun upaya negara dan elit orang Papua yang coba-coba mau memekarkan tanah Papua karena memekarkan tanah Papua itu sama saja menggali kuburan kita seluruh orang asli Papua untuk mati/dipanggil Tuhan lebih cepat dari waktu yang mungkin Tuhan kehendaki. Mari, jangan melebihi kebesaran Tuhan Allah orang Papua. Mari katakan TIDAK untuk apapun upaya PEMEKARAN.

 

_____________

Septinus George Saa (Penulis esai pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here