Surat Protes Terbuka kepada Pemerintah Republik Indonesia dari Tanah Melanesia

0
1810
Jokowi Dodo, Presiden RI

Kepada Yang Terhormat,

Bapak Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia

Di JAKARTA

 

Shalom!

Melalui surat ini, saya mau menyampaikan pertanyaan kepada bapak Presiden.

Bapak presiden yang mulia, apakah layak dan memenuhi syarat dengan jumlah penduduk 4.392.924 dapat membentuk provinsi tambahan dari dua provinsi yang sudah ada? Bapak perlu mengetahui bahwa jumlah penduduk provinsi Papua terdiri dari 3.322.526 jiwa dan provinsi Papua Barat 1.069.498 jiwa.

Kita tahu dan pelajari ilmu pemerintahan dan politik, syarat untuk pengembangan sebuah wilayah kabupaten dan provinsi, yaitu:

1. Luas wilayah dan letak geografis; 2. Jumlah penduduk; 3. Sumber Daya Manusia (SDM); dan 4. Sumber Daya Alam (SDA).

Ketentuan syarat sudah jelas seperti ini, tetapi bapak presiden, Menkopolhukam, dan Menteri Dalam Negeri dengan gemilang memperjuangkan pemekaran tambahan di Tanah Papua tanpa memenuhi syarat yang ada.

Baca Juga: Surat Terbuka dari Presiden Baptis Papua untuk Kapolri Jenderal Pol.Tito Karnavian

Sementara jumlah Penduduk Jawa Barat 46.497.175 jiwa, tetapi tidak dimekarkan provinsi baru. Jumlah Penduduk Jawa Tengah 35.557.248 jiwa, tetapi tidak dimekarkan provinsi baru. Jumlah Penduduk Jawa Timur 38.828.061 jiwa, tetapi tidak dimekarkan provinsi baru.

Ilustrasi Pemekaran di Papua

Bapak presiden yang mulia, dari perbandingan jumlah penduduk ini, telah menjadi jelas dan terang bagi kami, bahwa Pemerintah Indonesia berniat buruk dengan kami Penduduk Asli Papua, ras Melanesia.

Terlihat dengan jelas, penguasa pemerintah Indonesia yang menduduki dan menjajah kami mempunyai rencana untuk MENIADAKAN & MEMUSNAHKAN kami dengan cara-cara yang pelan tapi pasti dari Tanah leluhur kami.

Bapak presiden yang mulia, daripada MENIADAKAN dan MEMUSNAHKAN dengan cara perlahan dan siasat licik atas nama pemekaran dan pembangunan, lebih baik penguasa Indonesia berbicara jujur dan terbuka dengan kami, bahwa Indonesia tidak suka dan sangat terganggu dengan keberadaan Penduduk Asli Papua di atas Tanah leluhur kami.

Baca Juga: Surat Terbuka: Forum Oikumenis Gereja-Gereja Papua untuk Presiden Indonesia

Gembala. Dr.Socratez S.Yoman, M.A (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua)

Pemekaran tanpa memenuhi syarat ini membuktikan bahwa penguasa Indonesia berencana untuk MEMUSNAHKAN RAS Kulit Hitam Rambut Keriting di bumi ini.

Demikian surat protes terbuka saya. Terima kasih. Tuhan memberkati.

 

Ita Wakhu Purom, Rabu, 30 Oktober 2019

Badan Pelayan Pusat

Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua,

Presiden,

 

Gembala Dr. Socratez S.Yoman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here