Komnas HAM Temukan 10 Warga Papua Tewas dalam Kerusuhan Wamena, di Luar 33 Orang yang Dicatat Aparat

1
3367
Salah satu Foto Korban tertembak peluru aparat di wamena Papua. Senin, 23 September 2019

MAJALAHWEKO, JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyatakan, pihaknya menemukan dugaan 10 orang Papua tewas terkait kerusuhan di Wamena, Papua.

Namun, 10 orang tersebut belum tercatat oleh pihak keamanan. Temuan ini didapat Komnas HAM setelah tim Komnas HAM mendatangi Wamena pada 13-17 Oktober 2019 untuk mendalami kasus pascakerusuhan.

“Terakhir kami dapatkan informasi lagi yang cukup kredibel, tetapi ini harus dikonfirmasi lagi, ada 10 orang lagi yang diduga tewas di luar 33 orang yang dicatat pihak keamanan di Wamena. Kami sudah sampaikan penemuan ini ke TNI dan Polri di Papua,” ujar Taufan dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Baca Juga: ULMWP Pastikan Tak Ada Mobilisasi Massa Pada Peristiwa Wamena

Ia juga menyampaikan, 10 orang Papua tersebut diduga tewas karena tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Mereka langsung dibawa ke kampung halaman dan dikebumikan. Maka dari itu, pihak keamanan tidak bisa mendeteksi adanya warga Papua yang tewas di luar 33 orang yang tercatat.

“Ada 10 warga lagi, tetapi itu belum 100 persen terkonfirmasi ya, kami dapatkan dari sumber yang kredibel. Kita belum memverifikasi hal ini secara langsung karena letak geografis di Papua yang sulit, harus ada persiapan-persiapan tertentu,” papar dia.

Ia pun meminta temuan dari Komnas HAM ini ditindaklanjuti oleh pihak keamanan di Papua.

Baca Juga: Lima Jenazah Dugaan Penembakkan Oknum Aparat Ditemukan di Mbua

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, 10 orang tersebut diduga tertembak. Namun, mereka lantas dibawa pihak keluarga. “Langsung dibawa pulang, dugaanya tertembak. Kami bersepakat akan lanjutkan investigasinya,” ucap Beka.

Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh. Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang. (Christoforus R)

1 KOMENTAR

  1. KOMNAS HAM INDONESIA
    ☆ The important thing is … it was shot;
    ☆ Not included in the human category;
    ☆ No need to be taken into account;
    ☆ Then omission
    ☆ Because he is a rioter.

    Victims of Papuan people:
    ☆ Feeling unprotected; by the state
    ☆ Feeling ignored ;;
    ☆ Feeling ignored as a citizen;
    ☆ The victim was not published.
    Then 10 bodies were brought home by the family.

    ===========

    KOMNAS HAM INDONESIA
    ☆DItembak yang penting…..telah.tertembak ;
    ☆Tidak termasuk dalam kategori manusia;
    ☆Tidak perlu diperhitungkan;
    ☆Maka pembiaran
    ☆Karena ia adalah perusuh.

    Pihak Korban orang papua:
    ☆Merasa tidak di lindungi; oleh negara
    ☆Merasa di abaikan;;
    ☆Merasa di abaikan sebagai warga negara;
    ☆ Korbannya tidak di bublikasikan.
    Maka 10 jenazah di bawa pulang oleh keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here