Kunjungi tersangka makar, Penasehat Hukum Nyatakan 7 Tersangka sehat

0
386
Tim Koalisi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua selaku penasihat hukum tujuh tersangka makar Papua saat berada di depan gedung Direktorat Tahanan dan Berang Bukti Polda Kaltim – Dok. Emanuel Gobay

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Tim Koalisi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua selaku penasihat hukum ketujuh tersangka makar Papua mengunjungi para tersangka yang kini ditahan di Kalimantan Timur. Tim penasehat hukum itu menyatakan ketujuh tersangka makar itu dalam kondisi baik.

Pada 4 Oktober 2019 lalu, Kepolisian Daerah (Polda) Papua memindahkan lokasi penahanan tujuh tersangka makar masalah Papua dari Jayapura ke Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Ketujuh tersangka makar itu adalah Buchtar Tabuni, Agus Kossay, Steven Itlay, Alexander Gobai, Fery Kombo, Hengki Hilapok, dan Irwanus Uropmabin.

Pemindahan lokasi penahanan ketujuh tersangka itu diprotes oleh tim penasehat hukum mereka, karena dianggap melanggar hukum. Pemindahan itu juga dinilai mempersulit akses ketujuh tersangka terhadap pendampingan hukum.

Baca Juga: Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua: Pemindahan Tapol Papua ke Kaltim Melanggar Hukum

Salah satu penasihat hukum tersangka, Emanuel Gobay mengatakan para penasehat hukum yang tergabung dalam tim Koalisi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua berhasil menemui ketujuh tersangka makar itu di Markas Polda Kalimantan Timur pada Kamis (17/10/2019). Tim itu terdiri dari Emanuel Gobay, Latifah Anum Siregar, Yohanes Mambrasar dan Ganius Wenda.

“Kami [datang] bersama pendeta Gereja Kristen Injili di Kaltim dan advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Samarinda, Bernad Marbun,” kata Gobay saat dihubungi di Samarinda, Kamis petang.

Gobay menyatakan para tersangka itu dalam kondisi baik dan tidak pernah diintimidasi. Para petugas jaga bahkan selalu menanyakan kondisi ketujuh tersangka makar itu, dan memberikan jatah makan mereka. Akan tetapi, ketujuh tersangka makar itu tetap ingin dikembalikan ke Papua.

“Mereka minta dikembalikan ke Jayapura. Kalau tidak, [lebih baik mereka dipindahkan] ke Manokwari atau Sorong, Papua Barat. Sebelum kami datang, para tahanan ini belum pernah dikunjungi oleh siapa pun,” ujar Gobay.

Baca Juga: Keluarga Minta Proses Persidangan Tapol Papua Dilakukan di Papua

Gobay menyatakan ketujuh tersangka makar telah menuturkan kronologi pemindahan mereka ke Kalimantan Timur. Pada 3 Oktober 2019 sekitar pukul 19.00 WP, Steven Itlay, Irwanus Urupmabin, Hengky Hilapok, dan Fery Gombo yang sedang ditahan di Markas Polda Papua dipindahkan ke Markas Brimob Daerah Papua. Di sana mereka bertemu dengan Buchtar Tabuni, Agus Kossay, dan Alexander Gobai yang sudah ditahan di sana.

Paginya, pada 4 Oktober 2019, polisi memerika kondisi kesehatan ketujuh tersangka makar itu. Polisi beralasan mereka akan dipindakah lagi tahanan Markas Polda Papua. “Para tersangka diminta meninggalkan pakaian kotor mereka, dan disuruh tanda tangan surat tanpa boleh membaca isinya. Polisi beralasan mereka terburu-buru,” ucap Gobay.

Ternyata ketujuh tersangka itu justru dibawa ke Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua. Di bandara, ketujuh tersangka itu bertanya kepada para penyidik, bertanya mereka akan dibawa ke mana. Saat itu, penyidik menjawab mereka akan dibawa bertemu Kapolri, dan setelah itu akan dibawa kembali ke Jayapura.

“Para tersangka kemudian memaksa diizinkan menghubungi penasihat hukum dan keluarganya. Namun mereka belum tahu akan dibawa ke mana,” kata Gobay.

Sekitar pukul 08.00 WP, ketujuh tersangka diterbangkan ke Kalimantan Timur memakai pesawat milik Polri. Pada pukul 12.00 waktu setempat, pesawat itu sempat transit di Ambon. Ketujuh tersangka makar itu tiba di Balikpapan sekitar pukul 15.00 WP.

Baca Juga: Kosoke Paniai: Pemindahan Tapol Ke Kaltim Membungkan Rakyat Papua

“Selama penerbangan itu, tangan mereka diborgol. Sesampainya di Markas Polda Kaltim, barulah mereka tahu sudah berada di Kalimantan Timur,” kata Gobay.

Secara terpisah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal menyatakan penyidik masih terus melengkapi berkas perkara ketujuh tersangka makar itu. “Masih dilengkapi administrasinya. Kalau sudah tahap dua, kami akan informasikan. Nanti persidangannya di sana, [Kalimantan Timur],” kata Kamal di Jayapura, Kamis.

Ia meminta publik memahami alasan Polda Papua memindahkan lokasi penahanan ketujuh tersangka itu dari Jayapura ke Kalimantan Timur (Kaltim). Kamal menegaskan pemindahan itu didasarkan pertimbangan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemindahan itu dilakukan untuk menghindari munculnya potensi gangguan keamanan dalam proses penegakan hukum.

“Penegakan hukum ini dengan maksud bagaimana diberlakukan seadil-adilnya sehingga keluarga korban, saksi, tersangka dan penegak hukum itu, tidak terintervensi. Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa was-was,” ujarnya.

Baca Juga: Polda Ungkap Alasan, Tapol Papua Pindah ke Kalimantan

Kamal menyatakan analisis keamanan polisi menyimpulkan Kalimantan Timur adalah daerah yang paling aman untuk melanjutkan proses hukum terhadap ketujuh makar itu. “Kalau ke Jakarta terlalu jauh,” ucapnya.

 

____________________________________

(Sumber: jubi.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here