Ini Kekhawatiran Gubernur dari Pengungsi Nduga Bila Pemerintah Tak Turun Tangan

0
5501
Gubernur Lukas enembe mendampinggi sekretasi Provinsi ketika diwawancara awak media. (papua.go.id)

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Pemerintah Pusat diminta untuk segera menangani arus pengungsian warga Nduga akibat konflik bersenjata antara aparat gabungan TNI/Polri dengan OPM, yang terjadi sejak Desember 2018 lalu.

Bila tak terselesaikan, dikhawatirkan “lahir” generasi pemberontak baru dari warga pengungsi Nduga, yang kemudian dalam beberapa tahun kedepan angkat senjata melawan kedaulatan NKRI. “Dalam situasi yang (harus) mengungsi kemana-mana (kalau tidak dibantu pemerintah), mereka akan lahir dan jadi pemberontak”.

Baca Juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Menyesalkan kurangnya Perhatian Publik Terhadap Pengungsi Konflik Nduga

“Sehingga kalau kita tidak selesaikan (masalah pengungsian Nduga), akan (muncul pemberontakan) begitu terus dari generasi ke generasi (selanjutnya),” terang Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura.

Pengungsi Nduga

Lukas mengaku tak ingin anak-anak Nduga yang mengungsi itu, menjadi pemberontak.  Sebaliknya, mereka diharapkan dapat membantu membangun Papua.

Untuk itu, dirinya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya dan Jayadijaya yang sigap membantu para pengungsi Nduga.  “Kita juga sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Pusat agar bisa membantu pengungsi Nduga yang diperkirakan mencapai sekitar 5.000 lebih warga”.

Baca Juga: Gubernur Lukas Enembe Selamat dari Skenario Jahat, tugas pertama Kapolda Papua harus ungkap siapa yang Melakukan ini?

Dari data Pemprov Papua, jumlah korban meninggal akibat warga arus pengungsian warga Nduga mencapai 180-an orang. (Papua.go.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here