Lima Jenazah Dugaan Penembakkan Oknum Aparat Ditemukan di Mbua

0
569
Tim di TKP

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Sebanyak lima jenazah yang diduga korban penembakan oleh oknum anggota TNI di kampung Iniye Distrik Mbua Kabupaten Nduga, Papua ditemukan warga bersama aktivis HAM dari Jaringan Pembelahan HAM (JapHAM) Pegunungan Tengah Papua pada, Kamis 10 Oktober 2019.

Lima jenazah itu diantaranya 4 perempuan dan 1 pemuda. Mereka ditemukan di satu lubang yang ditutupi daun sebelum ditimbun tanah.

Samuel Tabuni, salah satu tokoh pemuda Nduga yang adalah saudara dari korban menjelaskan, pada tanggal 20 September 2019 korban membawa bahan makanan dari Wamena menggunakan mobil jenis strada menuju Nduga.

Baja juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Menyesalkan kurangnya Perhatian Publik Terhadap Pengungsi Konflik Nduga

Saat itu kata Semuel korban termasuk bersama sejumlah pemuda Nduga lainnya. Ketika di kampung Iniye, pemuda lain memisahkan diri membawa bahan makanan ke kampung masing-masing.

Sementara korban dan sejumlah orang yang tersisa dari perjalanan itu menyimpan bahan makanan di gua batu gunung Kambobo, karena lokasi yang mereka harus tempu masih jauh

“Pada tanggal 21 September, sebanyak lima orang mendatangi goa untuk mengambil makanan yang mereka simpan, sementara sejumlah orang lainnya menyusul ke goa. Ketika rombongan lainnya menyusul ke goa, terdengar bunyi tembakkan, akhirnya mereka tidak bisa melanjutkan perjalananke goa itu, mereka kembali ke kampung Iniye dan menelepon saya,” kata Semual di Jayapura, Kamis (10/10/2019).

“Saya dapat telepon dari keluarga sambil menangis, tetapi untuk memastikan itu saya minta tolong kepada aparat TNI yang bertugas di Wamena untuk mengecek kebenaran. Saya juga minta ke keluarga untuk mengecek baik-baik,” jelas Semual.

Tim di TKP

Baca juga: Gubernur Papua Mengapresiasi Pemkab Lanny Jaya Berdayakan Pengungsi Nduga

“Ini saudara saya yang jadi korban, sehingga saya terus mencari tahu kebenarannya. Setelah lebih 20 hari, akhirnya terungkap juga bahwa benar kelimanya menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI,” kata Samuel.

Ia menyebut warga yang menghubungi dirinya mengatakan melihat anggota TNI di sekitar Gua Batu. Semuel juga menyampaikan terima kasih kepada aktivis JapHAM yang bersama-sama mendatangi lokasi.

Ia merinci korban yang diduga ditembak oknum TNI yang terjadi tanggal 21 September 2019; ibu Yuliana  Dronggi 35 tahun, Ibu Jelince Bugi  25 tahun, Ibu Macen Kusumbrue 26 tahun, Pemuda: Tolop Bugi 13 tahun dan Hardius Bugi 15 tahun.

Dengan demikian, Semual minta kepada negara untuk segera menarik aparat militer dari Nduga dan tanah Papua.

Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua mengatakan,  pihaknya bersama keluarga korban telah mengecek di lokasi, namun lebih jelas akan disampaikan dalam bentuk tertulis secara resmi.

Baca juga: Bantuan Sosial untuk Pengungsi rakyat Pendatang di Wamena Negara cepat Turun tangan, Pengungsi rakyat Nduga tidak, Mati dibiarkan

“Pada hari ini kami suda langsung cek ke tempat peristiwa 5 orang yang dibunuh, tapi info selanjutnya akan kami sampaikan secara resmi. Sekarang kami fokus untuk merilis secara baik dan benar,” kata Hesegem melalui SMS kepada suarapapua.com, Kamis (10/10/2019).

Sementara, sebagaimana dikonfirmasi pihak Jubi kepada pihak Kodam XVII/Cenderawasih mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi insiden penembakan di Kampung Iniye ini.

“Kita belum terima laporan resmi dari satuan setempat,” jawab Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto kepada Jubi melalui percakapan WhatsApp. (Suara Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here