Sesungguhnya Kita adalah Orang – Orang Mampu, Sanggup dan Kaya

0
269
Sepi Wanimbo, Ketua Pemuda Baptis Papua

Oleh: Sepi Wanimbo

MAJALAHWEKO, (OPINI) – Pada saat orang berdoa dari mimbar atau dimana tempat saja yang selalu mengatakan, Tuhan, kami tidak mampu dan kami orang – orang lemah/miskin, saya biasa membuka mata dan menetap orang itu. Karena pandangan teologi saya berbeda dengan teologi orang yang berdoa seperti itu.

Keyakinan saya adalah tidak ada orang yang tidak mampu dan miskin. Semua orang adalah mampu untuk melakukan apa yang dipercayakan Tuhan dan juga mempunyai segala sesuatu yang Tuhan berikan.

Kita perlu sadari bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah. Kita adalah gambaran Allah yang sempurna. Berarti kita mampu dan kita orang – orang kaya. Persoalannya adalah kita tidak pernah menyadari bahwa dalam diri kita ada potensi, talenta dan karunia – karunia yang Tuhan Allah berikan kepada kita masing – masing Tuhan tahu apa yang ada pada kita. Tuhan tahu apa yang ada pada Musa. Apakah yang ada di tanganmu itu? Musa menjawab: “Tongkat” (Keluaran 4 : 2 – 5). Bawa tongkat ini dan pergi bebaskan bangsa-Ku yang di perbudak di Tanah Mesir.

Baca Juga: Kritik Keras Pemuda Baptis, TNI-Polri tidak terdidik dan tidak terpelajar di Papua

Tulang rahang keledai dipakai Tuhan. Simson membunuh 1. 000 orang Filistine dengan tulang rahang keledai ( Hakim – Hakim 15 : 15 ) Daud membunuh panglima Goliat dengan umban dan batu ( 1 Samuel 17 : 43 – 44 ). Tuhan Yesus tanya kepada murid – murid-Nya ada lima roti dan dua ikan ( Markus 6 : 35 – 39 ). Tuhan Yesus mengatakan kepada murid – murid-Nya, tebarkanlah jalamu ke sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh ikan (Yohanis 21 : 5 – 6)

Tongkat ada di tangan Musa, tulang rahang keledai ada di tangan Simson, di tangan Daud ada umba dan batu, murid – murid Tuhan Yesus ada lima roti dan dua ikan, dan murid – murid Tuhan Yesus ada jala ikan.

Pertanyaan adalah ditangan Anda dan saya ada apa sekarang? Apakah kita tidak sanggup dan miskin? Sesungguhnya kita adalah orang – orang mampu, sanggup dan kaya. Masalahnya adalah kita kita tidak pernah sadar potensi, talenta, karunia kita, kemampuan kita. Kita tidak sadar bahwa ilmu kita, posisi kita, kedudukan kita adalah peluang – peluang yang Tuhan sudah sediakan untuk kita.

Kita tidak miskin. Kita kaya. Kita anak – anak Raja di atas segala raja. Kita anak – anak sumber segala berkat. Kita orang – orang yang beruntung. Ada tongkat Musa ada di tangan kita. Ada rahang keledai ada di tangan kita. Ada lima roti dan dua ikan ada di tangan kita. Ada umban dan batu ada di tangan kita. Ada jala ikan ada di tangan kita. Kita membawa itu semua kepada Tuhan Yesus supaya Tuhan Yesus memakai itu dengan kuasa dan cara-Nya sendiri. Kita jangan andalkan kemampuan, kepintaran kita sendiri. Serahkan semuanya itu supaya Tuhan Yesus memakainya untuk melakukan tanda – tanda heran dalam pelayanan sesuai tangung jawab kita masing – masing.

Baca Juga: Pemuda Papua: Jokowi Membangun Papua itu tugas, Tidak ada Hubungan dengan Papua Merdeka

Kita misking karena kita tidak sadar potensi kita. Kita miskin karena kita tidak kerja. Kita miskin karena kita tidak memaksimalkan apa yang kita miliki. Semua orang sudah disediahkan tanah, hutan, dusun, bukit, air, dan berbagai sumber kekayaan oleh Tuhan.

Dalam Visi dan Program, Gubernur Provinsi Papua. Lukas Enembe, S. IP,. MH dan Klemen Tinal, SE,. M,. Si terangkap dalam tiga kata: ” Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera”. Apa maksud yang terselubung di balik tiga kata ini?

Lukas dan Klemen mengajak kita harus menyadari bahwa kita bangkitkan dan kebangkan potensi kita. Kita harus kerja keras. Kita orang Papua bukan miskin dan tidak mampu. Kita mempunyai segala sesuatu di Tanah Papua. Kita tinggalkan watak proposal dan perilaku pengemis. Kita tinggalkan perilaku pemalas.

Leluhur dan nenek moyang kita bukan orang – orang pengemis dan peminta – minta. Leluhur kita bukan pemalas. Leluhur dan nenek moyang kita dari dulu hidup mandiri dan tidak ada ketergantungan. Mereka mempunyai keyakinan bahwa mereka pemilik sah tanah dan negeri ini.

Kebangkitan ada di tangan kita. Kemandirian ada di tangan kita. Kesejahteraan ada di tangan kita. Kita jatuh miskin dan lapar semuanya tergantung pada sikap dan keputusan kita. Kita harus berubah untuk menuju hidup yang layak dan lebih baik. Orang lain tidak akan mengubah hidup kita.

Orang yang tidak tahu menghargai potensinya, biarkanpun diberi gunung emas tidak akan bisah merasakan kebahagiaan. Orang yang tidak tahu bersyukur pada kemampuannya, seberapa pintar pun, tidak akan sukses. Orang yang tidak melangkah dan bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita – cita dan wujudkan mimpinya. Anda harus sadar bahwa Anda mampu, sanggup dan bisa. Melangka mulai sekarang. Pasti Anda menemukan kesejahteraan dengan penuh keajaiban.

Baca Juga: Ketua Pemuda Baptis Papua: Front Jihad Islam Stop Bikin Kacau di Papua

Kalau dalam Doa di katakan kami tidak mampu dan kami tidak sanggup dalam perkara rohani, yaitu pengampunan dosa umat manusia, saya sangat setuju. Karena umat pengampunan dosa dan keluar dari belenggu kuasa Iblis, memang sungguh benar dan amin bahwa kami manusia tidak mampu, tidak sanggup dan tidak berdaya. Karya penyelamatan, pendamaian, penebusan dosa umat manusia adalah anugerah dan karya Allah melalui kelahiran Tuhan Yesus, kematian Tuhan Yesus, dan kebangkit Tuhan Yesus Kristus.

Yang jelas dan pasti: kami manusia tidak mampu dan tidak sanggup menyelamatkan diri dari belenggu kuasa Iblis dan kuasa dosa. Artinya karya kebebasan dan keselamatan adalah pemberian Allah secara cuma – cuma untuk kita semua melalui dan di dalam Nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Pengampunan dosa umat manusia adalah hak inisiatif dan hak mutlak Allah. Manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir oleh Allah dari Taman Eden marena terjadi kehilangan kemuliaan Allah yang ada pada manusia. Manusia telah mengalami kematian rohani. Manusia telah terputus hubungan antara Allah dengan manusia.

Manusia telah kehilangan nilai – nilai kebenaran, keadilan, kasih, kedamaian, dan kehormonisan. Manusia menjadi orang – orang jahat karena dikuasai oleh kuasa sipenjahat Iblis.

Karena itu dengan tepat dokter Lukas menegaskan itu: keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat di selamatkan (Kisah Para Rasul 4 : 12). Sumber: Gembala Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA Di Sini Aku Berdiri. Hal.105 – 109.

Baca Juga: Rencana Kegiatan Seminar dan KKR Pemuda Baptis Papua terpaksa harus di tunda, Ini alasannya!

Catatan ini semoga menjadi bermanfaat dan memberikan penyedaran kepada semua pasukan Kristus yang di berkati Tuhan.

 

Tiom : 12 Oktober 2019

Penulis : Sepi Wanimbo, Ketua Pemuda Baptis Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here