Respon atau Tanggapan Teror Terbuka Terhadap Gembala Dr. Socratez S.Yoman oleh 4 Orang Tak Dikenal 

0
2238
Gembala. Dr.Socratez S.Yoman, M.A (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua)

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Pada Minggu, 6 Oktober 2019 ada 4 orang tak dikenal datang ke kediaman saya dan mengambil foto rumah, mobil, gubuk, dan WC di luar rumah. Intinya mereka foto dan semua yang ada di lokasi keadiaman saya Ita Wakhu Purom, Padang Bulan, Abepura.

Orang-orang ini datang pada saat kami ibadah minggu pagi jam 9.00-11.00. Tujuan mereka juga foto saya dan ikuti saya waktu keluar dari tempat ibadah. Mereka foto dalam bentuk vidio waktu saya dekati mobil. Mereka juga bertanya berapa orang ikut ibadah?

Kalau Anda tanya berapa orang umat Baptis di Tanah West Papua, saya hadirkan mereka kalau Anda perlu jumlah mereka semua supaya Anda sampaikan apa yang Anda siapkan untuk warga Baptis Papua.

Pada saat saya keluar dari tempat/gedung ibadah menuju ke Abe, 2 orang ikut pantau saya dan mengikuti saya dari belakang. Pada saat saya berhenti di JJ Mart Padang Bulan, anggota jemaat dalam mobil yang ikut dengan saya sampaikan kepada saya.

“Bapak, orang-orang yang tadi di halaman gereja dan rumah itu ada ikuti kami.”

Baca Juga: Rasisme, Kolonialisme, Imperialisme, Kapitalisme, Militerisme Menjadi Akar Persoalan di West Papua 

Saya berhenti dan kami pantau mereka dari dalam mobil. Salah satu orang, pura-pura masuk ke ATM Mandiri dan temannya orang pendatang tetap pantau dari motor. Saya turun dari mobil dan tanyakan mereka.

“Adik-adik pantau siapa? Tujuan apa? Siapa yang perintahkan? Kamu tinggal di mana?”

Sementara saya ada komunikasi atau bertanya dengan mereka berdua, ada anggota jemaat dan beberapa orang Papua datang kerumun mereka. Bahkan ada yang sudah pegang dan hendak pukul mereka dua. Pada situasi seperti saat itu saya sampaikan kepada anggota jemaat dan beberapa orang Papua yang sudah dalam keadaan marah itu.

“Jangan pukul mereka. Tidak boleh ganggu mereka. Kami tanya saja, siapa yang menyuruh mereka.”

Pada saat saya ada komunukasi dengan dua orang ini, ada yang minta atau ambil HP yang mereka pegang. Setelah kami membuka HP itu ternyata semua yang difoto itu dikirim kepada komandan dan atasannya.

Baca Juga: Penguasa Indonesia dan TNI-Polri Berjiwa dan Berwatak Rasis Terhadap Rakyat dan Bangsa West Papua

Yang menariknya ialah komunikasi WA tentang mobil saya dan DS mobil saya. Dalam WA itu dikatakan bahwa saya sedang keluar dan mereka katakan: “Kami sedang memantau dia dan ikuti dia.” Dalam HP itu terdapat dua momor HP saya dan seluruh komunikasi saya terdata dengan baik. Sepertinya orang-orang ini ditugaskan untuk mengawasi setiap gerakan saya.

Setelah kedua teman dari 4 orang itu kami pulangkan dan kedua HP milik mereka sudah ada di tangan saya. Dua teman itu terus telepon mereka tapi HP di tangan saya. Kami kembali ke jalan masuk Poltekes Padang Bulan. Saya turun dari mobil itu dekati dua orang yang sedang telepon teman-teman mereka. Saya sampaikan kepada mereka dua:

“Adik, saya minta HP-mu untuk saya lihat sebentar.” Teman yang sedang pegang 2 HP itu panik, ketakutan dan melarikan diri dengan mengatakan: “Tidak, tidak, tidak.” Kami tanya temannya yang bingung berdiri dan tinggal di tempat itu. Tapi dia ketakutan dan bunyikan mesin motor dan melarikan diri.

Puji TUHAN. Rencana jahat ini terbuka. Kami sudah tahu orangnya karena kami sudah foto mereka. Dia menyamar tapi setelah kami membuka foto-foto HP ternyata anggota yang menggunakan baju dinas dengan teman-teman lain. Ini pelajaran sangat BERHARGA untuk saya dan untuk semua rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong-Merauke.

Baca Juga: Kemerdekaan Rakyat dan Bangsa West Papua hanya Persoalan Waktu

HP kedua orang ini saya sedang simpan di rumah. Kalau mereka datang mau ambil HP-mu silahkan datang ambil. Karena ini HP Anda. Anda beli dengan uang dan itu milik Anda. Karena saya tidak marah, tidak juga benci Anda. Saya tidak ada urusan dengan pekerjaan rendahan, tidak bermoral dan jahat seperti Anda lakukan. Kalau Anda datang, saya akan mendoakan Anda, keluarga Anda dan anak cucu Anda. Karena Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya: “Kasihilah musuhmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39).

Tuhan Yesus Kristus juga telah mengajarkan kepada saya: ” Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).

Anda berdua telah menyaksikan pada saat beberapa orang sudah tangkap Anda berdua dan mau patahkan leher Anda berdua, karena pekerjaan Anda sangat jahat dan seperti pekerjaan SETAN/IBLIS. Tapi saya sampaikan kepada orang-orang yang sudah tangkap Anda berdua:

Baca Juga: Penguasa Indonesia Memproduksi Hoax untuk Mengalihkan Akar Persoalan Rasisme yang Dialami Rakyat Papua Selama 58 Tahun

“Kamu jangan pukul mereka. Kamu jangan sakiti dan lukai mereka.”

Saya katakan ini karena dalam hati dan hidup saya ada kasih dan pengampunan. Saya adalah seorang gembala umat tertindas dan mengasihi Tuhan Allah, Yesus Kristus, Roh Kudus dan mengasihi sesama manusia. Saya mencintai kedamaian.

Kasih dan kedamaian itu bukan teori dan bukan juga kata-kata indah. Kasih dan kedamaian itu aksi nyata. Kemarin Minggu, tanggal 6 Oktober 2019, orang-orang sudah tangkap Anda berdua untuk susahkan Anda berdua. Tetapi saya mengasihi Anda dan mengampuni Anda dengan mengatakan: “Kamu jangan pukul mereka. Jangan sakiti dan lukai mereka.” Karena saya beriman, percaya dan memegang ajaran dan pesan Inijil Yesus Kristus.

“Berbahagialah orang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).

Baca Juga: Mengapa Orang Papua Marah Pendatang?

Anda perlu tahu, kemarin, orang-orang yang tangkap atau pegang Anda berdua adalah ada keluarga yang ditikam atau ditembak mati Brimob pada 23 September 2019. Ada yang disiksa sedang dirawat.

Sebelum kami keluar dari gedung ibadah keluarga tunjukkan foto penyiksaan dari Brimob yang sudah meninggal dan sedang dirawat. Kejamnya Brimob yang membuat wajah dan tubuh itu tidak berbentuk.

Secara duniawi/manusiawi, ini sebenarnya peluang atau kesempatan yang baik untuk membalas dendam untuk membuat Anda susah. Tetapi, kami semua mengasihi dan mengampuni Anda berdua. Anda perlu tahu, kami pihak korban RASISME, orang-orang yang sangat disakiti dan dilukai karena keluarga kami mati di tangan penguasa RASIS TNI-Polri dan Brimob selama 58 tahun sejak tahun 1961.

Anda berempat dan semua perancang kejahatan terhadap saya dan seluruh Orang Asli Papua perlu tahu, bahwa kami sudah ikuti Anda dan kami tahu apa yang Anda kerjakan. Tetapi, kami mengasihi Anda, mengampuni Anda selalu mendoakan Anda supaya Anda menjadi manusia normal, yaitu sehat rohani dan juga sehat jasmani.

Dalam menghadapi orang seperti Anda, senjata kami adalah KASIH, DOA dan PENGAMPUNAN. Kami ditugaskan oleh Raja kami dan Pemimpin kami, yaitu TUHAN Yesus Kristus, supaya kami menjadi garam dan terang dunia.

Baca Juga: Penguasa Indonesia Memproduksi Hoax untuk Mengalihkan Akar Persoalan Rasisme yang Dialami Rakyat Papua Selama 58 Tahun

“Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia. …hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:13-14,16).

Kami juga diajarkan melalui Undang-Undang Tertinggi kami, yaitu Alkitab bahwa kami harus bercahaya seperti bintang di dunia nyata yang penuh dengan berbagai dinamika ini.

“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbatah-batahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:14-15).

Tuhan Yesus Gembala Agung dan Allah kami mengajarkan kepada saya bahwa saya harus berbuat baik kepada siapa saja supaya mereka juga berbuat baik kepada saya, keluarga saya dan anak dan cucu saya ke depan.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12).

Baca Juga: Saya tidak Ikut Menyanyi Lagu Indonesia Raya

Bagian ini berbicara Hukum Tabur dan Tuai. Apakah Anda menabur benih-benih kebaikan, kasih, kebebaran atau kejahatan.

Nasihat saya kepada Anda. Jangan Anda mengganggu saya lagi. Kalau Anda masih meneruskan rencana jahat terhadap saya, Anda, keluarga dan anak-cucumu berurusan dengan TUHAN Yesus Kristus yang saya imani, kasihi dan layani. Anda mau mendapat BERKAT atau KUTUK, itu tergantung Anda dan hak TUHAN. Semua tergantung sikap dan Anda. Bertobat dan berubalah. Jangan kasih makan dan anak cucu dengan hasil kerja yang jahat dan tidak layak.

Yang jelas dan pasti: Saya tidak takut dan tidak gentar dengan orang-orang jahat. Tetapi, saya lebih takut, gentar dan lebih respek kepada orang-orang benar, jujur, mengasihi sesama, menghormati martabat manusia, pejuang keadilan dan perdamaian.

Saya percaya kepada Tuhanku dan Gembalaku dan Rajaku dan Pemimpinku yang selalu menggembalakan, menjaga, lindungi, pelihara, awasi saya setiap detik, menit, jam, hari, minggu dan tahun, yaitu TUHAN Yesus Kristus melalui Roh Kudus yang berkuasa atas hidup saya. Bahkan ribuan dan berlaksa-laksa maikat TUHAN dari Sorga melindungi dalam hidup dan tugas saya.

Saya juga beriman dan sangat percaya kuasa doa-doa orang-orang kudus dan orang-orang benar, yaitu umat Baptis dan seluruh umat Kristen di Tanah West Papua dari Sorong-Merauke dan Indonesia dan seluruh dunia menjadi pagar, penjaga dan pelindung saya.

Baca Juga: Dr. Yoman: Saya Tidak Percaya 100% Pembunuhan Warga Sipil pada 25 Juni 2018 di Kabupaten Nduga itu Dilakukan OPM

Siapapun Anda, mata-mata yang menyamar menjadi sopir, penjual bakso, penjual sayur, penjual kue, menjadi PNS, menjadi mahasiswa, menjadi mantri, dokter, suster, bidan, menjadi majelis, gembala dan pendeta, peneliti, wartawan, sopir mobil, Anda perlu dan sadar bahwa apa yang Anda tanam hari ini akan Anda tuai pada hari tua, dituai oleh keluarga dan anak cucu dan lebih dari itu, Anda akan pertanggugjawabkan kepada TUHAN.

Kami sudah belajar dari penguasa Indonesia dan TNI-Polri sebagai guru yang baik dalam bilang RASISME, FASISME, KOLONIALISME, IMPERIALISME, KAPITALISME DAN MILITERISME selama 58 tahun sejak tahun 1961.

Karena kami percaya dan beriman dan percaya. “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10).

Pemguasa Indonesia dan TNI-Polri mempunyai segala-galanya. Tidak ada yang kekurangan. Penguasa Firaun dan Goliat moderen memiliki pasukan, pesawat tempur, kapal perang, pesawat tempur yang canggih dan pasukan elit dan mata-mata tersebar dimana-mana. Tetapi, itu bukan segala-galanya.

Baca Juga: Dr. Yoman: Mengapa Penguasa Bersikeras Menentang Suara Saya

Saya dan rakyat West Papua sebagai sebuah bangsa yang percaya kepada Tuhan Yesus memiliki kekuatan kami: KASIH, DOA, PENGAMPUNAN dan HARAPAN.

Kami juga berada dan hidup di Tanah leluhur kami. Kami masih ada. Kami masih hidup. Kami sedang melihat semua. Kami telah, sedang dan terus belajar tentang siapa itu penguasa Indonesia dan TNI-Polri yang RASIS dan FASIS yang berlindung dan bersembunyi di balik NKRI harga mati dan stigma Separatisme dan OPM.

Kami hidup dengan undang-undang kami, yaitu ALKITAB. Kami berdiri bersama Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan hikmat kami. Kami berdiri dengan nilai budaya dan norma-norma kami sebagai warisan leluhur kami. Kami hidup di atas sejarah kami. Kami hidup dengan kuasa bahasa kami. Kami bukan pendatang. Kami pemilik sah Tanah ini. Kami lebih berhak atas tanah Melanesia-West Papua.

Penguasa Indonesia dan TNI-Polri belum barhasil membunuh Allah kami. Belum membunuh Tuhan Yesus kami. Belum membunuh Roh Kudus. Belum membunuh Injil adalah kekuatan Allah. Belum membunuh roh leluhur dan nenek moyang kami. Belum membunuh harapan kami. Belum membunuh ideologi dan nasionalisme kami.

Baca Juga: 95% Menyebut Dr. Socratez S.Yoman adalah Gembala Umum OAP

Ideologi dan nasionalisme Indonesia lewat lembaga pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi yang mengajarkan: Pancasila, UUD 1945, Lagu Indonesia Raya, hormat bendera merah putih, Bhineka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda, sejarah Indonesia, pahlawan nasional Indonesia, semuanya TIDAK dan BELUM pernah MENGUBAH kami.

Karena wajah dan karakter Indonesia di Papua ialah RASISME, KOLONIALISME, IMPERIALISME, KAPITALISEME YANG BERKULTUR MILITERISTIK.

Tahun 2019 sebagai Tahun KAIROS. Artinya waktunya TUHAN. Karena tahun 2019 ini, TUHAN telah menyatakan kepada rakyat dan bangsa West Papua, rakyat Indonesia dan komunitas Internasional bahwa AKAR Persoalan yang dialami dan dihadapi rakyat dan bangsa West Papua selama 58 tahun sejak tahun 1961 ialah penjajahan atas dasar RASISME bukan Separatisme. Stigma Separatisme dan OPM hanya sebagai topeng/tameng untuk penguasa Indonesia dan TNI-Polri bersembunyi dalam misi melaksanakan Penjajahan terhadap bangsa West Papua dengan roh RASISME.

Sudah menjadi jelas bagi para pembaca bahwa AKAR Persoalan West Papua ialah RASISME bukan Separatis atau OPM.

Rakyat dan bangsa West Papua, mari, kita melawan Kolonialisme Indonesia berdasarkan RASISME dengan kuasa DOA, KASIH, KEDAMAIAN, LOBI dan DIPLOMASI.

Baca Juga: Mengapa pak Yoman tidak takut Menulis Buku dan Artikel Melawan Indonesia?

Doa dan harapan saya supaya tanggapan atas teror terbuka terhadap Gembala umat tertindas ini menjadi berkat dan pencerahan.

 

Ita Wakhu Purom,

Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua

Presiden,

Gembala Dr. Socratez S.Yoman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here