KNPB Lapago tolak Tuduhan aparat Kepolisian Sebagai Dalang Rusuh Wamena

0
1790
Anes Wanimbo Jubir KNPB Lapago- Jubi/ Ist

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah adat lapago secara tegas menolak tuduhan yang selama ini dituduhkan kepada organisasi itu, terkait kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019.

“Tuduhan dari Kapolres Jayawijaya bahwa KNPB berada di balik kerusuhan tanggal 23 september 2019 itu tidak benar ,” ujar Anes Wanimbo Jubir KNPB Lapago kepada media Jumat (4/10/2019).

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa itu murni spontanitas dari siswa SMA yang berada di Kota Wamena, setelah mendengar dugaan rasisme. Mereka menggelar demo ke kantor bupati hingga akhirnya terjadi kerusuhan.

Baca Juga: Gereja Baptis Papua Lindungi 370 Kepala Keluarga Muslim di Wamena

Dia mengklaim, sejak berdirinya KNPB pada tahun 2010, organisasi itu tidak pernah memprovokasi, menyuruh, untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap siapapun di tanah papua.

Menurutnya KNPB hadir sebagai media bangsa Papua untuk memediasi rakyat Papua untuk berjuang secara damai, disiplin, berwibawa, bermartabat terpimpin secara vertikal. “Dan demokrasi yang benar kepada rakyat papua dan dunia internasional,” jelas dia.

Dia menyatakan tuduhan dari Kapolri dan Kapolres Jayawijaya terhadap anggota KNPB tidak tepat dan salah sasaran. Jika benar pihak aparat bisa membuktikan itu dengan fakta dan rekaman, video, foto dan nama-nama yang terlibat langsung dalam aksi itu.

Sebelumnya, Juru Bicara KNPB Ones Suhuniap menegaskan KNPB tidak terlibat dalam aksi para pelajar yang berkembang menjadi amuk massa di Wamena itu.

Baca Juga: Pemerintah Dinilai tak adil tangani Pengungsi Nduga dan Wamena

Dia menilai polisi cenderung selalu menjadikan KNPB kambing hitam agar berbagai peristiwa di Papua.

“Setiap aksi yang terjadi di Papua, polisi selalu mengambinghitamkan KNPB. Sama halnya dengan lempar batu sembunyi tangan. Polisi harus bicara sesuatu sesuai dengan fakta di lapangan,”.

Suhuniap meminta polisi tidak asal-asalan menuduh KNPB. Ia menyatakan KNPB justru telah mengeluarkan imbauan agar rakyat tidak berunjukrasa pada 23 September 2019.

“Kami KNPB secara resmi keluarkan imbauan kepada rakyat untuk tidak [berunjukrasa] tanggal 23 September 2019,” katanya.

Baca Juga: Theo Hesegem: Kasus di Wamena, Berawal dari kata Rasisme

Dikutip dari Tirto.id, Kepolisian mengklaim kerusuhan yang terjadi di Waena, Jayapura dan Wamena dimotori oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Kepolisian pun mengaitkan aksi kerusuhan dengan kelompok United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang dipimpin Benny Wenda.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, aksi yang terjadi di Waena dan Wamena melibatkan ULMWP lewat KNPB. Kapolri mengklaim, aksi kerusuhan akan dijadikan sebagai alat untuk memancing posisi Indonesia di sidang Komisi Tinggi HAM di Jenewa pada 9 September 2019 dan sidang umum PBB pada tanggal 23 September 2019.

“Mereka (ULMWP) mulai melaksanakan kegiatan itu dengan menggunakan jaringan di dalam negeri yaitu KNPB,” kata Tito di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (24/9/2019). (*)

 

_______________________________________

Sumber: jubi.co.id

Editor: Noken/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here