Bantuan Sosial untuk Pengungsi rakyat Pendatang di Wamena Negara cepat Turun tangan, Pengungsi rakyat Nduga tidak, Mati dibiarkan

0
1446
Bantuan dari Presiden untuk korban pengunggsian di wamena Jayawijaya (antara)

MAJALAHWEKO, WAMEN – “10 Bulan mengungsi, 189 pengungsi Nduga Meninggal (suarapapua; 5/10/19). Selamat jalan saudara-saudaraku rakyat Nduga yang meninggal karena operasi Militer. Rakyat Nduga mengungsi karena operasi Militer. Rakyat pendatang (maaf) mengungsi karena dampak atas kerusuhan di Wamena.

Bantuan sosial untuk pengungsi Nduga dibiarkan. Melayani stengah-stengah, tidak tulus dan serius – alasan karena medan dan jarak jauh. Itu alasan sampah. Negara ada karena rakyat bukan sebaliknya. Dua atau tiga minggu bantuan sosial untuk pengungsi rakyat pendatang di Wamena negara cepat turun tangan, dikawal, difasilitasi, dirawat ketat, dijemput cepat, dikasih makan enak dan lezat.

Baca Juga: Ribuan Orang Mengungsi dari Wamena karena Hoax

Warga Distrik Yigi Kabupaten Nduga saat menuju Nigiagin yang berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya Papua 26 Desember 2018. (SP)

Pengungsi rakyat Nduga tidak. Mati dibiarkan. Sakit tidak dipedulikan. Meninggal apalagi. Padahal, kerusahan Wamena, baru. Operasi Militer di Nduga, lama.

Negara, munafik. Negara tidak adil dan diskriminatif. Negara tidak punya hati nurani. Negara kurang hajar. Negara sialan. Sudah cukup dan berhenti. Kalau, mau kasih habis rakyat Papua. Sekalian, kasih turun bom Atom di tanah Papua.

Jangan habisin kami dengan cara cicil begini. Kami bukan celengan. Kami manusia. Jokowi semoga dengar”.

 

Penulis: Maiton Gurik. Sentani, 05 Oktober 2019. Waktu 22:32 Wit.

Editor: MW/Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here