Kosoke Diminta Bebaskan Tahanan Tersangka Kerusuhan 28 Agustus Dari Deiyai

0
548

Ilustrasi SP: Kosoke-Paniai meminta Kepolisian Paniai harus bebas tersangka dalam kerusuhan pasca aksi tolak Rasisme pada bulan Agustus 2019 lalu di Deiyai-(Boas/MW)

MAJALAHWEKO, PANIAI – Kosoke-Paniai (Komite Solidaritas Kemanusiaan) meminta Polisi harus mengabulkan penangguhan serta penahanan untuk tersangka kerusuhan pada Rasisme di Deiyai. Kosoke-Paniai meminta agar supaya mereka harus keluar dari tahanan dengan sejumlah pertimbangan yang ada.

“Peserta aksi penolakan rasisme di Deiyai pada 28 Agustus 2019 lalu yang ditahan Polres Paniai, kami harap mereka harus keluarkan dari tahanan,” kata Sekretaris Kosoke Elias Bunai kepada media ini setelah tahanan bertahan 3 bulan dari bulan Agustus 2019 hingga Oktober 2019 di kantor Polres Madi, Paniai, Jumat, 04 Okt 2019.

Bunai menuturkan, pertimbangan dikeluarkan untuk mengabulkan dari penahanan di antaranya mereka bukan bobot keterlibatan sebagai tersangka, mereka adalah peserta menolak rasisme, bukan pelaku kerusuhan. Bunai menyebut tidak ada yang disangka terlibat penuh dalam kerusuhan.

“Itu merupakan tidak manusiawi atas tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan,” kata Bunai menjelaskan sangkaan yang kedua.

Pertimbangan lain yang digunakan oleh polisi adalah tidak ada hukum, sehingga polisi mengambil alasan kesehatan dan lain-lain. Bunai menyebut peserta menolak rasis itu bukan tersangka dan juga mereka bukan menjadikan korban dari antara kerusuhan yang terjadi.

Kepolisian Polre Paniai menetapkan 13 orang menjadi tersangka dalam rangkaian kerusuhan pada menolak Rasisme tersebut yang terjadi 28 Agustus 2019. Para tersangka atau peserta menolak rasisme ditangkap dari titik-titik kerusuhan yang berbeda, mulai dari depan Kantor Bupati hingga kota Waghetei, dan kawasan tigi Dougida.

__________________________
Redaksi   |  MW
Penulis    :  Yobo Pogeipai
Editor      :  Boas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here