Hanya karena Berkat Rahmat-Nya Sajalah Wisuda ini bisah saya Selesaikan

0
148

MAJALAHWEKO, – Hanya karena berkat rahmat-Nya sajalah Wisuda ini bisa saya selesaikan. Pada kesempatan ini, saya berterima kasih kepada Bunda Maria yang selalu menemani saya di dalam suka maupun duka dan Tuhan (Ugatamee) yang selalu membimbing dan menuntun serta melindungi saya di kala saya berada dalam bahaya.

Dan kepada kedua orang tua saya; Ayah, Yulianus (Pigaibo) Pigai dan Ibu, Agusta Enago (Enato Mee) Mote yang selalu memberikan motivasi-motivasi hidup bagi diri saya guna mengubah diri dalam menjalani hidupku, dengan segala pengorbanan demi suksesnya kuliah saya di Universitas Dr. Soetomo Surabaya ini.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada, keluarga anibai Lince Pigai, wauwa Pastor Honny Pigai, wauwa Natho Pigai, wauwa Step Pigai, Amoye Jerry Pigai, amady Nella Pigai, aita Anggel Dokeumau Pigai dan keluarga kecilku Maria Maga Tekege dan aita Stenly Aweidabi Pigai yang mendoakan dan memberi saya motivasi, dorongan serta menyemangati saya untuk menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir (TA) dan Wisuda ini dan kepada amoye Jerry Pigai yang memberikan saya lektop untuk sementara menulis bait-bait kata, kalimat, paragraf menjadi sebuah karya ilmiah (TA), dan terima kasih pula kepada wauwa-wauwa dan nogei-nogei yang saya tidak menyebut nama satu per-satu.

Baca Juga: Wisuda Murid Yayasan Mitra Misi Baptis Papua merupakan Langkah awal yang Baik

Berterima kasih pula kepada para rekan-rekan jurnalis muda, di salah satu media lokal di tanah Papua, media online www.kabarmapegaa.com yang menerima saya di media tersebut, untuk belajar menulis, baik berita, artikel/opini, puisi, maupun cerpen dan situlah saya bisa mendapatkan pelajaran yang sangat penting bagi diri saya, guna untuk mengubah perubahan dunia, lebih khususnya tanah Papua dengan dunia tulis-menulis.

Terima kasih juga kepada Team Buletin Kaboo (BK) yang selalu semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, biar ada kendala baik dan buruk yang terjadi. Kedepan tetap semangat dan ukirkan sejarah bagi karya “biar pun jiwa dan tubuh itu mati karena ditelan maut, namun karya itu tetap hidup bagi siapa saja di dunia ini bahkan akan dikenang selalu” dalam menulis dan mengulas perkambangan untuk perubahan yang terjadi di tanah Papua dari berbagai perspektif persoalannya.

Tak lupa berterima kasih juga kepada kawan-kawan Komunitas Rimba Manokwari dan Komunitas Kumpulan Puisi Anak Papua yang menerima saya untuk belajar bersyair, serta Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang selalu bersatu di kiri jalan dan konsisten dalam menyuaran kebenaran atas ketidakadilan bagi kaum tertindas.

Baca Juga: Dua Mahasiswa Asal Lanny Jaya Menggelar Ibadah Syukuran atas Wisuda di Kampus Uncen Jayapura

Pada kesempatan ini saya bisa menulis sebuah karya “Tugas Akhir (Skripsi)” dan Wisuda karena adanya dukungan dan dorongan yang kuat antara sesama anak muda Papua yang selalu saja menyemangati saya untuk menulis dan menyusun sebuah karya ini; dan tak lupa berterima kasih kepada keluarga besar IPMANAPADODE Surabaya yang selalu alami manis dan pahitnya di kota Pahlawan ini.

Terus maju dan menjaga kebersamaan serta kekompakan untuk belajar dan berkembang Softskill dan Hardskill demi tanah Meuwodidee dan umumnya tanah Papua.

#KumisKotor

#MonyetPigai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here