Polisi Jemur Mahasiswa Papua, DPR Papua: Anak Kami Bukan Ikan Asin!

8
24882
Mahasiswa dijemur di museum expo waena. Senin, 23 September 2019.

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat Papua mengecam tindakan TNI, Polri dan Brimob saat merespons acara mahasiswa eksodus yang dipindahkan dari halaman auditorium Uncen Abepura ke taman budaya Ekspo, Waena, kota Jayapura, Senin (23/9/2019).

Anggota Komisi II John NR Gobai mengatakan, tindakan aparat dengan menjemur mahasiswa di bawah terik matahari layaknya mengeringkan ikan asin, justru menambah luka batin bagi rakyat Papua.

“Hentikan kegiatan jemur mahasiswa Papua di matahari. Mereka bukan untuk dibuat ikan kering atau ikan asin,” ujarnya kepada Jubi.co.id.

Baca Juga: Empat korban Meninggal pasca Pembubaran Mahasiswa di Uncen Jayapura

Aksi mogok pendidikan di Papua, Anggota Gabungan mengempung Massa. Senin, 23 September 2019

Ia menegaskan, aksi massa jangan ditanggapi dengan tembak menembak, juga jangan bubarkan secara paksa. Masih ada cara lain untuk mengatasi persoalan, yaitu bicara dari hati ke hati.

“Acara mahasiswa ataupun masyarakat jangan ditanggapi dengan pembubaran paksa. Harusnya diajak dialog, bicara dari hati ke hati. Kasih mereka ruang untuk berekpresi,” ucap Gobai.

Ia menegaskan, agar TNI /Polri setop kebiasaan gunakan senjata saat menghadapi massa orang asli Papua (OAP) sementara rakyat tidak membawa alat perang.

Otinus Lokbere Meninggal, kena peluru Senjata. Senin 23 September 2019

“Siapa yang mau bikin perang di perkotaan ini sampai semua kesatuan turun dengan kekuatan senjata,” cecarnya.

“Harus berikan ruang demokrasi bagi orang asli Papua terutama mahasiswa untuk dapat bebas berekspresi, aksi demo damai mengeluarkan pendapat di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Pembubaran Paksa oleh Aparat Gabungan, satu Mahasiswa Exodus kena Tembakan peluruh dan Meninggal Dunia di Jayapura

Terkait kejadian di Waena dan Wamena pada hari ini, ia meminta kepada TNI dan Polri harus mencari siapa provokator yang memicu situasi menjadi memanas.

Foto: Salah satu siswi yang tertembak akibat tembakan dari TNI di wamena pagi ini. Senin, 23 September 2019.

“Cari tahu dan ungkap oknum anggota siapa yang lebih dulu menembak ke siswa di Wamena dan mahasiswa di Waena, ini dulu selesaikan,” katanya.

Ia juga bertanya mengapa mahasiswa harus diangkut ke Waena dan untuk apa poskonya mau ditutup? “Harusnya berdialog baik-baik,” ujarnya.

“Jangan berpandangan negatif terhadap orang lain, maka semua akan berakhir juga dengan negatif. Untuk itu haruslah ke depankan sikap yang ramah dan senyum,” ujarnya.

Baca Juga: Aktivitas Lumpuh total, Ribuan Massa gabungan Membakar Sejumlah Perkantoran di Kota Wamena

Sementara itu, kerusuhan di wamena, Salah satu warga termasuk saksi mata melaporkan, korban meninggal dunia akibat tembak oleh gabungan TNI dan Polisi sebanyak dua orang asli Papua, diarea misi.

Korban tertembak di wamena Papua. Senin, 23 September 2019

“Dua orang warga sipil meninggal dunia di pasar misi, Dstrik Wouma, Wamena kota. Mereka dua itu adalah Naligi Komba dan Keteron Kogoya,” kata saksi tersebut.

Ia menambahkan, Naligi Komba dibawa ke rumahnya sementara Keteron Kogoya, dibawa anggota polisi ke RSUD Wamena untuk diautopsi.

Baca Juga: Aksi Pelajar di Wamena di Bubarkan dengan Tembakan Senjata TNI

Sementara di bagian kota, kami belum bisah pastikan sebab warga lari teramburan. Berapa jumlah korban. (*)

 

Sumber: jubi.co.id

8 KOMENTAR

  1. negara kita lebih kejam negra keraja’an mesir!, di-jaman raja wiraun!,pemeras bengis peng’aniyaya,penjajah rakyat,bahkan pembunuh,…kita bersatu rakyat seluruh elemen,bersatu dalam satu kekuwatan,lawan,turunkan presiden bengis kejam dari tahtahnya,jangan takut,God Bless You.

      • Papua dan Aceh harus bebas Merdeka.
        Saya salut dengan video yang tersebar sampai di pelosok Bumi Papua, diaman GAM memberikan waktu sampai tanggal 4 Desember 2019. untuk orang pribumi segerah meninggalkan dari Tanah Aceh.

        Tunggung Aksi dari kawan-kawan Aceh.

  2. Itulah yg terjadi dimana2 apabila ada tindakan makar, oleh karena itu mari kita tolak gerakan OPM… Tidak akan menguntungkan. Upayakan berjuang membela hak melalui peraturan yg ada dan legislatif…. Sekarang aceh aman krn mereka menyadari dan kelompok makar telah mengakui bahwa kita semua bersaudara membangun negara ini bersama sama… Contoh lah aceh… Dan jngn mudah terprovokasi… Salam damai dan sejahtera…

    • Ko tidak bisah tolak dengan cara kekerasan sekalipun. Jika mau menghakiri konflik Papua. Carilah akar persoalan, Lalu selesaikan dari akar. Kenapa Jakarta tidak mau selesaikan akar persoalan konflik Papua. Karena jakarta hanya sengaja jaga konflik.
      Ini semua permainan petinggi Negara..

  3. Aparat juga manusia kalau saudara para demo sebagai aparat gimana dan apa yg anda lakukan saat aparat di lempar di ancam panah dan tombak seharusnya saat demo tidak boleh anarkis dan merusak fasilitas umum yg bermanfaat bagi masyarakat daerah sendiri kenapa haris anarkis kenapa harus mengancam dan mengapa harus merusak fasilitas umum hanya karena menuruti provokator

    • Dibalik itu, pasti ada provokasi massa, tidak mungkin massa aksi langsung main lempar baru ke Aparat. tidak ada cerita itu..
      Kalau Bakar Fasilitas umum itu bisah ganti dan membangun, tetapi nyawa tidak bisah di gantikan dengan sebuah Bangunan tersebut.

  4. Halah percuma
    …ga efek..ini berita provokatif.OPM papua didukung dr luar papua nugini vanuatu.OPM dr dulu pemberontak NKRI.Saya kira benar pak tni kasih jera hukuman ditembak karena melawan negara!.untuk warga papua jgn terpengaruh dgn mereka OPM pemberontak negara.Ga usah ngomong aceh GAM dll..aceh sudah kembali k ibu pertiwi

Tinggalkan Balasan ke daniel ferry assa Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here