Empat korban Meninggal pasca Pembubaran Mahasiswa di Uncen Jayapura

0
2184
Empat korban Meninggal pasca Pembubaran Mahasiswa di Uncen

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Aksi pembubaran mahasiswa yang ingin mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di Universitas Cendrawasih menelan korban. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai mengatakan ada empat korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya keempat korban sudah dibawah ke RS Bhayangkara, Abepura.

“Sudah ada empat korban jiwa. Satu dari pihak TNI yaitu dari 751, dan tiga lainnya adalah korban dari mahasiswa (orang Papua),” katanya kepada wartawan, Senin (23/9/2019) saat ditemui di RS Bhayangkara.

Sementara untuk korban luka-luka, saat ini Dinas Kesehatan mencatat ada 10 mahasiswa yang menjalani perawatan.

Empat korban Meninggal pasca Pembubaran Mahasiswa di Uncen

Baca Juga: Pembubaran Paksa oleh Aparat Gabungan, satu Mahasiswa Exodus kena Tembakan peluruh dan Meninggal Dunia di Jayapura

“Jadi kami ada buka dua pos pelayanan yaitu di RS Bhayangkara, Abepura dan RS Marthen Indey, Kota Jayapura. Sudah ada 10 yang luka-luka kami tangani di RS Bhayangkara. Saya berharap tidak ada korban lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Aloysius Giyai mengaku belum mendapat akses untuk masuk ke Wamena sehingga belum bisa membuka posko pelayanan kesehatan untuk korban luka di sana.

Empat korban Meninggal pasca Pembubaran Mahasiswa di Uncen

“Kami sedang berkomunikasi dengan Pemda setempat. Karena kami mendapat kabar, Bandara Wamena juga belum bisa didarati pesawat karena ditutup,” katanya.

Baca Juga: Breaking News..!! Mahasiswa di Jayapura dan Gabungan Mahasiswa Eksodus Papua sedang Melakukan Mogok Pendidilan Hari ini

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Albert Rodja mengaku terpaksa memulangkan para mahasiswa dari luar Papua yang berkeinginan untuk mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di halaman Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen). Ini dilakukan karena pembukaan pos itu tak mengantongi izin dari pihak kampus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai – Jubi/Roy Ratumakin.

“Ini mahasiswa-mahasiswa dari luar Papua (mahasiswa eksodus) yang tanpa izin dari pihak Uncen mau mendirikan posko mahasiswa dan itu tidak dibenarkan. Jadi kami membubarkan mereka agar keinginan mereka untuk mendirikan posko tidak jadi dan proses perkuliahan di Uncen tidak terganggu,” kata Kapolda Rodja kepada wartawan, Senin (23/9/2019). (*)

 

_____________

Editor: Edho Sinaga

Sumber: jubi.co.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here