Mahasiswa Papua pulang ke Papua dan Referendum

1
200

Opini Oleh : Tua Gila di Makassar

MAJALAHWEKO, (OPINI) – Setelah saya sadar, dari suatu tempat ini, ku mengalisis tentang perkembangan pada tahun 1961 sampai saat ini di seluruh nusantara. Ternyata saya pun dilahirkan oleh ibuku dalam keadaan ditindas oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kapitalisme amerika Serikat.

Umurnya dua (12) tahun, sedikit mulai terasa apa yang dilakukan oleh kolonialisme, militerisme, kapitalisme dan imperialisme terhadap rakyat sipil yang ada di seluruh nusantara, terutama kepulauan west papua.

Apa yang dilakukan oleh kolonial indonesia dan kapitalis amerika serikat ini, tanpa sepengetahuan oleh hak ulayatnya. Pada hal, hak ulayat atau pemilik Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada diatas tanah papua, ada disebelah mata.

Kami sebagai generasih mudah sudah tau bahwa Allah menciptakan umat manusia yang ada dibawa kolom langit segaligus membagikan letak geografisnya kepada setiap suku, bangsa, ras dan etnisnya.

Baca Juga: Pelajar dan Mahasiswa Nduga di Jawa Timur sepakat pulang ke Papua

Dalam hal ini kaki tangan klonial indonesia “pemerintahan” yang ada diatas tanah papua perlu menanmkan ideologi dalam individu masing-masing itu sangat signifikan. Supaya bagaimana cara untuk mencari kemauan mahasiswa/i papua yang sedang meninggalkan kota studinya.

Tujuan dari pada mahasiswa papua yang meninggalkan kota study hanya satu yaitu menuntut refrendum papua barat. Mereka menunggu pemerintah kolonial indonesia yang ada di sorong sampai samarai untuk lepas garuda.

Mahasiswa Papua mengatakan dengan tegas kepada pemerintah kolonial indonesia yang ada di atas tanah papua terutama bupati-bupati bahwa jangan perluaskan berita Hoax. Karena kami tauh bahwa apa yang kalian sampaikan pada saat pertemuan gubernur papua dan bupati – Bupati yang ada dalam pemprov Papua pada beberapa hari yang lalu di Gedung Negara Klonial.

Foto: Penulis

Mahasiswa/i papua yang ada dikota study masing-masing bahkan yang sudah pulang, perlu mengambil sikap tegas untuk refrendum papua barat.

Baca Juga: Mahasiswa Papua di Gorontalo Gulung Tikar Pulang ke Papua

Mahasiswa jangan tunggu pemerintah yang ada diatas tanah papua untuk mengambil solusinya. Sebab pemerintah tidak mungkin lakukan hal itu karena mereka adalah kaki tangan klonial, “itulah realitanya kawan-kawan”

Pemerintah harus tau juga bahwa pelajar dan mahasiswa papua serta papua barat mengorbangkan study karena rasa sakit apa yang dilakukan oleh klonial indonesia. “Kami rasahkan hari ini bukan masalah baru. Tetapi hal itu rakyat papua dirasahkan sejak klonial indonesia merdeka 1945”.

Kalimat itu dalam problem ini ada banyak orang yang pernah mengucapkn tetapi siapa dia yang mengucapkan kalimat itu.

Maka dengan itu, dimemerdekakan suatu bangsa, (Papua Barat) bukan ditangan pemerintah klonial indonesia yang ada diatas tanah papua “Eksekutif dan Legislatif” dan juga tidak mungkin datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Belum Ada Kata Sepakat Ribuan Mahasiswa Papua Tolak Pertemuan Bersama Gubernur

Kemerdekaan papua barat ada ditangan Aktivis, Mahasiswa/i serta masyarakata papua yang masih hidup. Namun memunjulkan kemerdekaan papua barat, ada didapur artinya bahwa dipulau cendrawasih bukan di hotelnya kolonial indonesia.

______________________________________
Penulis adalah seorang mahasiswa kritikus yang sedang menimbah ilmu dikota klonial indonesia bernama sumber badaki bomaibo tua gila di makassar
Editor: Redaksi/MW.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here