Belum Ada Kata Sepakat Ribuan Mahasiswa Papua Tolak Pertemuan Bersama Gubernur

1
724
Aksi Tolak Rasisme di Jayapura West Papua

MAJALAHWEKO, JAYAPURA –Ribuan mahasiswa asal Papua yang menempuh Pendidikan pada berbagai kota studi di tanah air menolak menghadiri pertemuan yang digagas Pemerintah Provinsi Papua, Jumat (13/9/2019) di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura.

Padahal hampir semua tokoh Papua hadir bersama Forkompimda diantaranya Ketua MRP Timotius Murib, Ketua DPR Papua Yunus Wonda, Kapolda Papua Rudolf A Rodja, Ketua FKUB Papua Lipius Biniluk dan Ketua Sinode se- Tanah Papua. Nampak pula Bupati Kab. Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak yang ikut menghadiri acara tersebut.

Benyamin Gurik salah satu pengurus KNPI Provinsi Papua mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan para ketua ikatan mahasiwa di beberapa kota study yang pulang namun, pihak mahasiswa tersebut menolak untuk menghadiri pertemuan tersebut karena belum ada kata sepakat diantara mahasiswa yang pulang.

“Saya sempat berkomunikasi dengan mereka (ketua ikatan mahasiswa) tadi malam dan menyerahkan undangan untuk kegiatan hari ini. Namun mereka memohon maaf karena tidak bisa hadir. Tidak hadir karena para mahasiswa tersebut belum melakukan diskusi secara internal, dimana ada sebagian mahasiswa yang masih dalam perjalanan pulang ke Papua dan Papua Barat,”akunya.

Untuk itu, kata Gurik, para mahasiswa tersebut ingin melalukan diskusi dulu secara internal apa kemauan dan keinginan mereka baru bisa disampaikan kepada pemerintah Provinsi Papua.

“Mereka juga tidak bisa hadir karena mereka tidak mau menjadi perwakilan dari mahasiswa yang lain, karena kemauan dan keinginan orang per orang harus di sampaikan oleh individu masing-masing. Jadi, mahasiswa tersebut inginkan pertemuan seperti ini bisa dilakukan apabila sudah ada kata sepakat dari mereka (mahasiswa) setelah melakukan diskusi di internal merek,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, pihaknya hingga kini belum mengetahui keinginan dari para pelajar dan mahasiswa yang memilih meninggalkan kota study-nya untuk kembali ke Papua dan Papua Barat. Padahal, menurutnya, hari ini dirinya mempunyai keinginan untuk bertemu dengan para mahsiswa tersebut.

“Saya sudah mengirim surat undangan kepada para perwakilan mahasiswa yang telah pulang dan pertemuannya hari ini, namun tidak ada yang datang. Mungkin mereka belum mau ketemu dengan kami, tetapi kami akan jadwalkan ulang pertemuan seperti ini,” kata Gubernur Lukas.

Untuk itu pihaknya akan membangun sejumlah posko guna menampung para mahasiswa yang tidak bisa kembali ke daerah mereka masing-masing.

Hal ini juga untuk memudahkan pihaknya melakukan komunikasi dengan para mahasiswa tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan para mahasiswa tersebut, jangan sampai mereka tinggal terpisah. Nanti kami akan mendengar dari mereka (mahasiswa). Tidak bisa kami memaksakan mereka untuk kembali ke daerah study-nya masing-masing karena kita harus tahu situasi baru kami akan memanggil Kapolri untuk memberikan jaminan kepada mahsiswa,”terangnya menjawab pertanyaan Bogopapua.com.

Nantinya setelah semuanya bisa diselesaikan dengan para mahasiswa tersebut. Untuk itu dirinya berharap Kapolri bisa memerintahkan seluruh Kapolda di Indonesia agar dapat memberikan jaminan keamanan kepada anak-anak Papua yang menempuh pendidikan di luar Papua.

“Kalau memang disana ada tekanan, intimidasi, maka ini harus diselesaikan dan harus ada jaminan tertulis. Selain itu, memang sebagian besar mahasiswa dibiayai oleh orangtuanya, kalau biaya dari orangtua ini yang susah untuk dilakukan komunikasi,”akunya.

Untuk itu, dirinya berharap para bupati-bupati untuk bisa membangun komunikasi dengan para mahasiswa yang telah pulang ke daerah mereka masing-masing terutama mereka yang dibiayai kuliahnya oleh orang tua.

“Kalau yang beasiswa itu gampang kami memanggil mereka. Karena kami punya data lengkap,”pungkasnya.

Saat ini dari data yang dimilik Pemprov Papua ada sekitar 1200 mahasiswa yang pulang ke Papua dan Papua Barat. Bahakan gelombang eksodus ribuan mahasiswa ini akan terus bertembah. (Josemaria)

Sumber: www.bogopapua.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here