Komunitas ALIE: Bupati Paniai Tidak Konsisten Pada Aksi Rasisme

0
142

Ilustrasi Massa Orasi: Pengurus Komunitas ALIE Menyebut Bupati Paniai Tidak Konsisten Pada Aksi Rasisme-(Boas/MW)

MAJALAHWEKO, PANIAI – Penilaian oleh Komunitas ALIE (Anak Lahir Besar Enarotali) pada Aksis Rasisme sejak pada (26 Agt 2019) di Kabupaten Paniai, Bupati Paniai (Meki Nawipa) tidak konsisten terhadap hati kecil Masyarakat Paniai. Eman Goo Ketua Pengurus Komunitas ALIE menyebut Bupati tidak hargai Masyarakat Paniai pada umumnya Masyarakat Papua.

Goo menyebut, Bupati Paniai Meki Nawipa tidak konsisten karena aspirasi masyarakat Paniai sejak itu Pemerintah setempat tidak terima suara hati kecil masyarakat paniai, sehingga pandangan oleh Rakyat Meki Nawipa bukan pilihan Masyarakat.

“Dia menuturkan, saat itu tanah Papua masih panas tentang kata yang dikeluarkan oleh Ormas dan Tni serta Polri. Namun untuk apa bupati takut mengambil tindakan, kata Goo kepada Media ini. Rabu, 11/09/2019.

Pendapat orang nomor satu di Paniai Meki Nawipa adalah padangan anarkis yang dia buat terhadap masyarakat Paniai. Bila pejabat mestinya mengetahui tentang hal ini di tempat lain sejak itu, tapi dia martabat dan harga diri dihilangkan di tengah publik.

“Dia mengatakan, Bila Orang nomor satu di Paniai. Jangan mendiami diri untuk menlewenkan suara rakyat itu dibungkam karena jabatan sementara dimata NKRI,” Pintanya.

Selain itu, Goo menambahkan, Meki Nawipa ini bisa dibilang posisi pihak indonesia, karena suara hati kecil rakyat Paniai dibungkam di mata publik. Jika Bupati Paniai Meki Nawipa akan turus menutupi semua suara jeritan rakyat Paniai, maka rakyat akan turus melawan pada Rasisme ini.

“Lanjut, pejabat seperti ini menjabat sebagai orang nomor satu di paniai, pasti rakyat Paniai tidak lama lagi akan punah serta menindak pada hanarkisme penindasan akan turus terjadi kapan saja terhadap rakyat Paniai,” katanya.

Bupati kabupaten Paniai memang tidak konsisten terhadap Rasisme bagi orang papua, karena dia tidak tanggapi apa yang di sampai oleh masyarakat tentang kata Monyet itu pada orasi sejak jelang Orasi di Kantor Bupati.

Perlunya harus buka mata bila dia manusia, masalah ini manusia di sebut Monyet, jadi? Seharusnya Pemerintah harus tauh dan mesti pemerintah mendukung aspirasi itu, bukan pemerintah bungkamkan kata Rasisme.

“Disela itu, dia mengatakan, Manusia papua bukan Monyet. Kata Rasisme ini Pemprov saat itu masih proses untuk apa Meki Nawipa tidak tandatangan petisi aspirasi orasi itu, memang itu aneh,” tutur Eman Goo Pengurus Komunitas ALIE.

 

___________________________
Redaksi | MW
Penulis : Yobo Pogeipai
Editor : Boas/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here