Sejumlah Pintu Kamar Dirusak Saat Digrebek. Bahkan Sejumlah Barang Milik Penghuni Asrama Hancur bahkan Hilang

1
64
Sumber Foto: BeritaSatu.com

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Tim gabungan aparat Polres Jayapura Kota dan Polda Papua penggrebekan Rusunawa dan Asrama Mahasiswa di lingkungan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Senin (9/9).

Hasil penggebekan ini dikabarkan Tim gabungan aparat Polres Jayapura Kota dan Polda Papua menangkap 18 orang. Penggeledahan dilakukan sejak pagi. Sekitar 500 personel dilibatkan, termasuk anggota BKO (bantuan kendali operasi) Brimob Nusantara.

Salah satu penghuni asrama melaporkan sejumlah pintu kamar dirusak saat digrebek, mereka masuk didobrak saja. Bahkan sejumlah barang milik penghuni asrama uncen dikasih hacur, teramburan dan hilang.

Pakean, mereka kasih hambur, spiker juga dikasih hancur, bahkan kunci- kunci motor mereka ambil, juga obeng-obeng dan pisau dapur pun mereka jadikan sebagai pisau sitaan. Yang lebih para lagi, buku tabunggan mereka foto dan bukunya mereka bawah.

Mereka mengatakan kami (Tim Gabungan) cari Roy Lagowan, namun sebenarnya mencari orang yang lain. Katanya penghuni tersebut.

Baca Juga: Blokir Internet di Papua, Bukti Negara Tidak Mampu Tangani Papua

Penggerebekan ini disaksikan oleh Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja bersama Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal yang dikutip media postpapua.com Senin (9/9) menyebutkan, belasan orang ini kini telah dibawa ke Markas Komando Satuan Brimobda Papua, Jayapura.

Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Brimobda Papua terkait aksi unjuk rasa anarkis di Jayapura. “Mereka sudah diamankan di Mako Brimobda Papua. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan apakah ada keterlibatan dengan unjuk rasa di Jayapura 29 Agustus lalu atau tidak,” kata Kamal di Media Center Humas Polda.

 “Kapolre dan anggota masih di lapangan. Sejauh ini kami belum mendapat informasi apa saja yang diperoleh, ” kata Jahja Rumra, Senin (9/9) malam.

Baca Juga: Penguasa Indonesia masih Memandang Orang Papua sebagai Setengah Binatang

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, rumah warga, tempat usaha dan kendaraan bermotor ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus. Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh.

(Nuken/MW)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here