Buchtar Tabuni Ditangkap Aparat Militer Indonesia?

1
152
Masyarakat Papua bersama dengan Buchtar Tabuni Foto bersama di halaman museum Expo Waena -

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Bucthar Tabuni, Ketua II Komite Legislatif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dikabarkan telah ditangkap aparat pada 9 September 2019 di Kota Jayapura.

Juru Bicara Komite Aksi United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Ice Murib mengatakan,  sejak pagi tadi  10.15 Waktu Papua barat  aparat gabungan menggeledah rumahnya Buchtar Tabuni di areal kali kamwolker.

“Setelah menggeledah rumahnya mereka hancurkan rumahnya dan menangkap Buctar Tabuni di kediamannya.  Sekita pukul 05.30 Waktu Papua,” katanya melalui sambungan selulernya, Senin (9/9/2019) kemarin.

Ice mengatakan, dari pagi mereka sudah menduduki rumahnya Buchtar Tabuni. Baru mereka duduki sampai sekarang ini. Dan menurut informasi yang kami dapatkan Buchtar sudah ditangkap.

Baca Juga: Sejumlah Pintu Kamar Dirusak Saat Digrebek. Bahkan Sejumlah Barang Milik Penghuni Asrama Hancur bahkan Hilang

“Pintu dari depan sampai ke belakang aparat hancurkan dari depan sampai dibelakang rumahnya Buchtar Tabuni,” katanya.

Informasi ini dibenarkan Sekjen GEMPAR Papua, Yason Ngelia saat dikonfirmasi suarapapua.com for majalahwekonews di Kota Jayapura.

Yason membeberkan, sekitar pukul 17.45 WP lampu tiba-tiba padam, lalu tiga menit kemudian terdengar bunyi tembakan dari arah Kamwolker atas hingga mama-mama Papua yang berjualan di depan Pagar Perumahan dosen Uncen Waena pun menyimpan jualannya dan beberapa lari.

5 menit kemudian, kata yason, 2 truk aparat dari Arah Putaran taksi naik ke Arah asrama Uncen. 1 jam setelahnya lampu menyala lalu diikuti beberapa kali suara tembakan (7-10 kali).

“Dorang tambah aparat lagi. Ada truk 3 sampai 5 truk ke arah asrama Uncen. Kedatangan mereka bikin warga yang menggunakan jalan baru Waena pun harus memutar kendaraannya. Akhirnya kami mendapati info bahwa Bucthar Tabuni,” ungkap yason.

Edo Gobay, direktur LBH Papua mengatakan, bahwa ia tidak bsia mengunjungi orang-orang yang sedang ditahan di Mako Brimob, Kotaraja.

Baca Juga: Penguasa Indonesia masih Memandang Orang Papua sebagai Setengah Binatang

“Kami belum bisa pastikan. Karena  LBH tidak dapat kesana pada jam malam, sehingga besok pagi akan bergerak bersama penyidik untuk menandatangani surat kuasa,” katanya.

Ngelia membeberkan bahwa, sehari sebelumnya, pada minggu, 8 Agustus 2019 Helikopter berwarna hijau tua milik TNI juga sekitar 5-6 kali berputar-putar di atas kamwolker.

Kapolres Kota Jayapura, AKBP Gustav Urbinas dikonfirmasi Suara Papua lewat telepon genggamnya sejak malam dengan mengirim pesan text dan telepon, namun tidak direspon. Hingga berita ini disiarkan, Kapolresta Kota Jayapura belum memberikan respon atas pertanyaan konfirmasi yang dikirim Suara Papua.

 

________________________________________
Pewarta: Arnold Belau
Sumber: Suara Papua

Edit: Nuken K

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here