Asrama Papua di Surabaya Dilempari Karung Berisi Ular Piton

1
23

MAJALAHWEKO, SURABAYA – Usai mengalami pengepungan dan aksi rasialisme pada Agustus lalu, kini Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya mendapatkan dugaan teror oleh orang tak dikenal. Senin (9/9), sekitar pukul 04.19 WIB, para mahasiswa yang berada di dalam asrama itu dikejutkan oleh aksi pelemparan sejumlah ular ke dalam asrama.

“Pagi tadi saat masih gelap, ada empat orang berpakaian preman berhenti di depan asrama, mereka masukan ular, ada tiga ekor itu di dalam karung terbuka,” kata salah satu penghuni asrama, Yoab Orlando, kepada media.

Yoab menuturkan, setidaknya ada tiga ekor ular yang dilempar ke dalam asrama. Pertama adalah seekor ular berjenis piton, di dalam karung beras ukuran 15 kilogram. Lalu ada tiga ular lainnya, berada di dalam karung kain. “Kalau di dalam karung itu satu ekor, itu besar sekali, terus kalau tiganya itu di dalam kain, baru dilempar langsung ke dalam. Kainnya tidak diikat keras, langsung ularnya tercerai itu (terlepas),” kata dia.

Baca Juga: YLBHI: 33 Pelanggaran HAM Timpa Mahasiswa Papua, Paling Banyak di Surabaya

Tiga ekor ular lain yang terlepas itu, katanya, melata liar di pekarangan asrama. Karung berisi ular piton yang diduga sengaja dilempar ke pekarangan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. (Dok. Istimewa)

Yoab tak tahu pasti apa jenis ketiga ular yang terlepas tersebut. Ia dan juga penghuni lain di asrama itu khawatir ular yang lepas ia khawatir jika ular-ular itu ternyata jenis ular berbisa, yang dapat mengancam keselamatan penghuni asrama.

Lebih lanjut, saat penghuni asrama mencoba menangkap ular-ular tersebut, diduga pelaku pelemparan sempat memantau keadaan asrama tak jauh dari lokasi. Oleh karena itu, mahasiswa yang mengetahui keberadaan orang-orang itu pun berusaha mengejarnya.

“Anak-anak sempat kejar, tapi (pelaku) lari, mereka sempat jatuhkan teropong. Mereka berpakaian preman, empat orang dengan dua motor, tapi saya tidak tahu motor apa, dia lari lebih dulu,” katanya.

Baca Juga: Ketua PDIP Papua Sesalkan Insiden Kekerasan Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya

Yoab mengatakan, ini bukan kali pertama mahasiswa Papua mendapatkan teror. Sebelumnya ada pula aksi pelemparan cat oleh orang tak dikenal hingga merusak spanduk bertuliskan ‘Referendum is solution’ yang mereka pasang

Ia menerangkan atas alasan itulah para penghuni asrama hingga saat ini tertutup kepada siapapun. Yoab juga mengatakan beberapa rekannya masih mengalami trauma usai saat pengepungan asrama pada 16-17 Agustus lalu yang berujung diduga aksi rasialisme.

“Kami masih trauma, karena situasi di Papua juga masih seperti itu,” katanya.

 

 

________________________________________
Sumber: CNN Indonesia

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here