ULMWP desak intervensi PBB sikapi kondisi terkini West Papua

0
257

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Intervensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperlukan sebelum pembantaian seperti peristiwa Santa Cruz di Timor Leste terjadi di West Papua. Demikian disampaikan Benny Wenda, Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) melalui rilisnya yang diterima Jubi, Jumat (30/8/2019).

“Orang-orang West Papua membutuhkan perhatian internasional yang mendesak. Saya meminta kepada semua pemerintah dunia, anggota parlemen dan media untuk memantau West Papua agar tidak terjadi pertumpahan darah,” tulis Benny Wenda.

Menurut Wenda, aaat ini, orang-orang West Papua menempati gedung Parlemen dan Gubernur di Jayapura, ibukota West Papua. Listrik dan layanan internet telah terputus dan 300 tambahan polisi Brimob telah dikerahkan. Rekaman video yang beredar di media social menunjukkan gas air mata digunakan pada demonstran. Informasi terbaru mengindikasikan adanya kemungkinan konflik horizontal antar warga di West Papua.

Baca Juga: Kondisi terkini di Papua tidak aman, Aktivitas tidak bisah berjalan, ini permintaan Mahasiswa Papua

Di Deiyai, enam orang West Papua ditembak pada hari Rabu dan setidaknya 15 orang West Papua ditembak dengan peluru karet di Jayapura. Akan ada lebih banyak pertumpahan darah kecuali dunia memperhatikan apa yang sedang terjadi di West Papua.

“Orang-orang West Papua tidak lagi takut. Mereka berbaris mengibarkan bendera Bintang Kejora. Semua peristiwa dalam dua minggu terakhir saling terkait: rasisme, demonstrasi dan pembunuhan, keinginan untuk menentukan nasib sendiri,” lanjut Benny Wenda.

 

__________________________________________
Sumber: Juni.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here