Penindasan Antara Perspektif Pendidikan Oleh NKRI Terhadap Orang Papua

0
878

Ilustrasi Pribadi Mahasiswa Genesa Flight Academy di Jakarta-(Boas/MW)

Oleh : Elly Gobay

MAJALAHWEKO, OPINI – Saya bukan seorang pemerintahan di papua saat ini, tapi saya hanya mahasiswa biasa yang sedang belajar di Genesa Flihgt Academy di Jakarta angkatan 2019. Saya sangat bahagia hari ini, karena saat ini saya dapat menulis tulisan singkat dalam keadaan sehat walafiat. Adapun dalam penulisan ini yang akan menjadi topik pembahasan dalam sebuah artikel ini adalah ”Penindasan Antara Perspektif Pendidikan Oleh NKRI Terhadap Orang Papua”.

Lanjut, saya juga akan memberikan definisi daripada penindasan dan pendidikan menurut orang intelektual bahwa Papua adalah salah satu provinsi yang berada di negara kesatuan republik Indonesia yang terletak paling timur Indonesia. Papua sendiri sedang menerima Dana Otsus berdasarkan Undang–Undang nomor 21 Tahun 2009 yang mengatakan Papua layak untuk mendapatkan dana tersebut dengan tujuan untuk membangun berbagai sektor diantara Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Salah satu yang menjadi visi utama dalam pembangunan kedua provinsi di tanah Papua melalui Dana Otsus adalah yakni di bidang Pendidikan. Namun demikian, menurut prediksi penulis artikel ini, Dana Otsus di bidang pendidikan diarahkan tidak sesuai dengan kemauan Mahasiswa/I atau Putra dan Putri Papua itu sendiri. Sesungguhnya, Dana Otsus di bidang edukasi menyelesaikan pendidikan sesuai dengan jurusan yang di minati oleh putra-putri Papua itu sendiri. Tapi, saya melihat bahwa bawahsanya Beasiswa Otsus ini benar-benar di hancurkan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat dengan oknum-oknum tertentu di Pemerintah Pusat.

Kenapa saya mengatakan hal tersebut melalui sebuah artikel ini!!

Saya adalah salah satu penerima Beasiswa Otsus angkatan tahun 2017, namun saya di arahkan jurusan yang saya tidak impikan yakni, saya di arahkan pada jurusan Ekonomi di Jakarta International College (JIC), padahal saya mau menjadi seorang pilot, karena menjadi seorang penerbang adalah cita-cita saya dan itu tidak bisa digugat oleh siapapun.

Dari tulisan ini saya ingin membuka wawasan kepada Pemerintah Provinsi Papua dalam pemberian Beasiswa Otsus kepada Putra dan Putri Papua, mohon stop memberikan beasiswa secara politisi, karena fakta menunjukan bahwa banyak penerima Beasiswa Otsus yang di kirim oleh Pemprov Papua baik itu dalam negeri maupun di luar negeri dengan tujuan untuk menyelesaikan pendidikan mereka, tapi mereka tidak menyelesaikan pendidikan mereka karena mereka diarahkan oleh ‘Pemprov Papua’ tidak sesuai dengan bidang yang mereka inginkan.

Contoh sudah jelas, Antonio Urpon adalah salah satu penerima beasiswa otsus yang pernah dikirim oleh Pemprov Papua sejak Tahun 2017 silam dengan tujuan untuk menyelesaikan pendidikannya di USA, Tapi karena Pemerintah Papua dan Pusat mengarahkan dia tidak sesuai dengan jurusannya yang dia minati, sehingga dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan telah melanjutkan pendidikannya di Genesa Flight Academy (GFA).

Adapun definisi yang saya ingin berikan bahwa menurut saya pada tahun 2019 antara Penindasan dan Pendidikan dalam sebuah tulisan adalah sebagai berikut:

Menurut saya, pada tahun 2019 antara pengetahuan, pembelajaran, keterampilan, orang untuk mendewasakan seseorang demi membangun bangsa dan negara dimassa yang mendatang pengertian penindasan itu menurut penulis bahwa, Penindasan merupakan suatu sistim buruk yang sedang di terapkan oleh suatu negara kepada bangsa lain agar bangsa tersebut tidak dapat bergerak untuk melakuan hal baru yang diinginkan oleh bangsa itu sendiri.

Akhir kata sebagai akhir dari itu, saya mendapatkan beasiswa otsus sejak tahun 2017 angkatan saya sudah mencapai 41 siswa atau siswi. Angkatan saya itu langsung diarahkan oleh Ibu Dina (Staff Khusus Lukas Enembe) ke Bali lalu kirim ke Jakarta International Jakarta (JIC). Selama bebepa bulan, saya beserta teman-teman belajar bahasa inggris lalu diarahkan untuk kuliah pada program Western Michican University di Jakarta International Colledge (JIC) tidak sesuai dengan jurusan yang saya inginkan.

Karena diarahkan jurusan yang saya tidak mau, maka saya sudah ambil sebuah keputusan untuk masuk sekolah pada Genesa Flight Academy (GFA) di Jakarta dan sekarang saya sudah mulai belajar pada sekolah pilot itu. Biaya pendidikan, saya sudah dibayar sama kedua orang tua saya, tapi masih ada belum bayar atau belum lunas, jadi saya memintah kepada pemerintah provinsi Papua dalam hal ini kepada Biro Otsus Papua mohon bantu saya untuk bayar sisa kontrakan mata kuliah yang belum lunas, karena saya adalah penerima beasiswa otsus pada angkatan 2017.

__________________
Redaksi | MW
Penulis : Elly Gobai
Editor : Boas/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here