Mal Wamena Bukan Pasar Tradisional

1
233
Mal di Wamena Papua

Pengelola Klaim Basement Mal Wamena Dibuka Sebatas Sosialisasi 

Foto: Mal Wamena

MAJALAHWEKO, WAMENA – Basement Mal Wamena yang dibuka untuk menjual bahan baku hanya bersifat sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui jika Mal Wamena akan diaktifkan kembali, sehingga pengelola telah menyiapkan regulasi –regulasi untuk memanfaatkan bangunan yang merupakan milik Pemda Jayawijaya untuk dijadikan sebagai Mal.

Ketua Ikatan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Rudi Hartono, mengakui Pengelolaan Mal Wamena baru tahap awal untuk menuju ke modern sehingga masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan pedagang untuk melalakukan aktifitas perdanganan yang tidak seperti pasar tradisional, sehingga pemda juga harus memberikan waktu karena tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan anggaran yang besar.

“Perlu diketahui jika Basement yang dibuka dan dikatakan sebagai pasar tradisional sebenarnya salah, ini hanya mensosialisasikan kepada masyarakat, kami punya regulasi untuk melakukan pengolahan mal yang sudah disiapkan,” ungkapnya Senin (29/7) pekan kemarin.

Ia melihat. pasca demo yang dilakukan oleh sejumlah pedagang pasar Potikelek di Kantor Bupati Jayawijaya, memang untuk baseman sudah ditutup sementara, namun sebenarnya pengelola sudah memiliki legalitas dari pemerintah yang tertuang dalam Kontrak MoU untuk dikelola Mal Wamena sehingga –ini masih dalam tahapan persiapan.

“Jadi basemen yang dibuka untuk perdagangan itu baru hanya bersifat sosialisasi kalau mal Wamena akan diaktifkan kembali, untuk bentuknya sudah jelas tidak akan dilakukan seperti pasar tradisional, namun akan dilakukan secara modern,”jelasnya

Menurut Rudi, pengelola mal Wamena telah menyiapkan regulasi –regulasi yang akan membentuk Mal itu menjadi pasar modern, cuma pada saat bulan puasa itu banyak pedagang yang langsung masuk kedalam untuk meyesuaikan, namun regulasinya tetap dilakukan seperti proses penjualan ikan akan sama seperti di mal.

“Jadi kami siapkan tempat khusus untuk menampung ikan seperti yang ada di Mal, cuma ini baru tahapan sosialisasi saja sehingga dijual seperti pasar tradisional, karena pedagang yang didalam itu bukan pengusaha besar sehingga mereka memerlukan anggaran yang cukup sehingga sepertti ini dulu dilakukan namun akan berubah seperti mal, ”bebernya

Kedepannya, Kata Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, semuanya akan dilakukan secara modern seperti sayur juga akan mulai dipacking menggunakan pelastik sehingga akan steril semua, sebenarnya masalah ini masih tahapan sosialisasi yang baru berjalan sebulan tapi mungkin ada yang memancing situasi dengan memberikan stetemen yang tidak jelas sehingga membuat pedagang pasar terprovokasi.

 

__________________________________________

(jo/tri)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here