Indonesia Negeri yang Dihuni oleh Para Penguasa Pandai Berbohong dan Bersandiwara

0
1090
Dr.Socratez S.Yoman, M.A (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua)

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

Tidak heran dan juga tidak kaget pada saat kita membaca komentar Kolonel Inf. Muhammad Aidi Kapendam Kodam XVII Cenderawasih pada Cenderawasih Pos 25 Juli 2019. Pak Aidi mengatakan: ” Disinyalir Ada yang Dukung Kelompok Separatis.”

Muhammad Aidi hanya menduga-duga: “Dimungkinkan adanya dugaan upaya orang-orang tertentu yang mendukung kelompok ini, apakah terbungkus pejabat, anggota dewan atau lainnya. Saya hanya memprediksi dari banyaknya komentar-komentar miring yang cenderung yang berusaha membela dan melindungi kelompok ini.”

2. Kol. Muhammad Aidi keliru besar

Komentar para pejabat itu merupakan kewajiban dan tanggungjawab moril sebagai pemimpin daerah untuk kepentingan rakyat yang ditembak mati dan diusir dari tanah leluhur mereka oleh TNI. Para jebabat bersuara demi kemanusiaan dan kedamaian untuk Penduduk Asli bangsa West Papua. TNI-Polri tidak bisa membenarkan diri atas kekerasan, kekejaman dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan selama ini.

Baca Juga: Saya Bukan Orang Indonesia dan juga Saya Bukan Bangsa Indonesia

Aparat keamanan TNI-Polri harus sadar bahwa sumber kekerasan dan kejahatan di West Papua ialah TNI-Polri. Tidak benar dan tidak betul kalau menuduh para pejabat pendukung separatis.

OPM/TPN melawan TNI-Polri karena ada tindakan kekerasan dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan TNI-Polri sejak tahun 1961 sampai 2019.

3. Sumber Senjata dan Amunisi

Muhammad Aidi mengatakan OPM-TPN mendapat senjata dan amunisi dari beberapa sumber.

3.1. Warga Negara Polandia yang ditangkap dan ditahan di Wamena.

3.2. Luasnya garis garis perbatasan dengan panjangnya garis pantai yang tidak terjaga dengan baik hingga berpotensi memberikan peluang adanya pasokan amunisi senjata dari luar wilayah masuk ke Papua.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Jangan Sibuk Mengejar untuk Menghalau atau Mengusir Asapnya di Luar Rumah, tapi lebih Baik Fokus Memadamkan Bara Apinya dalam Sendiri di NKRI

Dua alasan ini tidak rasional dan tidak realistis. Pernyataan ini hanya pembelokkan dan penghilangan pemasok senjata dan amunisi yang sebenarnya.

3.3. Sumber senjata dan amunisi yang sesungguhnya dan sebenarnya berusaha disembunyikan oleh Muhammad Aidi.

TNI-Polri adalah sumber penjual senjata dan amunisi. Tujuannya ialah TNI mau memelihara wilayah West Papua sebagai daerah konflik. Karena wilayah konflik Timor Leste dan GAM Aceh sudah tidak ada lagi.

Satu-satunya tempat untuk para jenderal TNI-Polri dan anggota mereka mendapat uang dengan mudah dan naik pangkat dengan mudah, promosi jabatan dengan mudah hanya dari West Papua. Karena itu TNI-Polri selalu ciptakan konflik, jaga dan pelihara konflik dengan cara menjual senjata dan amunisi kepada OPM-TPN.

4. Runtuhnya kredibilitas TNI-Polri di mata rakyat West Papua

Rakyat dan bangsa West Papua telah kehilangan kepercayaan kepada TNI-Polri dan juga kepada pemerintah Indonesia. Karena rakyat melihat, menyaksikan dan mengalami bahwa TNI-Polri itu sangat identik dengan sumber kekerasan, kekejaman, kejahatan, perampok, pencuri dan pembohong dan pencipta penderitaan dan malapetaka rakyat dan bangsa West Papua. Pembuat sejarah busuk dan pewaris dan juga pelestari sejarah busuk itu. Contohnya Pepera 1969 dan juga pelanggaran berat HAM yang telah menjadi perhatian komunitas global.

Baca Juga: Dimata Kolonial Belanda, Ir. Sukarno Separatis, Dimata Penguasa Apartheid Inggris, Nelson Mandela Komunis, Dimata Kolonial Indonesia Benny Wenda Separatis

5. Kesimpulan

5.1. TNI-Polri jangan bersandiwara dan berbohong terus-menerus. TNI-Polri juga harus berhenti menjual senjata dan amunisi. TNI-Polri juga jangan pelihara OPM-TPN untuk melestarikan konflik di West Papua.

5.2. Pasukan TNI non organik HARUS ditarik dari Kabupaten Nduga sesuai dengan perintah presiden RI Ir. Joko Widodo pada 1 April 2019.

5.3. Nduga terjadi operasi militer atas perintah presiden RI Ir. Joko Widodo yang mengancam keselamatan dan kedamaian dan keberlangsungan hidup rakyat di wilayah Nduga dan seluruh West Papua.

5.4. Persoalan kekerasan di Nduga adalah tragedi kemanusiaan yang diciptakan oleh TNI dan telah menjadi perhatian dan keprihatinan kita semua dan juga komunitas internasional.

5.5. Wilayah Nduga harus dibuka untuk pemantau misi kemanusiaan dan independen untuk melihat keadaan yang sebenarnya di Nduga.

Doa dan harapan saya, tulisan ini menjadi berkat pencerahan bagi para pembaca.

 

__________________________________________

Ita Wakhu Purom, 26 Juli 2019.

Penulis: Gembala Dr.Socratez S.Yoman, M.A (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua).

Editor: Redaksi Weko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here