Pengorbanan Bentuk Harta Benda Tidak Menjadi Jaminan Kita untuk Masuk ke Surga

0
448
Foto: Dok Weko

MAJALAHWEKO, (OPINI) – Pesta peresmian gedung Ibadah, Gedung Ibadah Gereja Baptis Kuminiki, di Ibu kota kabupaten Lanny Jaya Papua pada rabu, 17 Juni 2019, yang dihadiri ribuan Orang dari berbagai daerah Papua. Bisa dibilang, pesta yang luar biasa. Ini merupakan pesta terbesar, khususnya kabupaten Lanny Jaya.

Acara ini mengangkat Thema “Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja” diambil dalam kitab (Kolose 1.18a). Sementara sub Thema “Melalui Kegiatan Peresmian ini Kehendaknya Umat Baptis harus Menjadi Satu, Seia, Sekata Membangun (Memelihara) Tubuh Kristus” yang di ambil dalam kitab (Filipi 2.5).

Semua orang berkorban demi Gedung ibadah ini, ada yang membawa ternak babi, ada yang membawa sayur, ada yang membawa ubi, keladi, jagung, singkong, labu dan berbagai jenis dari hasil bumi.

Bahkan mereka bawa ternak babi maupun uang dari berbagai daerah, baik itu dari Jayapura, Timika, Wamena, Tolikara, Mamberamo Tengah dan juga beberapa kabupaten terdekat Lainnya.

Tidak kalah, Pemerintah Daerah Pegunungan Tengahpun turut memberikan sumbangan, bentuk babi, Uang maupun dalam bentuk bungkusan lainnya, baik atas nama pribadi maupun instansi setempat.

Sebelum pesta, dua hari sebelumnya, dengan senang hati, masyarakat mulai menghiasi tubuh mereka dengan berbagai alat tradisional orang Lani. Tubuh mereka tetap dihiasi hingga hari pesta tiba, bahkan ada yang sampai hari berikut.

Pengorbanan seperti yang disebutkan diatas merupakan suatu kebiasaan dan kewajiban orang Lani.

Namun dibalik pengorbanan itu, ada beberapa pertanyaan mendasar, yang perlu dijawab oleh setiap pribadi kita.

Yang pertama; adalah, Apakah Anda ada Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus? dan Yang kedua; adalah, Pengorbanan segala bentuk harta ini akan menjadi Jaminan saudara untuk Masuk ke Surga?

Pertanyaan diatas tidak mudah dijawab, seperti angin bertiup, harus ada pergumulan pribadi dengan Tuhan, supaya Tuhan berikan petunjuk untuk dijawab.

Ribuan Orang menghadiri acara Peresmian Gedung Ibadah Gereja Baptis Kumuniki Tiom, Ibu kota Lanny Jaya Papua (Foto: Nuken/MW)

Hubungan pribadi saudara dengan Tuhan yang dimaksud adalah, Doa tiap hari, baca Kitab Suci secara teratur satu ayat atau lebih dalam satu hari, bahkan banyak cara untuk kita berhubungan dengan Tuhan lebih dekat.

Karena, pribadi saudara dengan Tuhanlah yang menentukan masuk kerajaan Allah. Dan sebaliknya, bukan karena kita berkorban berbagai harta yang kita punya untuk banyak.

Boleh Anda berkorban demi orang banyak. Tetapi, jangan lupa kewajiban saudara, mengucap syukur dan Berdoa. Setidaknya saudara harus tahu, bahwa dari mana sumber berkat.

Jangan-jangan, kita berkorban hanya supaya dapat dipuja orang banyak, dan ujung-ujungnya kita sombong, merendahkan saudara yang lain, menceriterahkan orang lain jika tidak memberikan sumbangan berupa uang, babi atau harta benda lain. Padahal hati kita jauh dari Tuhan.

“Hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7:6-8)

Teruslah berbicara dengan Tuhan lewat doa dan baca Kitab Suci. Seperti lagu anak sekolah minggu “Baca kita Suci, Doa Tiap Hari Kalau Mau Tumbuh”

Gereja bukan gedung ibadah. Gedung ibadah yang dibangun dengan kayu dan pasir dan paku dan seng itu akan rusak dan binasa.

Tetapi gereja yang sesungguhnya ialah tubuh manusia. Gereja sesungguhnya ialah orang-orang yang percaya Yesus Kristus dan bertumbuh dalam Tuhan. Yesus berkata kepada Simon Petrus di atas batu karang ini Aku mendirikan Jemaat-Ku/Gereja-Ku. Alam maut tidak kuasanya. Artinya Yesus menyampaikan kepada kita semua, bahwa orang-orang percaya Yesus Kristus dibangun di atas dasar Yesus Kristus, Matius 16:13-20.

Semoga saudara tidak salah paham dengan Opini Saya diatas. Selamat merenungkan Artikel ini.

 

________________________________________
Tiom, 19 Juli 2019.
Penulis adalah Nuken Kogoya, S.H. Pemuda Asal Papua, Saat ini aktif menulis di media online majalahwekonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here