Hargai dan Hormati kami Orang Papua, Karena kami juga Manusia, Bukan Binatang

0
208

Apakah suatu Kebohongan dapat Membangun Kebenaran yang Hakiki?

Ilustrasi Foto

MAJALAHWEKO, WAMENA – Hingga saat ini aparat TNI dan Polri atau pasukan gabungan mempublikasikan melalui media online, cetak maupun bergerak kepada dunia luar terlebih PBB bahwa, Negara Indonesia menangani kasus pelangaran Ham Nduga dengan mengedepankan nilai-nilai manusiawi. Tetapi sebaga pekerja Gereja di lapangan saya mau katakan Negara sedang berbohong pada diri mereka sendiri.

Buktinya hingga saat ini penyisiran lewat darat dan udara dengan menggunakan Helikopter terus berlanjut di Nduga mapun di daerah Papua pada umumnya.

Pertanyaannya adalah, Apakah masyarakat Nduga adalah bukan WNI? Kalau menghadapi musuh dari bangsa lain Negara menurunkan seluruh kekuatan militer secara penuh kami memberikan apresiasi, karena menjaga kedaulatan negara. tetapi kenapa WNI harus dihadapi dengan kekuatan senjata? Memahami kekerasan negara yang pernah dilakukan terhadap warga masyarakat yang bermukim di sekitar areal PT. Freeport untuk kepentingan penambangan tembaga, nekel dan sebagainya.

Saya secara pribadi berpikir mungkin TNI menemukan emas di Nduga lalu masyarakatnya di usir seluruhnya dari kampung kelaliharan mereka, sejak dini dengan alasan OPM. Kalau Negara mau balas dendam terhadap 18 orang pekerja PT. Istaka Karya yang di tembak TPN-PB/OPM sesungguhnya korban di pihak masyarakat sipil sangat banyak bukan di pihak bukan TPNPB/OPM.

Baca juga:

Hingga saat ini Negara tidak dapat menemukan titik kordinat yang jelas dari komando OPM di bawah pimpinan sdr. Engianus Kogeya. Sehingga pasukan gabungan TNI/Polri menjadikan masyarakat menjadi sasaran empuk dalam penyisiran.

Walau faktanya demikian, Negara mengekspos bahwa mereka tidak melakukan kejahatan kemanusiaan. Usul kami Gereja, tolong kalau apa yang Negara sampaikan kepada PBB dan dunia luar itu benar, dan juga tolong buka akses untuk Wartawan Asing.

Sebagai Warga Negara saya malu, karena Negara tidak dapat menjabarkan semua masalah ini secara ADIL, BERADAP, MANUSIAWI DAN BERMARTABAT dengan mengedepankan nilai-nila Kemanusiaan seperti yang tertulis dalam lima sila Pancasila. Tetapi kita tetap bermain didalam kebohongan kita, walau Negara kita berkata dan mengakui negara ini berdasarkan atas dasar KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Negara berlindung dibalik nama TUHAN dan terus melakukan kejahatan. Hargai dan hormati kami Orang Papua juga Manusia. Kalau tidak mampu membina kami, maka  tolong lepaskan kami baik-baik agar kami bangsa Melanesia dapat mengurus diri kita sendiri.

Jika kalau Papua tetap dalam bingkai NKRI, hargai kami. Karena kami juga manusia yang bersumber dari pada TUHAN Allah yang sama.

 

__________________________________________

Penulis: Pdt. E. Walilo

Editor: Admin/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here