Identitas Bangsa dan Kenangan Kemajuan pada Kekuasaan Pemerintah Belanda yang Dilenyapkan oleh Bangsa Kolonial Moderen Indonesia

1
508

Oleh Gembala Dr. Socratez S. Yoman

 

1. Pendahuluan

Pada 25 Juni 2019, saya mendapat kehormatan untuk bertanya kepada pak Lazarus Sawias untuk mendapatkan kisah-kisah dan kenangan mereka pada waktu kekuasaan Belanda di West Papua tahun 1950an hingga tahun 1960an.

Menurut saya untuk menggali kebenaran dan fakta sejarah rakyat dan bangsa West Papua merupakan kewajiban dan suatu keharusan bagi saya.

Kita selalu bangga dengan meraih gelar sarjana S1, S2 dan S3 dengan mempelajari sejarah bangsa kolonial. Sementara sejarah bangsa kita sendiri dikaburkan bahkan dilenyapkan. Kita hidup tanpa identitas dan buta tentang sejarah bangsa kita sendiri.

Seperti dikatakan Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, ” Karena dalam menuliskan sejarah masa lalu itulah sebuah identitas ditemukan padananannya dan setiap orang bisa belajar darinya.”

Sementara Dr. George Junus Aditjondro menegaskan: ” Sejarah satu komunitas adalah jati diri dan sekaligus imajinasi mengenai hari depan dari komunitas itu sendiri. Atas nama sejarah dan bayangan masa depan itu pula-lah kini masyarakat Papua menggugat pemerintah Indonesia” (Sumber: Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat: Yoman, 2007, hal. 104-105).

2. Hasil Wawancara Saya kepada pak Sawias

Pak Lazarus, apakah bisa menjelaskan kepada saya sedikit sejarah dan kisah nyata pada penguasa Belanda di West Papua?

Jawabannya:

Pak Yoman, sebelum saya sampaikan sejarah, kisah nyata dan kenangan saya pada era kekuasaan Belanda, saya juga perkenalkan beberapa kakak senior saya. Kita sama-sama menikmati kebebasan, kemerdekaan, keadilan dan kedamaian yang sesungguhnya.

Kakak-kaka kelas saya yang masih hidup adalah DR YOS MANSOBEN UNCEN, IR HANOCK MAKBON.REX RUMAKIEK, ANDY AYAMISEBA. SEDANGKAN TEMAN-TEMAN SEKELAS SAYA BRAM ATURURY DAN MICHAEL MENUFANDU.

Pak Socratez, banyak kisah nyata, sejarah bangsa kita dan kenangan-kenangan indah dan kemajuan-kemajuan rakyat dan bangsa West Papua, tapi hanya sedikit saja saya sampaikan sebagai starting point/Entry Point.

Kita pernah punya Perusahaan Pengadaan Kayu di Kota Manokwari untuk mensuply kebutuhan Kayu buat rumah-rumah di Papua. Rumah-rumah Papan yg ada di Bhayangkara adalah kayu asal Zacharey (Penggergajian) Kayu di Kota Manokwari.

Disini juga ada galangan atau Doking Kapal terbesar di Pasifik Selatan. Disini di New Guinea sekarang West Papua tepatnya di Hamadi ada sekolah Zeevaart (Sekolah Pelayaran) pemuda2 dari Pasifik Selatan menimbah ilmu disekolah ini.

Kita juga punya Rumah Sakit di Dok 2 Hollandia termewah dan terlengkap di Pasfik Selatan,dimana pasien-pasien dari Pasifik Selatan dapat dirujuk di sini di Hollandia skarang Jayapura.

Di Kota Biak terdapat Lapangan terbang terbaik dan terpanjang di kawasan Asia Pasfik yakni Lapangan terbang Mokmer,dan juga landasan AU Belanda di Boroku Biak yang sempat membuat Gergetan Jakarta ketika perang Trikora 1961-1962 karena dilengkapi Radar Pengintai tercanggih dan pesawat2 Tempur MIG 21 dan Neptune.. Schoutbeynacht(Laksamana Dereizer mengatakan bahwa :”BIAK IS ON NEEMBAAR”=BIAK TAK AKN PERNAH BISA DIREBUT..

Didang Pertanian, kita punya Perkebunan Cacao terbesar yg ada di Serui,Ransiki dan Genyem.

Dibidang Pertambangan kita punya NNGPM (Nederlands New Gunea Petroleum Maschpay).

Semuanya menunjang Kemakmuran buat Sebuah Negara yg lahir pd 1 Des 1961. Kemakmuran dan Harapan itu Pupus karena digagalkan oleh SOEKARNO..Katanya Negara Boneka.

Saya ikut nenikmati yang disebut adil dan makmur itu. Betapa tidak. Sekolah-sekolah berbasis asrama:

Antara lain PMS = Primery Midelbarese School du kota Biak dan Kota Hollandia.

ODO = Opleiding Dorps Onderweys juga berbasis asrama di Kota Serui.

Ketika kami masuk PMS hanya yang dapat kami bawa adalah Pakaian,handuk odol dan sabun..Tdk bayar SPP dan lain-lain. Masuk sekolah: buku,pensil alat-alat tulis lainnya sudah disiapkan oleh Sekolah. Bahkan kami mendapatkan UANG 8SAKU EIN REYKSDALDER = 1 RINGGIT = 2,5 GULDEN..

Manfaatnya bisa mandiri,disiplin,belajar bersama dan pagi,malam berdoa benar-benar menyembah Tuhan Yesus dan ucap syukur atas nikmat yg diberikan TUHAN. Kita menjemur Pakaian ditempat jemuran selama sebulan,TAK ADA PENCURI.Tdk ada miras,narkoba dan lain-lain.

Ini Fakta. Kalau dibilang Belanda itu adalah Kolonial, saya bisa katakan bahwa Belanda bukan KOLONIAL. KEADILAN DAN KEMAKMURAN BENAR-BENAR ADA.

3. Kesimpulan

Dari uraian singkat ini menyadarkan Anda dan saya supaya kita melihat kebawah dan jangan melihat ke atas. Artinya, tulislah sejarah bangsamu dan jangan tertipu dan sejarah bangsa kolonial Indonesia. Jangan Anda bangga dengan menghafal sejarah bangsa asing atau tepatnya sejarah bangsa kolonial.

Saya sampaikan terima kasih banyak kepada bpk Lazarus Sawias yang telah terbuka mewariskan warisan berharga historis untuk anak dan cucu rakyat dan bangsa West Papua.

Semoga berguna. Waa…kinaonak.

 

 

Ita Wakhu Purom, 25 April 2019.

Penulis: Gembala Dr. Socratez S.Yoman, M.A (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua

Editor: Admin/MW

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here