Menolak Keras Beasiswa Otsus Kepada Non Papua 2019

0
449

Ilustrasi Penulis: Mahasiswa Alumnus Universitas Udayana Denpasar Bali-(Boas/MW)

Oleh : Pius Tenouye

MAJALAHWEKO, OPINI – Saya adalah salah satu penerima beasiswa otonomi khusus (OTSUS) Papua angkatan 2017 dari 41 peserta. Saya serta teman-teman lainnya dikirim ke Indonesian Australia Language Foundation (IALF) bali dari Pemprov Papua melalui Ibu Dina.

Mulai belajar bahasa inggris di Indonesian Australia Language Foundation (IALF) saat itu di Bali pada tanggal 1 Agustus 2017 sampai tepat mulai Mei 2018. Ibu Dina adalah salah satu Staff khusus dari Gubernur Propinsi Papua (Lukas Enembe) sampai saat ini. Dia meyelesaikan program master (S2) pada Hubungan Internasional di Australia beberapa tahun silam.

Setelah kami belajar Bahasa Inggris di Indonesian Australia Language Foundation (IALF) mulai dari tanggal 1 Agustus Bali selama 9 bulan mulai dari 2017 sampai dengan 2018 kami melakukan test kemampuan bahasa inggris terdiri dari berbicara (speaking), mendengar (listening), membaca (reading) dan menulis (writing) dan test tersebut diwakilkan dari pihak Jakarta International College (JIC) Jakarta pada saat itu yakni Ibu Petrisia dan lulus murni pada test kemampuan bahasa Inggris adalah yakni 17 orang dari 41 orang.

Kemudian, 17 orang tersebut dikirim oleh Pemprov Papua ke Jakarta dan disana kami diarahkan untuk tinggal di apartemen selama 1 bulan sekalian belajar bahasa inggris di Jakarta International College (JIC) selama beberapa bulan tepat tahun 2018.

Setelah satu bulan kemudian, kami diarahkan untuk tinggal di property tepat dibelakang Fave Puri Hotel di Kembangan Jakarta Barat sampai sekarang dan setelah satu bulan 24 siswa yang tadinya tidak lulus pada test kemampuan bahasa inggris dari Bali mau ke Jakarta datang ke Jakarta lagi karena Pemprov Papua mau harus belajar bahasa Inggris di Inlingua dan Jakarta International College (JIC) sebelum transfer ke Michican University (USA) atau Monash University, Melbourne Australia.

Lebih lanjut, baru-baru ini ada sebuah wacana dari sekian calon penerima beasiswa otonomi khusus (Otsus) Papua pada periode 2019, yang nantinya Pemprov Papua akan mengirim mereka ke Inlingua dan Jakarta International college (JIC). 

Untuk persiapan bahasa inggris sudah dari sebelum diterima oleh para penerima beasiswa otonomi khusus (Otsus) sehingga mereka akan transfer ke Michican University (USA) atau Monash University, Melbourne Australia, ada beberapa berita telah populer non Papua juga sudah dilibatkan dalam penerimaan beasiswa otonomi khusus pada periode ini.

Namun terkait itu, saya mau menyatakan kepada Pemprov Papua lebih khusus Kepala Biro Otsus beserta jajarannya mohon jangan kirim siswa dan siswi yang belasar dari bukan orang Papua atau non Papua ke Inlingua dan Jakarta International college (JIC) Jakarta, karena kita tahu bahwa beasiswa otonomi khusus (OTSUS) adalah beasiswa untuk putra-putri terbaik Papua.

Saya dan beberapa teman-teman yang belasar dari putra putri Papua saat ini sedang belajar bahasa Inggris di Inlingua dan Jakarta International college (JIC) Jakarta melalui beasiswa otonomi khusus (OTSUS) Papua sebelum kami transfer ke Universitas luar negeri dan angkatan saya adalah semua siswa atau siswa belasar dari orang asli Papua bukan non Papua dalam penerima beasiswa otonomi khusus (OTSUS) sebelum juga hanya orang asli Papua (OAP) yang dapat pada penerimaan beasiswa Otsus bukan non Papua.

Untuk itu, saya mau menyatakan dengan tegas sebagai perwakilan dari sekian penerima beasiswa otonomi khusus (OTSUS) dari dulu sampai sekarang bahkan berahkir beasiswa Otsus ini kepada Pemprov Papua kepada Biro Otsus Papua jangan mengirim non Papua dalam penerimaan beasiwa Otsus baik itu kuliah dalam negeri maupun luar negeri (saya tegaskan).

Saya menulis tulisan ini karena media sosial menunjukan bahwa beasiswa otonomi khusus (OTSUS) Papua pada periode 2019 ini dilibatkan non Papua untuk menerima beasiswa Otsus dalam penyelesaian kuliah mereka, baik itu dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu, Gubernur Propinsi Papua (Mr. Lukas Enembe) juga menegaskan bahwa jangan kasih beasiswa otonomi khusus (OTSUS) kepada non Papua, dalam halnya ia menyatakan dengan tegas bahwa beasiswa otonomi khusus (OTSUS) itu spesial untuk putra-putri terbaik Papua, jadi jangan coba-coba memberikan beasiswa otonomi khusus (Otsus) kepada bukan putra-putri Papua (penegasan Lukas Enembe).

Sebagai kesimpulan, Pemprov Papua dalam hal ini Kepala Biro otonomi khusus (OTSUS) Papua beserta jajarannya untuk mengirim non Papua ke Inlingua atau International college (JIC) Jakarta atau kuliah dalam negeri maupun luar negeri melalui beasiswa otonomi khusus (OTSUS) Papua bukan harapan bagi mereka, karena beasiswa otonomi khusus (OTSUS) Papua itu untuk orang asli Papua (OAP).

Ditambah, beberapa teman yang sudah sedang kuliah baik itu dalam negeri maupun luar negeri melalui beasiswa otonomi khusus (OTSUS) dengan tegas kembali menyatakan juga, apabila kalau Pemprov Papua mengirim non Papua melalui beasiswa otonomi khusus (OTSUS) baik itu dalam negeri maupun luar negeri kami siap untuk demo agar supaya non Papua yang sudah masuk dalam penerima beasiswa otonomi khusus (OTSUS) pada periode 2019 akan keluar dari beasiswa Otsus (Suara penerima beasiswa Otsus Papua).

 

Penulis : Pius Tenouye.
Mahasiswa Alumnus Universitas Udayana Denpasar Bali

Editor  : Boas/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here