Pembangunan Indonesia Di Tanah Papua Menghancurkan Ekologi Hayati

0
222

Ilustrasi Ekologi : Saya mremantau untuk konsep pembangunan yang lagi dijalankan oleh Indonesia itu sangat mengganggu ekologi hayati di tanah papua (Boas/MW-st).

Oleh : Darwin Anitoda

MAJALAHWEKO, OPINI – Pembangunan Indonesia Di Tanah Papua Menghancurkan Ekologi Hayati dengan tampaknya terkait ini, Saya kembali menulis terkait sebagian sumber masalah pada proses terjadinya, dan sampai dampak buruk yang selalu dan akan dilanjutkan oleh negara yang namanya ‘indonesia‘ di tanah orang melanesia (west papua) alam raya Papua barat.

1. Pendahuluan.
Salah satu objek masalah yang sangat menghancurkan tanah warisan orang Papua Barat adalah bersumber dari pembangunan Bias melayu yang dilakukan secara sistematis demi kepentingan perpajakan negara Indonesia dengan cara infestasi berbagai perusahaan asing menghancurkan ekologi hayati. Persoalan tersebut nyata terjadi dan tak terbendung dengan proses arus migrasi orang melayu di atas tanah orang melanesia.

Oleh itu, sehingga dampak buruk yang akan muncul dan dihadapi oleh orang asli Papua adalah sangat memprihatinkan dan masif. Coba kita melihat fenomena dampak buruk yang lagi terjadi di Papua terhadap ekologi hayati sebagai tempat di mana manusia Papua dan alam raya Papua selalu akrab dalam sekomunitas di kawasan biosfer. Oleh karena itu biosfer bagi orang asli Papua perlu dijaga dengan prinsip “bertindak lokal berpikir demi global” dan kehidupan generasi masa depan orang melanesia dan berguna demi semua bangsa yang ada di planet bumi.

Saya memantau untuk konsep pembangunan yang lagi dijalankan oleh Indonesia itu sangat mengganggu ekologi hayati dan masa depan kehidupan di bumi. Negara Indonesia ini 100% tidak pernah melakukan konsep pembangunan kontekstual di masing-masing budaya yang ada di Indonesia yang mempunyai beragam pulau dan beragam bangsa itu. Hal itu pantas terjadi, karena negara ini (Indonesia) hidup atas ketergantungan investasi modal dari perusahaan Negara-negara asing.

Indonesia juga tidak 100% menghargai sumberdaya alam yang disediakan di alam sebagai kebutuhan hidup yang cara penggunaannya digunakan konsep budaya asli yang diwariskan dari nenek moyang. Indonesia itu negara yang sangat suka membangun pembangunan bermetode kosmetik asing sehingga terganggunya lingkungan alam raya indonesia dan alam raya di tanah Papua Barat (tanah orang melanesia), oleh itu sehingga ekologi hayati telah dihancurkan tanpa mitigasi yang terukur dan alami.

Dengan demikian, pada kesempatan ini, saya menuliskan judul ini sebagai sebuah tulisan berbasis saya melihat, mengikuti dan memikirkan terhadap proses perubahan yang terjadi terhadap kita ekologi hayati, dan kita di sini. Saya ingin menulis demi kehidupan di sini karena saya tahu proses perubahan ke depan di alam raya bangsa mahluk hidup tentu akan terjadi terus.

2. Sumber Penghancur Ekologi Hayati di Papua.
Saya mengungkapkan bahwa sumber-sumber yang menghancurkan ekologi hayati adalah melalui penebangan hutan secara legal dan ilegal tanpa terkendali, penambangan emas, perak, tembaga, batuan, semen, dan pengeboran minyak dan gas bumi, penanaman kelapa sawit di tempat yang dibabat habis hutan tropis, pembuangan material penambangan, didatangkannya penduduk migrasi (orang melayu) dan pembangunan infrastruktur bias kapitalis yang dikerjakan oleh militer Indonesia.

Ini semua, dilakukan di tanah Papua Barat (tanah orang melanesia). Tempat-tempat yang dilakukan perusahaan asing yang kita ketahui itu seperti; di daerah pegunungan Papua (freeport), di bintuni dan sorong, perusahaan MIFE di merauke, kelapa sawit di Manokwari, kerom, nabire serta penambangan emas di sepanjang sungai degeuwo, wilayah orang Meepago dan tempat lainnya yang belum sebut.

Memang semua ini, telah nyata mengganggu dan merusak tatanan hidup orang asli Papua. Bukan hanya orang asli Papua barat yang diganggu tetapi proses ini terjadi secara kontinuitas tentu suatu saat dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dihancurkan secara total tatanan hidup orang melanesia bahkan sampai kawasan pasifik.

Saya tahu satu contoh bahwa setelah orang melayu dan negara Indonesia hadir di Papua sejak tahun 1960-an sampai hari ini, pulau Papua raya dan lautan yang dikelilinginya telah tercemar dan dihancurkan oleh karena penumpukan sampah plastik dan sampah tel yang pelapukan dari bahan bangunan berkosmetik asing tadi serta bias Jakarta. Dalam hal ini, orang asli di Papua, PNG, Australia, Timor Leste, seluruh melanesia dan Negara-negara pasifik jangan diam, sebab jaga ekologi hayati adalah masalah moralitas masa depan bangsa di kawasan Pasifik.

Seluruh Papua harus mempertahankan pola kehidupan berbudaya yang sangat ramah terhadap lingkungan sekitarnya; salah satu contoh yang sangat terbaik untuk membangun rumah tinggal adalah seperti honai di kampung-kampung di bagian timur pegunungan tengah Papua. Kita harus eliminisir membangun rumah tinggal bermetode kosmetik bias negara indonesia yang tanpa ramah lingkungan dan alam sekitarnya.

3. Pembangunan Menghancurkan Alam Papua.
Selama ini, konsep pembangunan yang dirancang oleh negara Indonesia itu bersifat sentralistik dan bias Jakarta. Semua yang Indonesia buat di Papua tak bermanfaat bagi masa depan hidup orang asli Papua. Indonesia hadir di Papua hanya menghancurkan setelah dikuras habis sumberdaya Alam.

Indonesia mau alam Papua dan Manusia Papua sebagai penjaga rumah ekologi Papua dimusnakan tanpa dihidupkan jejak warisan budaya bangsa Papua. Semuanya sudah, sedang dan akan dihancurkan oleh indonesia tanpa jejak satupun.
Jikalau Papua punya kebijakan yang dapat menyelamatkan secara integral bangsa Papua dalam keutuhan satu negara di luar Indonesia, saatnya untuk bersatu bertindak. Namun, jikalau Papua bersama Indonesia selamanya, pasti dan pasti ekologi hayati bangsa Papua akan punah yang tentu pengaruh penjajahannya akan menyebar sampai di kawasan Pasifik secara keseluruhan.

Jadi, kita semua orang asli Papua, orang asli melanesia, orang pasifik bahkan orang asli aborigin Australia serta orang timor leste dan orang maluku harus bicara persoalan ini. Persoalan ini serius, dan jangan biarkan, segera pasang sikap dan tindakan damai terhadap negara penjajah, tindakan ini tindakan kebenaran demi masa depan anak-cucu bangsa-bangsa kawasan Pasifik.

Dalam hal penghancuran ekologi hayati ini, saya ingin sampaikan lagi bahwa semua bangsa yang ada di kawasan Pasifik, khususnya maluku dan Papua perlu dilakukan suatu pendataan tempat-tempat perusahaan asing yang lagi operasi oleh Indonesia, mendata jumlah penduduk asli secara real tanpa manipulasi demi kepentingan bias Jakarta. Setelah itu perlu membandingkan dan memikirkan masa depan hidup bagi generasi selanjutnya. Persoalan ini, masalah moral budaya dan agama sebagai warisan yang akan diwarisi terus dari generasi demi generasi.

Saya tahu satu contoh bukti penjajahan yang melandasi pembangunan bias Indonesia yaitu seperti; nama-nama asli setiap daerah, kampung, jalan, tempat wisata, gunung, lembah, pulau, laut, di Papua yang pernah punya nama asli secara budaya ekologi hayati itu telah digantikan dan diubah oleh negara Indonesia sesuai yang dia mau. Ini, dilihat hal kecil tetapi memang telah terjadi dan lagi terus terjadi, seperti begini ini, saya berani menyatakan semua yang dipikir oleh Indonesia itu sangat menghancurkan semua yang bangsa Papua Punya.

Oleh sebab itu, kita harus pikir bagaimana bangsa Papua nerdeka negara di luar Indonesia, dan negara Indonesia harus tinggalkan tanah Papua, biar bangsa Papua merehap rumah ekologi hayati yang dihancurkan itu.

4. Ekologi Papua Dipunahkan oleh Indonesia.
Selama beberapa tahun ini, saya memantau pemilik negeri Papua lagi dipunahkan oleh Indonesia dengan digunakan berbagai cara demi penanaman modal asing (investasi) melalui perusahaan-perusahaan yang tentu akan sangat menghancurkan. Banyak orang asli Papua yang telah korban akibat gizi buruk karena diganggunya sumber penghidupan bagi mereka (orang asli Papua) yang dilakukan pembabatan hutan oleh perusahaan asing.

Perusahaan-perusahaan asing itu semuanya dimiliki oleh purnawirawan-purnawirawan Indonesia sehingga pengamanan pekerja juga sangat dijamin dengan kekuatan senjata militer Indonesia. Buktinya sebagian orang asli Papua yang mati dengan terkena tembakan timah panas oleh militer Indonesia.

Bukan, hanya itu Indonesia lagi menggunakan banyak cara untu memunahkan orang asli Papua, antara lain dengan cara diganggu fisikologis orang asli Papua, dikhususkan miras dan minuman kemasan khusus Papua, pemekaran sistem pemerintahan baru, melalui perempuan, ilmu-ilmu jin-jihat, ilmu-ilmu tuyul, ilmu gelap. Ini semua orang Indonesia lagi bermain secara rapi dan tak terbaca oleh orang asli Bangsa Papua.
Selain itu, cara halus yang dipermainkan oleh orang migran di Papua adalah bentuk paguyuban-baguyuban bertingkat di seluruh kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat.

Pendekatan yang dibangun melalui baguyuban-baguyuban oleh mirgan terhadap orang asli Papua adalah menjual ijazah palsu, membangun usaha-usaha kelompok, memiliki sekolah yayasan yang didukung oleh CV-PT, dibuka dan dijual agen miras, membuka persekutuan-persekutuan gereja kristen denominasi baru, memelihara sapi-sapi untuk memunahkan kebiasaan piara babi oleh orang asli Papua, membuka agama islam aliran keras-kiri maupun kanan dan lainnya yang kita tidak terbaca.

Dan, memang benar semua yang dilakukan oleh masyarakat migran di tanah orang Papua itu selalu didukung oleh pemerintah Indonesia yang ada di Papua serta didukug dengan kekuatan militer dan polisi Indonesia.

Jadi, seperti begini lalu, terjadi semua ini tentu akan menjadi beragam masalah yang sulit mengambil solusi secara ilmiah juga agak lemah, oleh karena metode ilmiah yang kita akan gunakan untuk membangun daerah juga tentu akan diarahkan oleh sistem negara kolonial yang terdesain rapi itu, sehingga menjadi solusi dari saya adalah “Orang Asli Papua bersatu dan bersuara untuk melakukan proklamasi pendirian negara dengan cara revolusi total bertahap”.

5. Penutup.
Terkait dengan judul opini ini, saya sampaikan bahwa semua yang telah tulis ini hanya hasil pantauan jarak jauh dari tanah air-ku West Papua, tetapi maksud dari setiap masalah yang tertulis ini adalah benar-benar selalu terjadi tanpa berhenti sampai hari ini. Saya yakin 100% bahwa kalau kondisi kita di Papua seperti begitu terus tentu kedepan lebih rumit dan sangat terancam punah bagi manusia asli Papua sebagai penghuni dalam keluarga ekologi hayati.

Demikianlah tulisan ini, saya bagikan lewat medsos, biar tulisan ini menjadi sebuah peringatan untuk mengambil sikap menjaga ekologi hayati tanah besar bangsa Papua. Semoga para pembaca dapat diperoleh pengertian dan hikmat demi negeri dan masa depan bangsa Papua.

Penulis adalah seorang anak kaki abu dari kampung di Papua yang lagi jalan di atas aspal di kota besar.

 

Penulis : Darwin Anitoda

Editor  : Boas/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here