Stop, Membuka Ruang bagi Kapitalisme, Kolonialisme, Militerisme serta Impralisme

2
1118

Oleh; Antonius Boma 

Ilustrasi

MAJALAHWEKO, (OPINI) – Orang biasa dikatan pemerintah itu wakil Allah tetapi faktanya, pemerintah adalah oknum utuma untuk perusak alam papua dari dulu sampai saat ini. Karena seakan-akan semua wilayah yang ada diatas tanah papua selalu diambil alih oleh pemerintah setempat.

Salah satu fakta yang pernah terjadi dalam kabupaten Dogiyai, tanpa mengetahui hak ulayat yang ingin mau bikin jalan melalui Kampung pona menuju ke distrik mapia tengah di kampung didiwato.

Apa yang direncanakan oleh pemerintah kabupaten Dogiyai, saya sebagai putra daerah dari didiwato umumnya papua mengatakan dengan tegas, tolak.

Kenapa saya tolak? Karena saya tidak mau melihat sumber daya alam SDA Sumber daya manusia SDM yang sasaran dalam dinamikan kehidupan mereka. Namun sisi lain, orang tua saya pernah mengatakan pada saat saya kecil, suatu saat nanti, mereka membongkar jalan kampun pona menuju ke didiwato.

Setiap generasi pada saat kecil musti kami semua pernah dengar apa yang diutarakan oleh intelektual kampung masing-masing alias orang tua kampung.

Apa yang dulunya pernah katakana oleh orang tua, waktu itu kami pernah fikir bahwa itu sebatas perkataan tetapi detik ini jadi kenyataan. Oleh karena itu, setiap pemimpin dalam elemen apapun yang ada dalam kabupaten Dogiyai, perluh berpikir kembali, kalau memang ada rasa kepedulian terhadap rakyat tersebut.

Sebab jelasnya kan, pembongkaran jalan tampa seizin warga setempat berarti secara tidak sadar memusnahkan kehidupan rakyat. Dan menyerahkan segalah sumber daya alam yang ada di kampung pona antara kampung didiwato orang-orang yang tidak bertanggun jawab.

Yang mereka bongkar jalan itu musti tidak ada keuntungan bagi rakyat setempat, khususnya kedua kampung umumnya papua. Maka kalian ingin hidup bersama kosmos yang ada berarti re-generasi wajib menolak dengan tegas, demi anak cucu kalian kedepannya.

“Kata orang tua lagi, sangat penting untuk kalian bersuara adalah jika oknum-oknum tertentu berjuang demi untuk menghancurkan dalam hidupmu. “Berarti beri pemahaman kepada mereka karena mereka tidak apa sebab akbat yang akan terjadi untuk kedepannya, Kata orang tua saat saya kecil”.

Maka dengan itu, pemerintah berfikir secara rasional yang sehat demi membangun sumber daya manusia SDM dan sumber daya alam SDA yang ada di kabupaten Dogiyai. Dan kami tak akan lupa mengatakan lagi bahwa stop membuka ruang bergerak bagi orang yang tidak bertanggun jawab alias kapitalisme, kolonialisme, militerisme serta impralisme, Ingatkan”.

Akhir kata dari penulis adalah salam satu tunggu dalam satu honai atau hamewa demi menolak segala bentuk penindasannya, baik itu secara sadar maupun tidak sadar.

 

Penulis: Bomaibo, Gila Di Makassar.

Editor: Nuken/MW

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here