Pemkab Jayawijaya Persiapkan Tas Noken Terbesar di Festival Lembah Baliem 2019

0
249
Festival Lembah Baliem di Welesi Kab. Jayawijaya Papua 2018 (Foto: Dok)

MAJALAHWEKO, WAMENA – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) merupakan event yang dinantikan, baik wisatawan lokal maupun manca Negara. FBLB yang diselenggarakan di Kabupaten Jayawijaya ini dilaksanakan setahun sekali, yakni setiap Agustus.

Di tahun 2019 ini, FBLB memasuki usia 30 tahun sejak 1989 yang nantinya diselenggarakan pada 7-10 Agustus 2019 mendatang yang langsung digelar di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Menurut Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, persiapan FBLB tahun 2019 ini sudah dipersipakan pihak event organizer (EO) yang sudah bekerja mulai dari promosi hingga persiapan tamu undangan.

“Jika FBLB tahun sebelumnya selain atraksi perang-perangan, juga ada melempar sege 1.359 sebagai rekor muri dunia. Maka FBLB pada Agustus 2019 nanti, disiapkan tas rajutan noken terbesar sebagai rekor muri,” jelas Jhon.

Noken adalah tas rajutan tradisional khas Papua. “Noken ini akan dijahit tulisan muri di noken, karena noken sebagai identitas kita orang Papua dan Jayawijaya juga, jadi nanti ada noken sebagai ajang rekor murinya,” jelas Jhon.

Menurut Jhon, pembuatan tas noken terbesar ini masih dikerjakan mama-mama di Wamena yang nanti dipakai untuk pecahkan rekor muri.

“Kami harapkan noken yang dirajut oleh mama-mama ini nantinya menjadi ajang perhatian bagi wisatawan yang berkunjung,” terangnya.

Jhon juga mengatakan, dari 30-an undangan, baik duta besar (dubes) dari berbagai manca negara.

“Kami berharap kehadiran para dubes ini ikut meningkatkan animo wisatawan untuk mengunjungi kegiatan FBLB dan juga umumnya Kabupaten Jayawijaya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Alpius Wetipo  mengatakan, apa yang dilakukan dalam rencana pemecahan rekor pada FBLB 2019 ini hal yang baru.

“Sebab ini nantinya adalah rajutan tas noken tersebesar yang dipentaskan pada acara pembukaan nanti setelah tarian kolosal sebanyak 500 peserta yang berasal dari anak sekolah di Kabupaten Jayawijaya,” jelas Alpius.

“Nantinya ada dua noken yang direncanakan dibuat, masing-masing berukuran panjang 30 meter dan tingginya 15 meter, namun bentuknya berbedah satunya gantung bagian depan dan yang satu pada bagian belakang,” kata Alpius menambahkan.

Menurut Alpius, walau tas Noken ini sebagai ciri khas Papua, tapi noken yang disiapkan ini untuk menampilkan bagaimana masyarakat Balim memaknai noken dan bagaimana pentingnya noken itu yang digunakan pada kehidupan sehari–hari masyarakat Lembah Baliem.

 

Pewarta: Stefanus Tarsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here