Hati-Hati, Jual Beli Produk Kedaluwarsa Marak di Kabupaten Jayawijaya

0
258
Produk kedaluwarsa sebanyak 1 ton yang ditemukan pada razia sepanjang Mei 2019 di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. (Stefanus Tarsi)

MAJALAHWEKO, WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya minta pelaku usaha tak lagi menjual produk kedaluawarsa, pasca ditemukan banyaknya produk tak layak konsumsi beberapa minggu belakangan ini di Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.

Sekertaris Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo menyebutkan jika masih ditemukan pelaku usaha yang menjual produk kedaluwarsa, maka pemerintah akan mencabut ijin usahanya.

“Kami akan terus melakukan penertiban kepada setiap pelaku usaha, agar tak merugikan masyarakat. Banyak beredar di medsos, pelaku usaha menjual mie instant kedaluwarsa. Masih banyak pelaku usaha nakal di Wamena yang sengaja menjual produk tak layak konsumsi,” ujarnya, Selasa 11 Juni 2019.

Sekda Jayawijaya minta warga setempat untuk melaporkan temuannya jika kedapatan barang kedalawarsa dan melaporkan ke Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindakop), dengan mencantumkan barang bukti, serta alamat toko yang menjual, agar petugas mudah untuk menindak secara cepat dan memberikan sanksi.

“Termasuk kepada pelaku usaha yang menjual beras dan tak sesuai dengan berat sebenarnya. Jika ada pelaku usaha yang melakukan ini, laporkan kepada kami,” katanya.

Sebelumnya, Disperindagkop setempat menyita 1 ton barang kedaluwarsa sepanjang razia pada Mei 2019.

Kepala Disperindagkop Kabupaten Jayawijaya, Aisman Chaniago menyebutkan kebanyakan produk kedaluwarsa ditemukan di toko-toko kecil di Wamena. Rata-rata produk yang tak layak konsumsi adalah mie instan dan minuman kaleng.

“Produk kedaluwarsa ini banyak ditemukan pada sejumlah kios di Hom- Hom, Sinakma, Honai Lama, Pasar Jibama dan Pelangi. Sementara daerah Wouma tak ditemukan produk kedaluwarsa,” ucapnya.

Untuk meminimalisir produk tak layak konsumsi, Disperindagkop setempat akan rutin melakukan pemantauan setiap 2 kali seminggu yang hasilnya akan langsung dilaporkan ke bupati dengan tembusan langsung ke Kementerian Perdagangan.

Pewarta: Stefanus Tarsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here